Max W. Najoan
SMA Kristen, Tomohon
Sinar embun
Pagi ini dia membajang menusuk mata
Gemerlap; Permata? Bukan
Djuga bukan intan; tapi merelakan tjahaja
Untuk memperindah panorama
Sebentar lagi matari kan memidjar
Memantjarkan sinar ber-pendar2
Menerdjang embun
Keluar singgasana
Embun!
Aku tjinta akan keindahanmu
Tapi sedjenak molekmu melajang
Diterdjang surja jang meradjai alam
Kau hilang, hilang entah kemana
Mungkin ditelan pawana?
(dari teratai mekar,No.1.Nov.1955)
=====================================================
Henk Tamara
Kawangkoan Bawah
Keberanian
Dikeributan alam membentang hidjau
Pada degam2an bengkel berdesau
Manakala manusia masih dari menghidjau
Datang mengalun suara berserak kitjau
Anak mendengar merasa girang
Pada degam2an suara meraung
Tak takut ‘ndengar suara wadang
Keberanian datang sama menjerang
Di kala degam2an mendjelma detar
Di arena pertempuran bukit datar
Anak mendjelma pahlawan bangsa
Dataran bedil dentuman meriam
Menjapu rata bukit-riam
Berdiri tegak pahlawan perkasa
(dari teratai mekar, No.1.Nov.1955)
===================================================================
"Tabea Waya!
Bangsa besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawan, kisah dan kedudukan kaumnya di sepanjang masa!
Minahasa adalah bangsa yang basar! Karena itu hargai akang torang pe Dotu-dotu deng samua yang dorang kase tinggal for torang!
Pakatuan wo pakalawiren!
Sa esa cita sumerar cita, sa cita sumerar esa cita! Kalu torang bersatu torang musti bapencar, biar lei torang bapencar torang tetap satu!
I Yayat U Santi!"
===================================================================
Tidak ada komentar:
Posting Komentar