Mulanya, tanggal 4 Juli 2020, kami mendapat petunjuk dari penduduk desa Raprap bahwa ada batu semacam bahan waruga tersembul di permukaan tanah pekuburan. Ia menduga itu badan waruga.
Sore hari itu kami melihat yang dimaksud. Mulanya tak percaya kalau itu adalah bagian dari waruga, namun sesudah menggali selama beberapa jam, nampak sebuah batu berbentuk mulus semacam waruga. Sesudah digali lagi nampak bentuk waruga asli, yaitu penutup waruga yang terbalik.
Beberapa hari berturut-turut, kami menemukan waruga di sekitarnya. Sudah ada 5 waruga yang dipindahkan dari dalam tanah dengan perincian: sebuah atap waruga berbentuk persegi panjang (4 Juli), dua pecahan atap waruga yang ditemukan berselang beberapa hari di samping selatan atap waruga pertama yang ditemukan, sebuah atap waruga yang ditemukan 9 Juli di samping selatan/tenggara pecahan dua atap sebelumnya, berikut sebuah badan waruga yang ditemukan tanggal 10 Juli 2020 di samping barat atap waruga yang ditemukan sehari sebelumnya.
Hingga kini telah ditemukan lagi dua badan waruga, 20 meter di sebelah Utara kompleks tumpukan waruga yang kami temukan, namun belum dipindahkan atau tergali utuh. Kami masih melihat kemungkinan batu waruga lainnya di situ yang belum kami ekskavasi.
Kondisi terakhir waruga yang sudah dipindahkan dan ditata, 16 Juli 2020.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar