Sebenarnya saya pernah menggagas untuk menulis sejarah singkat PRRI dalam rangka Peringatan 50 Tahun PRRI (Yubileum) tanggal 15 Februari 1958-2008 untuk dipublikasikan dalam situ Permesta Information Online (www.permesta.8m.net). Namun karena sesuatu dan lain hal saya tidak dapat menyelesaikannya. Setelah berpikir lebih jauh, saya merasa sayang apabila sejumlah besar data yang telah dikumpulkan hanya mengendap di tumpukan arsip saya. Oleh karena itu saya menurunkan sejumlah foto penting yang berkaitan dengan PRRI.
Naskah di bawah ini adalah tulisan rintisan untuk maksud penulisan buku dengan judul yang sama.
Anda diperkenankan mengutip/menyalin tulisan ini dengan memperhatikan hak cipta.
Klik pada gambar untuk mendapatkan ukuran asli yang besar.
Sejumlah tokoh PRRI yang berunding di Sumatra Barat: Mr. Burhanuddin Harahap, Dahlan Djambek, Mr. Sjafruddin Prawiranegara, Kolonel Maludin Simbolon, Mr. Assat.
Sejumlah tokoh PRRI yang berunding di Sumatra Barat: Kol. Dahlan Djambek, Letkol Ahmad Husein, Mr. Burhanuddin Harahap, Kolonel Maludin Simbolon, Syafei, dll.
Tokoh-tokoh PRRI yang mengadakan pertemuan di Sungai Dareh pada bulan Januari 1958:Kolonel Dahlan Djambek, Kolonel Maludin Simbolon, Letkol Ventje Sumual, Letkol Barlian, Letkol Ahmad Husein.
Pelantikan Kabinet PRRI tanggal 15 Februari 1958:Kolonel Dahlan Djambek, Mr. Burhanuddin Harahap, Letkol. Ahmad Husein, Mr. Sjafruddin Prawiranegara, Kolonel Maludin Simbolon.
Bagus datanya. Minta ya?
BalasHapussaya bisa ya,menampilkan photo mendiang orangtua saya pada saat pembrontakan PRRIdi sumbul,sidikkalang kab dairi. dari cerita orangtua saya dulunya dia itu komandan pasukan belati pada masa pembrontakan.trims
BalasHapusapakah ada arsip-arsip lain tentang PRRI,apa boleh di minta'?terima kasih sebelumya...
BalasHapuswah...saya sangat salut dengan poto2nya kakek saya komandan dewan banteng sewaktu PRRI dulu
BalasHapuskakek saya juga terlibat pertempuran dengan APRI di bukit tambun tulang yang membantai anggota mobri (brimob) Apri 8 truk kala itu
dan juga pertempuran di kuranji yang dikenal dengan Macan Kuranci Padang
kakek saya seorang TNI dulunya dan akhirnya ikut ke dalam Dewan Banteng karena pemerintah Pusat yang semena2 saat itu (sampe sekarang) indonesia gak maju2....cerita terakhir yang saya ingat dari kakek saya waktu upacara persatuan di daerah solok dimana sukarno berpelukan dengan simbolon kalo gak salah...
simbolon di panggil oleh sukarno di Radio RRI "simbolooooonnnn....kembali.....kembali....kembali....." kakek saya meninggal tahun 2000
dengan 2 bintang gerilya + 1 bintang sukarno...salut deh buat beliau....dan juga komandan black cat kota padang dulunya yang memegang landasan udara tabing waktu itu
saya sangat kagum dengan poto2 yang ada diatas....:D kalo mau cerita tentang bukit tambun tulang saya ada nih...8 truk tentara mobri apri yang habis di babat 8 truk kala itu oleh PRRI.
Kalau Anda memiliki arsip ttg. peristiwa PRRI, silakan dikirim kepada admin www.nagari.org
HapusSaya sedang mengumpulkan kisah kisah untuk dilengkapi !
Terima kasih
Terima kasih atas foto2 nya. Serasa kembali ke jaman pergolakan pasca kemerderkaan.
BalasHapusSalam dari Ranah Minang.
untuk yang ada di Ranah Minang Sumatra Barat...MERDEKA..!! Salam kenal..Saya dari desa kecil(Desa Po'opo)yang ada di kabupaten Minahasa Selatan SULUT (Sulawesi Utara), tanah kami pun termasuk jadi ajang perjuangan melawan ketidak adilan yaitu, antara Kelompok para Pejuang PERMESTA KDM-SUT dan APRI(TNI sekarang)dan tidak sedikit dari orang Minahasa yang menjadi korban dalam pertempuran tersebut, termasuk om - om saya. Papa saya pun termasuk dalam induk pasukan EX-YON 702 Ular Hitam dan beliau pun adalah salah satu dari anggota STAFF 1 Inteligent ADREV (Angkatan Darat Revolusioner KDM-SUT PERMESTA)dan beliau tetap setia pada perjuangannya samapai selesai dan beliau juga adalah saksi hidup sampai sekarang dari perjuangan PERMESTA tersebut.
BalasHapusHidu PERMESTA dan PRRI....M E R D E K A!!
Bagi kita semua yang hidup di alam kemerdekaan seperti sekang ini...Kita wajib untuk tidak sekali kali melupakan perjuangan kakek atau orang tua kita untuk bumi pertiwi Indonesia ini..Terima kasih..
BalasHapusSaya kagum pd foto-foto terkumpul oleh anda. Kpd sdr-sdr seperjuangan di Sumatera. Saya pelaku Permesta dan mengkaji PRRI sejak kelahiran Dewan-dewan di Sumatera. Menjadi pelaku dlm pasukan PRRI di Indonesia Timur yg dipersepsi sbg pasukan Permesta (1958-1961). Aktif dlm LSM sbg Ket.Presidium Garda Inti Permesta. Sebuah Naskah buku 300 hal berjudul "PERMESTA-PRRI Mengawal Negara Proklamasi Berdasar Pancasila", siap dan sedang dihiasi foto-foto yg sesuai. Tolong kirim ke sini, atau ke e-mail saya adolf.everhards@gmail.com atau sinilungan_adolf@yahoo.com. foto pertempuran spt penghadangan 8 truk masa silam. Trima kasih
BalasHapusMaaf E-mail yahoo salah tulis mestinya o bukan i jadi: sinolungan_adolf@yahoo.com
BalasHapussangat HISTORIC..
BalasHapuspermesta dan PRRI bukan pemberontak melainkan pejuang dan pahlawan. Mereka menuntut keadilan kepada pemerintah pusat yang korup. Sekarang kita sudah merdeka, mari kita bersama2 memerangi para koruptor yang menggrogoti uang negara, Tangkap para pejabat yang korupsi, MERDEKA
BalasHapusWah, saya sangat respek kepada teman-teman putra putri pejuang PRRI-PERMESTA. Perjuangan mereka tidak sia-sia dan era refprmasi ini baru tuntutan mereka dilaksanakan oleh Republik Indonesia. Semoga arwah para pejuang itu bahagia di alam sana. Merdeka....
BalasHapus