Bangsa Minahasa

Setiap bangsa yang ingin mempertahankan jati dirinya, harus menghargai warisan suci tradisi dan budaya dari para leluhurnya; Kita (bangsa Minahasa) harus memelihara dan mempertahankan tradisi dan budaya bangsa Minahasa dengan segenap kemampuan dan semangat, karena semangat itu sendiri tidak lain mengandung tradisi dan budaya Minahasa. (Dr. Sam Ratulangi: Fikiran - 31 Mei 1930)

Saya tidak akan mempermasalahkan apakah keberadaan bangsa kami Minahasa disukai atau tidak, karena itu adalah permasalahan teoritis. Bagi saya dan bangsa saya Minahasa, sudah jelas, bahwa kami memiliki hak untuk eksis.
Jadi, tugas kami adalah bagaimana menjamin kelanjutan eksistensi bangsa Minahasa ini, dan sedapat mungkin memperkecil penetrasi asing. Kami berusaha untuk merumuskan suatu tujuan yang sesuai dengan kecenderungan-kecenderungan rakyat kami dalam menjalankan tugas tadi. Dan agar usaha-usaha kami itu dapat diterima dan dihargai, kita perlu mengenal hal-hal yang mendasarinya, yaitu: posisi Minahasa selama ini terhadap negara-negara sekitarnya.
("Het Minahassisch Ideaal" / Cita-cita Minahasa oleh DR. GSSJ Ratu Langie, ‘s-Gravenhage, Belanda - 28 Maart 1914)

Kamis, 20 Februari 2014

Galeri Foto: Watu "Ta'ar Era " (Watu Konimpis) legenda Lipan dan Konimpis, asal usul nama Tareran



Bode Grey Talumewo di Watu "Ta'ar Era " (Watu Konimpis) yang ada di dalam legenda Lipan dan Konimpis, asal usul nama Tareran,
di Wiau-Lapi, kecamatan Tareran (Rumoong Atas)
(28 Agustus 2010)

4 komentar:

  1. apa ini yg disebut batu konimpis???
    wiau lapi??

    BalasHapus
  2. Ta'ar Era atau Rinareran???

    tapi so bagus kok.... thx kawan so lia akang itu Situs dikampung.....hehehhehe
    kebetulan kita pe Skipsi disitu.,.,.,

    BalasHapus
  3. orang wiau lapi musti rawat situs peninggalan ini ne

    BalasHapus