Dua minggu sebelum berhenti. Foto tanggal 8 Juli 2008.
Bangsa Minahasa
Saya tidak akan mempermasalahkan apakah keberadaan bangsa kami Minahasa disukai atau tidak, karena itu adalah permasalahan teoritis. Bagi saya dan bangsa saya Minahasa, sudah jelas, bahwa kami memiliki hak untuk eksis.
Jadi, tugas kami adalah bagaimana menjamin kelanjutan eksistensi bangsa Minahasa ini, dan sedapat mungkin memperkecil penetrasi asing. Kami berusaha untuk merumuskan suatu tujuan yang sesuai dengan kecenderungan-kecenderungan rakyat kami dalam menjalankan tugas tadi. Dan agar usaha-usaha kami itu dapat diterima dan dihargai, kita perlu mengenal hal-hal yang mendasarinya, yaitu: posisi Minahasa selama ini terhadap negara-negara sekitarnya. ("Het Minahassisch Ideaal" / Cita-cita Minahasa oleh DR. GSSJ Ratu Langie, ‘s-Gravenhage, Belanda - 28 Maart 1914)
Sabtu, 30 Januari 2010
Galeri Foto Pribadi: Memori di Perpustakaan Minahasa AZR Wenas
Dua minggu sebelum berhenti. Foto tanggal 8 Juli 2008.
Jumat, 29 Januari 2010
Galeri Foto Minahasa: Para Hukum Besar/Majoor Distrik di Minahasa
Mantan Bupati Minahasa
Hukum Besar Kakas-Remboken Albert InkiriwangOpa dari Mayjen TNI. Purn Albert Inkiriwang.
Majoor Sonder
Anggota Volksraad 1919-1923.
Hukum Besar Tomohon Lucas Werwer Wenas.Asal usul fam WENAS dari Tomohon.
Selasa, 22 Desember 2009
Galeri Foto: Seminar/Lokakarya Injil & Kebudayaan Minahasa 29-30 Okt 2009
Tanggal 29-30 Oktober 2009 di aula Kantor Bupati Minahasa - Tondano
Personalia Kawanua (Tou Minahasa) dlm Kabinet RI 1945-2014
PERSONALIA KAWANUA
( TOU MINAHASA )
DALAM KABINET NEGARA REPUBLIK
www.bode-talumewo.blogspot.com
©2006-2009
1. Mr. Alexander Andries (Alex) Maramis (Tonsea)
2. Ir. Herling Laoh (Sonder)
3. Frits Laoh (Sonder)
4. Mr. Arnoldus Isaac Zacharias (
5. Frans Ferdinand (Nyong) Umbas (Kawangkoan)
6. Gustaaf Adolf (Utu’) Maengkom (Tondano)
7. Ir. Freddy Jaques (Fred) Inkiriwang (Kakas)
8. Ds. Wilhelm Johanis (Wim) Rumambi (Kakas-Tondano)
9. Drs. Jan Daniel Massie (Langowan)
10. Hans A. Pandelaki (Tomohon)
11. Drs. Theo Leo Sambuaga (Manado/Tonsea)
12. Jenderal TNI Try Soetrisno (Supit – Tompaso/Kanonang)
13. Laksamana TNI Soedomo (Rawis – Tompaso)
14. Hayono Isman (Wowor – Remboken)
15. Letjen. TNI Purn. Evert Ernest (Lape) Mangindaan, SH, SE (Amurang)
1. Kabinet Presidentil (19 Agustus 1945 -
Menteri Negara Mr. Alex Andries Maramis (sejak 25 September 1945 menjadi
Menteri Keuangan ke-2 karena Dr. Samsi berhenti sbg Menkeu sejak 26 Sept. 1945)
2. Kabinet Sjahrir I (
3. Kabinet Sjahrir II (12 Maret 1946 - 2 Oktober 1946)
Menteri Muda Pekerjaan Umum Ir. Herling Laoh (PNI)
4. Kabinet Syahrir III (2 Oktober 1946 - 27 Juni 1947)
Menteri Muda Pekerjaan Umum Ir. Herling Laoh (PNI)
5. Kabinet Amir Sjarifuddin I (3 Juli 1947 -
Menteri Keuangan Mr. Alex Andries Maramis (PNI)
Menteri Muda Pekerjaan Umum Ir. Herling Laoh (PNI) (Jabatan Menmud PU ditiadakan saat Ir.H.Laoh menjadi Menteri PU tanggal 11 Agustus 1947 menggantikan Moh. Enoch yang berhenti sebagai Menteri PU)
6. Kabinet Amir Sjarifuddin II (sesudah reshuffling
Menteri Keuangan Mr. Alex Andries Maramis (PNI)
Menteri Pekerjaan Umum Ir. Herling Laoh (PNI)
7. Kabinet Hatta I / Presidentil Kabinet (29 Januari 1948 - 4 Agustus 1949)
Menteri Keuangan Mr. Alex Andries Maramis (PNI)
8. Kabinet Darurat / PDRI (19 Desember 1948 - 13 Juli 1949)
Menteri Luar Negeri Mr. Alex Andries Maramis (di India)
9. Kabinet Hatta II / Presidentil Kabinet (4 Agustus 1949 - 20 Desember 1949)
Menteri Perhubungan Ir. Herling Laoh (PNI)
Menteri Pekerjaan Umum Ir. Herling Laoh (PNI)
10. Kabinet RIS (Pertama & Terakhir) (20 Desember 1949 -
Menteri Penerangan Arnoldus Isaac Zacharias Mononutu (PNI)
Menteri Perhubungan Tenaga/Pekerjaan Umum Ir. H. Laoh (PNI)
11. Kabinet Susanto (
12. Kabinet Halim (Republik
13. Kabinet Natsir (Kabinet RI Kesatuan Pertama & Kabinet selanjutnya merupakan Kabinet RI Kesatuan) (
14. Kabinet Sukiman - Suwirjo (
Menteri Penerangan Arnold I.Z. Mononutu (PNI)
15. Kabinet Wilopo (
Menteri Penerangan Arnold I.Z. Mononutu (PNI)
16. Kabinet Ali Sastroamidjojo I (30 Juli 1953 - 12 Agustus 1955)
Menteri Perhubungan Frits Laoh (PRN)
18. Kabinet Ali Sastroamidjojo II (24 Maret 1956 -
Menteri Muda Perekonomian Frans I. (Nyong) Umbas (Parkindo)
19. Kabinet Karya (Kabinet Djuanda) (
Menteri Kehakiman Gustaaf A. (Utu’) Maengkom
Menteri Perindustrian Ir. Fred J. Inkiriwang
20. Kabinet Kerja (10 Juli 1959 - 18 Februari 1960)
Menteri Muda Penghubung MPR/DPR Ds.W.J. Rumambi (Parkindo)
21. Kabinet Kerja II (18 Agustus 1960 - 6 Maret 1962)
Menteri Penghubung DPR & MPR Ds. W.J. Rumambi (Parkindo)
22. Kabinet Kerja III (6 Maret 1962 - 13 November 1963)
Menteri Penghubung DPR/MPR/DPA/Depernas Ds.W.J.Rumambi
23. Kabinet Kerja IV (13 November 1963 - 27 Agustus 1964)
Menteri Urusan Penertiban Bank & Modal Swasta J.D. Massie (sejak 1 Agustus 1964 menggantikan Dr. Suharto yang dibebaskan dari jabatan itu)
Menteri Penghubung MPRS/DPR/DPA Ds. W.J. Rumambi (Parkindo)
24. Kabinet Dwikora (Kabinet Seratus Menteri) (27 Agustus 1964 -
Menteri Urusan Penertiban Bank & Usaha Modal J.D. Massie
Menteri Penghub. MPR/DPR/DPA/Front Nasional W.J. Rumambi
Pemeriksa Keuangan Agung Muda/Anggota BPK a.l. H.A.Pandelaki (pejabat yang berkedudukan sebagai menteri)
25. Kabinet Dwikora yang Disempurnakan Lagi (28 Maret 1966 - 25 Juli 1966)
Menteri Penerangan Ds. W.J. Rumambi (Parkindo)
Deputi Menteri Keuangan Urusan Anggaran H. Pandelaki
Asisten Waperdam bidang Ekonomi a.l. J.D. Massie
26. Kabinet Ampera (25 Juli 1966 - 17 Oktober 1967)
27. Kabinet Ampera yang disempurnakan (11 Oktober 1967 - 6 Juni 1968)
28. Kabinet Pembangunan I (6 Juni 1968 - 27 Maret 1973)
29. Kabinet Pembangunan II (27 Maret 1973 - 24 Maret 1978)
30. Kabinet Pembangunan III (24 Maret 1978 - 16 Maret 1983)
31. Kabinet Pembangunan IV (6 Maret 1983 - 21 Maret 1988)
32. Kabinet Pembangunan V (21 Maret 1988 - Maret 1993)
33. Kabinet Pembangunan VI (Maret 1993 - Maret 1997)
Menteri Pemuda & Olah Raga Hayono Isman (Golkar)
34. Kabinet Pembangunan VII (Maret 1997 - Mei 1998)
Menteri Tenaga Kerja Drs. Theo Leo Sambuaga (Golkar)
35. Kabinet Reformasi Pembangunan (Mei 1998 - Oktober 1999) pimpinan Presiden Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie
Menteri Negara Perumahan dan Permukiman Rakyat Drs.Theo L. Sambuaga (Golkar)
36. Kabinet Persatuan Nasional (Oktober 1999 - Juli 2001) pimpinan Presiden K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
37. Kabinet Gotong Royong (Juli 2001 - 24Oktober 2004) pimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri
38. Kabinet Indonesia Bersatu I (24 Oktober 2005 - 23 Oktober 2009) pimpinan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono
39. Kabinet
Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi Letjen TNI Purn. Evert Ernest Mangindaan, SH, SE (Partai Demokrat)
Keterangan Singkat Para Mantan Menteri:
Mr. Alexander Andries Maramis (PNI)
TTL : Paniki Bawah Manado, 20 Juni 1897
TTM : Jakarta, 31 Juli 1977
Tahun 1945 jadi anggota BPUPKI lalu jadi anggota PPKI dalam Panitia Sembilan yang membahas UUD 1945 serta menandatangani Piagam Djakarta yang memuat tentang Syariat Islam yang kontroversial itu. Tahun 1948 jadi anggota Delegasi
Kariernya sebagai menteri RI:
- Sebagai Menteri Negara dlm Kabinet Presidentil (19 Agt 1945–14 Nov 1945) (sejak 25 Sept 1945 jadi Menteri Keuangan ke-2 karena Menkeu sebelumnya, berhenti tgl 26 Sept 1945)
- Sebagai Menteri Luar Negeri dlm Kabinet Darurat / PDRI (19 Des 1948– Juli 1949) (di India)
- Sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Amir Sjarifuddin I (3 Juli 1947 – 11 Nov 1947)
- Sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Amir Sjarifuddin II (sesudah reshuffling 1947–1948)
- Sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Hatta I / Presidentil Kabinet (Jan 1948 – Agt 1949)
Prof. Mr. Arnoldus Isaac Zacharias Mononutu (Arnold) (PNI)
TTL :
TTM :
Eks tapol Digul (“Digulis”) ini adalah Ketua partai Persatuan Indonesia di Ternate. Jadi anggota Parlemen NIT, sebagai Ketua Fraksi Progresif pada 1947-1949. Memprakarsai & memimpin Goodwill Mission Parlemen NIT ke Yogya (waktu itu jadi ibukota Republik Indonesia Serikat) menyebabkan NIT bubar & bergabung dgn NKRI. Jadi Dubes RI di Cina 1953-55. Jadi Rektor Universitas Hasanuddin bergelar Guru Besar (Profesor) pada 1960-65 & mendirikan beberapa fakultas baru.
Kariernya sebagai menteri RI:
- Sebagai Menteri Penerangan dalam Kabinet RIS (Pertama & Terakhir) (Des 1949 – Sept 1950)
- Sebagai Menteri Penerangan dalam Kabinet Sukiman – Suwirjo (
- Sebagai Menteri Penerangan dalam Kabinet Wilopo (
Ir. Herling Laoh (PNI)
TTL : Tompaso (asal Sonder)
TTM :
Putra tukang emas asal Sonder kelahiran Tompaso ini meraih gelar insinyur pada tahun 1925 di ITB Bandung dan merupakan sahabat Bung Karno sejak mahasiswa. Perintis profesi kontraktor sarana & prasarana di kalangan pribumi
Kariernya sebagai menteri RI:
- Kabinet Sjahrir II (Maret 1946 - Okt 1946) sbg Menteri Muda PU
- Kabinet Syahrir III (2 Oktober 1946–27 Juni 1947) sebagai Menteri Muda Pekerjaan Umum
- Kabinet Amir Sjarifuddin I (Juli 1947 – Nov 1947) sebagai Menteri Muda Pekerjaan Umum
(Jabatan Menmud PU ditiadakan saat Ir. H. Laoh menjadi Menteri PU)
- Kabinet Amir Sjarifuddin II (sesudah reshuffling Nov 1947 – 1948) sebagai Menteri PU
- Kabinet Hatta II / Presidentil Kabinet (4 Agustus 1949– 20 Desember 1949) sebagai Menteri Pekerjaan Umum merangkap Menteri Perhubungan
- Kabinet RIS (Pertama & Terakhir) (1949 – 1950) sebagai Menteri Perhubungan Tenaga/PU
Frits H. Laoh (PRN)
TTL : Tompaso, 1882
TTM : 1961
“Laoh ekonom” ini kakak kandung Ir. H. Laoh & menjadi tokoh (pakakaan) Pemoeda Maesa (JVM) dan tokoh POR Maesa. Jadi anggota Volksraad (Dewan Rakyat Hindia-Belanda) tahun 1919-1927 & 1921-1931, bersama Dr. Sam Ratulangi. Tokoh Partai Rakyat Nasional (PRN). Walau ia ahli ekonomi, namun jadi Menteri Perhubungan.
Kariernya sebagai menteri RI:
- Menteri Perhubungan dalam Kabinet Burhanuddin Harahap (12 Agustus 1955–24 Maret 1956)
Frans Ferdinand (Nyong) Umbas (Parkindo)
TTL : Kawangkoan, 25 Juli 1915
TTM :
Ia turut memprakarsai berdirinya Pemoeda Maesa (JVM) tahun 1934. Hobi memotret disalurkannya dengan bergabung bersama Alex & Frans Mendur serta kakaknya J.K. Umbas mendirikan kantor berita foto IPPHOS tahun 1946. Mendirikan sendiri sebuah bank bernama Bank Menengah pada 1964, lalu mendirikan usaha pelayaran antar-pulau PT USO. Tokoh DPP Parkindo ini kemudian terpilih menjadi Menmud Perekonomian.
Kariernya sebagai menteri RI:
- Sebagai Menteri Muda Perekonomian dalam Kabinet Ali Sastroamidjojo II (1956–1957)
Gustaaf Adolf Maengkom (Utu’)
TTL : Tondano, 11 Maret 1907
TTM :
Ia sempat studi di RHS (Sekolah Hukum) 1929-1933, namun tidak tamat karena banyak ribut dengan dosen-dosen Belandanya. Turut mendirikan Pemoeda Maesa (JVM). Jadi anggota Laskar KRIS di Yogya berpangkat Mayor TNI. Disusupkan ke Minahasa lalu mendirikan Pemuda KRIS. Pernah dipenjarakan NICA gara-ara menerbitkan koran Gelora Maesa. Walau bukan sarjana hukum namun jadi hakim Pengadilan Negeri di Bali & Makassar 1950-57.
Kariernya sebagai menteri RI:
- Sebagai Menteri Kehakiman dlm Kabinet Karya (Kabinet Djuanda) (9 Apr1957 - 10 Juli 1959)
Ir. Freddy Jaques Inkiriwang (Fred)
TTL : Mojokerto – Jawa Timur,
TTM :
Putra Kakas ini mendapat gelar insinyur elektro tahun 1937 di Delft Belanda. Pernah jadi Ketua Pemoeda Maesa tahun 1939-1942. Jadi Kepala Jawatan Listrik & Gas RI yang pertama tahun 1946 saat pemerintah RI berada di
Kariernya sebagai menteri RI:
- Sebagai Menteri Perindustrian dalam Kabinet Karya (Kabinet Djuanda) (
Ds. Wilhelm Johanis Rumambi (Wim) (Parkindo)
TTL : Tompaso, 7 April 1916 TTM :
Domeni/Pendeta Wim Rumambi adalah pendeta GMIM dan turut mendirikan DGI (sekarang PGI) & Sekretaris Umum pertama, serta Sekretaris Umum Lembaga Alkitab
Kariernya sebagai menteri RI:
- Kabinet Kerja (Juli 1959 – Feb 1960) sebagai Menteri Muda Penghubung MPR/DPR
- Kabinet Kerja II (Agustus 1960 – Maret 1962) sebagai Menteri Penghubung DPR & MPR
- Kabinet Kerja III (1962–1963) sebagai Menteri Penghubung DPR/MPR/DPA/Dewan Perancang Nasional
- Kabinet Kerja IV (Nov 1963 – Agustus 1964) sebagai Menteri Penghubung MPRS/DPR/DPA
- Kabinet Dwikora (Kabinet Seratus Menteri ) (1964–1966) sebagai Menteri Penghubung MPR/DPR/ DPA/Front Nasional
- Kabinet Dwikora yang Disempurnakan Lagi (Maret 1966 – Juli 1966) sebagai Menteri Penerangan
Hans A. Pandelaki
TTL : Tomohon, 1909 TTM :
Pernah jadi Kepala Jawatan Bea
Kariernya sebagai menteri RI:
- Salah satu Pemeriksa Keuangan Agung Muda/Anggota BPK (jabatan ini berkedudukan sebagai menteri) dlm Kabinet Dwikora (Kabinet 100 Menteri) (1964–1966)
- Deputi Menteri Keuangan Urusan Anggaran (jabatan setingkat Menteri) di Kabinet Dwikora yg Disempurnakan Lagi
Drs. Jan Daniel Massie
TTL : Langowan, 20 November 1901 TTM :
Tanggal 28 Maret 1966 menjadi Presiden Direktur Bank Dagang Negara (BDN).
Kariernya sebagai menteri RI:
- Menteri Urusan Penertiban Bank & Modal Swasta dlm Kabinet Kerja IV (1963–1964) (sejak 1 Agustus 1964 menggantikan Dr. Suharto yang dibebaskan dari jabatan itu)
- Menteri Urusan Penertiban Bank & Usaha Modal dalam Kabinet Dwikora (Kabinet Seratus Menteri) (27 Agustus 1964 – 28 Maret 1966)
- Asisten Waperdam bidang Ekonomi dlm Kabinet Dwikora yg Disempurnakan Lagi
Hayono Isman (Golkar)
TTL :
Putra Remboken ini adalah anak dari Els Wowor dan Mas Isman (pendiri Kosgoro), menjadi Menpora dalam Kabinet Orba.
Kariernya sebagai menteri RI:
- Menteri Pemuda & Olah Raga dalam Kabinet Pembangunan VI (1993 – 1997).
Drs. Theo Leo Sambuaga, MA., MIPP (Golkar)
TTL :
Jadi Sekjen DPP KNPI 1981, jadi anggota DPR/MPR 1987-97, 1997-98 wakili Sulut dalam posisi sebagai Ketua Fraksi Karya Pembangunan (Golkar) sebelum jadi menteri. Jadi Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP), salah satu Ketua Komisi Inter Parliament
Kariernya sebagai menteri RI:
- Menteri Tenaga Kerja di Kabinet Pembangunan VII (1997–98)
- Menteri Negara Perumahan & Permukiman Rakyat dalam Kabinet Reformasi Pembangunan (1998–1999)
Letjen. TNI Purn. Evert Erenst Mangindaan, SH., SE. (Lape) (Demokrat)
TTL : Solo, 5 Januari 1943
Putra pendiri PSSI asal Pondang–Amurang ini jadi Danrem 083 Kodam V/Brw, Gubernur Seskoad 1993-95, serta Gubernur Sulut 1995-2000. Pendiri & Sekjen Partai Demokrat 2004-05. Setelah rakyat Sulut merasa ditipu/dipecundangi/dikecewakan lantaran janji SBY agar Lape’ jadi menteri di KIB I tak terlaksana, akhirnya tgl 23 Oktober 2009 ia dilantik sbg Meneg PAN di KIB II.
Kariernya sebagai menteri RI:
- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi dlm Kabinet Indonesia Bersatu II (2009–2014)
Dapat juga disebutkan di sini Jenderal TNI Try Soetrisno (anak luar dari dr. Sam Supit asal Tompaso/Kanonang) jadi Kepala Staf TNI-AD, Panglima ABRI 1988-93, Wakil Presiden RI 1993-97; Laksamana TNI Soedomo (anak luar om Rawis di Tompaso) jadi Kastaf TNI-AL 1969-73, Pangkokamtib, Menkopolkam, Ketua DPA, kong maso Islam.
Sejumlah mantan menteri yang beristri orang Minahasa, seperti Menkeu-Mendag-Menperin Prof. Dr. Soemitro Djoyohadikusumo (suami Dorah Sigar & ayah Letjen Prabowo Subianto), Menlu Prof. Mr. R. Soenario (suami Dina Maranta Pantouw), Menkeu-Mendag-Menkop Drs. Radius Prawiro (suami Leony Supit), Meneg LH-Meneg Kelautan Ir Sarwono Kusumaatmaja (suami Nini Maramis), Laksamana TNI Soedomo (mantan suami Siska Piay), Menteri Kehakiman Oetojo Oesman SH, Meneg BUMN Laksamana Sukardi (suami Ratih Wullur). Juga Menko Kesra Agung Laksono (suami Amelia Wenas) & Menkes dr. Endang Rahayu Sedyaningsih (istri dr. M.J.M. Mamahit).
©Tomohon, 17-18 Agt 2006 & ©Manado, 5 Nov 2009 – Bodewyn Grey Talumewo
Segala pengutipan di blog ini harap mencantumkan sumber "Dikutip dari blog www.bode-talumewo.blogspot.com".
Yang tidak menghormati asas Hak Cipta: BABI DENG NGONI!!!!!!!!!!
Daftar Koleksi Buku Milik Bode Talumewo yang pernah dipinjamkan kepada Perpustakaan Minahasa AZR Wenas
| DAFTAR JUDUL (BUKU / TULISAN) MENURUT JUDUL BUKU KOLEKSI Perpustakaan MINAHASA AZR Wenas | ||||||
| Milik Bode Talumewo yang pernah dipinjamkan kepada Perpustakaan Minahasa AZR Wenas (mar da ambe ulang) | ||||||
| No. | Judul Buku | Pengarang | Jlh Hlm | Penerbit | Kota | Tahun Terbit |
| 1 | A.B.J. Tengker: Perintis Pendidikan Manajemen di Indonesia | Tim Penyusun - Aristides Katoppo,dkk | 226 | Pustaka Sinar Harapan | Jakarta | 1998 |
| 2 | Apakah Engkau Mengasihi Aku?: Sejarah GMIM Jilid I | Pdt. D.M. Lintong | 127 |
| Tomohon | 2004 |
| 3 | Berita Berkala Vulkanologi Edisi Khusus No. 124/1990 - Gunung Tangkoko | Direktorat Vulkanologi & Geofisika | 9 | Direktorat Vulkanologi & Geofisika | Bandung | 1990 |
| 4 | Berita Berkala Vulkanologi Edisi Khusus No. 145/1990 - Gunung Mahawu | Direktorat Vulkanologi & Geofisika | 6 | Direktorat Vulkanologi & Geofisika | Bandung | 1990 |
| 5 | Berita Berkala Vulkanologi Edisi Khusus No. 146/1990 - Gunung Soputan | Direktorat Vulkanologi & Geofisika | 6 | Direktorat Vulkanologi & Geofisika | Bandung | 1990 |
| 6 | Berita Berkala Vulkanologi Edisi Khusus No. 183/1992 - Gunung Ambang | Direktorat Vulkanologi & Geofisika | 12 | Direktorat Vulkanologi & Geofisika | Bandung | 1992 |
| 7 | Berita Berkala Vulkanologi Edisi Khusus No. 184/1992 - Gunung Lokon | Direktorat Vulkanologi & Geofisika | 14 | Direktorat Vulkanologi & Geofisika | Bandung | 1992 |
| 8 | Berita Berkala Vulkanologi Edisi Khusus No. 185/1992 - Gunung Karangetang | Direktorat Vulkanologi & Geofisika | 15 | Direktorat Vulkanologi & Geofisika | Bandung | 1992 |
| 9 | Berita Berkala Vulkanologi Edisi Khusus No. 187/1992 - Gunung Awu | Direktorat Vulkanologi & Geofisika | 14 | Direktorat Vulkanologi & Geofisika | Bandung | 1992 |
| 10 | Berita Berkala Vulkanologi Edisi Khusus No. 206/1992 - Gunung Klabat (B) | Direktorat Vulkanologi & Geofisika | 14 | Direktorat Vulkanologi & Geofisika | Bandung | 1992 |
| 11 | Bermula dengan Riedel - Perspektif: Buku Panduan Pameran Riedel 1993 | Reinhilde Freise (penerjemah David Tulaar) | 31 | Panitia HUT PI ke-162 & Pameran Riedel |
| 1993 |
| 12 | Buku Bacaan Bahasa Tontemboan - Kelas III Sekolah Dasar | Dinas P & K Sulut | 55 | Dinas P & K Sulut | Manado | 1992 |
| 13 | Buku Pelajaran Bahasa Daerah Tountemboan untuk Kelas IV SD | Dinas P & K Sulut | 35 | Dinas P & K Sulut | Manado | 1992 |
| 14 | Buletin Dewan Gereja Wilayah Sulutteng - Latar Belakang Metode Pekabaran Injil dari Johann Friedrich Riedel di Tondano - dibacakan pada Dies Natalis II UKIT 20 Februari 1967 | Drs. S. J. Runia | 32 | DGW Sulutteng | Tomohon | 1967 |
| 15 | Bunga Rampai: Sejarah dan Anthropologi Budaya Minahasa Jilid I | Taulu H.M. | 56 | Toko Buku ' Tunas Harapan' | Manado | 1981 |
| 16 | Cerita Rakyat Dari Minahasa | Aneke Sumarauw Pangkerego | 42 | Grasindo - PT Gramedia | Jakarta | 2001 |
| 17 | Cerita Rakyat Dari Sulawesi Utara dan Tengah | Aneke Sumarauw Pangkerego & P. N. Tiendas (DGW Sulutteng) | 47 | Grasindo | Jakarta | 2000 |
| 18 | Cerita Rakyat untuk SD Kelas 3 SD (Buku Mulok SD Sulut) | Drs. Montori Soleman | 144 | PT Pabelan Manado | Manado | 2000 |
| 19 | Data Dasar Gunungapi Indonesia | K. Kusumadinata (editor), Subroto, J.A. Katili, dll | 99-815 | Direktorat Vulkanologi & Geofisika - Departemen Pertambangan | Bandung | 1979 |
| 20 | Ds. A.Z.R. Wenas Ketua Sinode GMIM (1942-1967) - Tesis Ujian Sarjana Theologia | Pdt. D.M. Lintong, Sm.Th. | 115 | Fakultas Theologia UKIT | Tomohon | 1978 |
| 21 | Kamus Etymology - Malesung / Minahasa - Indonesia | Taulu H.M. |
| Yayasan Budaya "Membangun" | Tomohon | 1982 |
| 22 | Ibu Maria Walanda Maramis: Pejuang Wanita Minahasa | A.P. Matuli-Walanda |
| Pustaka Sinar Harapan | Jakarta | 1983 |
| 23 | Indonesia di Pasifik | Doctor G.S.S.J. Ratu Langie | 167 | Penerbit Sinar Harapan | Jakarta | 1982 |
| 24 | Info Kawanua - Edisi Perdana (Hari Jadi Minahasa 556 tahun) 1984 (buletin) | Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) | 64 | Perhimpunan KKK | Jakarta | 1984 |
| 25 | Kakantaren Patuuan e Matontemboan | Pdt. (Em.) A.B.G. Rattu |
| Sinode GMIM | Tomohon | 1998 |
| 26 | Kakantaren Paumungan im Paemanan e ma Tountemboan wo se Tonsea | BP Sinode |
| BP Sinode GMIM | Tomohon | 1996 |
| 27 | Kamus Tombulu - Indonesia | K.Y. Ering | 119 |
| Tomohon | 2004 |
| 28 | Keke Pandagian - Seri Cerita Rakyat Sulut (Bacaan Murid SD) | Dinas P & K Sulut | 28 | Dinas P & K Sulut | Manado | 1977 |
| 29 | Kekristenan di Minahasa (Suatu Studi Tentang Sejarah Pekabaran Injil di Minahasa, Khususnya di Ratahan & Peranan Agama Suku) - Thesis | Julius Albert Pontororing |
| The South East Asia Graduate School of Theology | Singapore | 1985 |
| 30 | Kissah Pemberontakan di Indonesia | Tiardjono B.A. | 151 |
| Jakarta | 1959 |
| 31 | Korban Nan Tak Sia-sia: Sekelumit Perdjuangan Wolter Robert Monginsidi | M. Thaib | 64 | Iqbal Djakarta | Jakarta | tanpa tahun |
| 32 | Lima Puluh (50) Tahun Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946 - 1996 | Panitia HUT 50 Tahun Peristiwa Merah Putih | 89 | Pustaka Sinar Harapan | Jakarta | 1996 |
| 33 | Mapalus di Minahasa | Dr. J. Turang | 35 | Posko Operasi Mandiri Dati II Kabupaten Minahasa | Manado | 1983 |
| 34 | Maria Clara | Anna M. Massie | 60 | Pustaka Jaya | Jakarta | 1974 |
| 35 | Masa Awal Pertumbuhan GMIM | Pdt. DR. J. M. Saruan, M.Th. |
| Kantor Sinode GMIM Tomohon | Tomohon | 2004 |
| 36 | Mengenal Penghijauan dan Hutan Tanaman Industri | Departemen Kehutanan | 14 | Offset Wenang/Toko Lima | Manado | 1988 |
| 37 | Minahasa: Adat Istiadat, Agama (Klipping) | Bodewyn Talumewo |
|
| Minahasa | 1993 |
| 38 | Minahasa: Masa Lalu dan Masa Kini - Hingga ± pertengahan abad ke-19 (Suatu sumbangan untuk studi Wilayah dan Bangsa-Bangsa) | N. Graafland (penterjemah Joost Kullit) | 558 | Lembaga Perpustakaan Dokumentasi & Informasi | Jakarta | 1987 |
| 39 | Minahasa: Pemberontakan, Perjuangan dan Harga Diri | Bodewyn Talumewo |
|
| Minahasa | 1993 |
| 40 | Minahasa: Tokoh (Klipping) | Bodewyn Talumewo |
|
| Manado | 2005 |
| 41 | Minahasa: Gereja (Klipping) | Bodewyn Talumewo |
|
| Manado | 2000 |
| 42 | Musik Tradisional Sulut untuk SD kelas 6 (Buku Mulok SD Sulut) | Drs. Montori Soleman | 86 | PT Pabelan | Manado | 2000 |
| 43 | PEQIP: Laporan Perkembangan PEQIP Sulawesi Utara 1992/1993 - 1998/1999 | Kanwil Departemen P & K Provinsi Sulawesi Utara | 53 | Kanwil Departemen P & K Provinsi Sulawesi Utara | Manado | 1998 |
| 44 | Peran Elitte Agama dalam Membina Kerukunan Hidup Antarumat Beragama di Kota Manado | Drs. Lexi A. Lonto, M.Si. | 147 | Wineka Media | Malang | 2003 |
| 45 | Perjumpaan Adat dan Kekristenan di Minahasa | Pdt. Edmond Ch. Moningka, MTh | 132 | Christian Ecumenical Vision | Jakarta | 2005 |
| 46 | Permesta: Jejak-jejak Pengembaraan | Phill M. Sulu | 195 | Pustaka Sinar Harapan | Jakarta | 1997 |
| 47 | Ringkasan Sejarah Toundanow - Tonsawang (Disampaikan pada Musyawarah Kebudayaan Minahasa 27-29 Juli 1995 di Auditorium Bukit Inspirasi Tomohon) | P.A. Gosal, dkk | 27 | Musyawarah Kebudayaan Minahasa | Tomohon | 1995 |
| 48 | Sedjarah Minahasa | F.S. Watuseke | 72 | Jajasan Penerbitan Merdeka | Manado | 1962 |
| 49 | Sejarah Ke Pemilikan Pulau Lembeh Jilid I | B. Lengkong | 18 | Jajasan PAKXDO | Manado | 1981 |
| 50 | Sejarah Missi Protestan Masuk Tomohon | Pdt. M.L. Matindas, Pdt. A. Lumopa, STh., dll | 80 | Unit Percetakan GMIM | Tomohon | 1989 |
| 51 | Sejarah Singkat Desa Motoling & Jemaat GMIM Eben-Haezar Motoling |
| 8 |
| Tomohon | 2006 |
| 52 | Senandung Damai Anak Negeri - Marhani V.P. Pua | M. Isnaeni | 220 | Media Pustaka | Manado | 2004 |
| 53 | Strategi Pengembangan Pendidikan Nasional Memasuki P.J.P.T. II & Peran Perguruan Tinggi Swasta | Prof. DR. H.A.R. Tilaar, MSc. Ed. | 56 | LPMP Kampus IKIP Rawamangun | Jakarta | 1992 |
| 54 | Struktur Bahasa Tontemboan | Kanwil P&K Sulut - Ny. H. Th. Lomban-Ticoalu, dll | 136 | Kanwil P & K Sulut | Manado | 1977 |
| 55 | Subversi Sebagai Politik Luar Negeri: Menyingkap Keterlibatan CIA di Indonesia | Audrey R. Kahin dan George McT. Kahin (penerjemah Dr. R.Z. Leirissa) | 483 | Pustaka Utama Grafiti | Jakarta | 2001 |
| 56 |
|
|
|
|
|
|
| 57 | Tata Bahasa Tontemboan Jilid II | E.M. Tambuwun | 141 | Yayasan Budaya Tontemboan Manado | Manado | 1986 |
| 58 | Tentang Minahasa | Ch. A. Rondonuwu | 128 |
| Manado | 1984 |
| 59 | Upacara Adat Sulawesi Utara untuk SD kelas 4 (Buku Mulok SD Sulut) | Drs. Montori Soleman | 136 | PT Pabelan Manado | Manado | 2000 |
| 60 | Valdu La Paskah: Tonggak Sejarah Perjalanan Suatu Jemaat | Sem Narande | 516 | Nahum B Tawaang | Manado | 1980 |
| 61 | Yayasan Malesung Rondor: Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kompleks Sekolah SMU Unggulan - Leilem, 7 Oktober 1995 | Yayasan Malesung Rondor | 11 | Yayasan Malesung Rondor | Minahasa | 1995 |
| 62 | Ziarah Injil di Tanah Minahasa | Rudy N. Assa | 106 | Yayasan Militia Christy | Kakas | 2001 |
| 63 | Profil BPTP Sulawesi Utara | BPTP Sulawesi Utara | 15 | Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulut | Manado | 2005 |
| 64 | Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO): Manfaat dan Khasiatnya | PayungLayuk, Meivie Lintang, dkk | 49 | Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulut | Manado | 2005 |
| 65 | Pasca Panen Kelapa (Monograf) | Dr. Ir. Meldy L.A. Hosang, MS, dkk | 116 | Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma Lain Manado | Manado | 2004 |
| 66 | Sejarah Ringkas GMIM 1934-2000 | Rudy N. Assa | 81 | Christyoan Christian Publications - Divisi Penerbitan Buku Yayasan Militia Christy | Kakas | 2003 |
| 67 | Perempuan Minahasa dalam Arus Globalisasi | Deetje Tiwa & Augustien Kapahang-Kaunang (editor) | 236 | Penerbit Meridian | Bekasi | 2005 |
| 68 | Holland Horizon No. 2, Juli 2003: Pergolakan Politik di Belanda | Kedutaan Besar kerajaan Belanda di Jakarta - Bagian Pers & Kebudayaan | 34 | Kementrian Luar Negeri Belanda/ Biro Pariwisata Belanda/ Kedutaan Besar Belanda di Jakarta | Jakarta | 2003 |
| 69 | United Nations Chronicle Vol. XXXVII/No.1, 2000: Growing Global | United Nations - Departement of Public Information | 94 | United Nations - Departement of Public Information | New York | 2000 |
| 70 | United Nations Publications - Catalogue 2000 | United Nations Publications | 182 | United Nations Publications | New York | 2000 |
| 71 | United Nations University Press - Publications 2000-2001 | United Nations Publications - Sales Section | 44 | United Nations Publications - Sales Section | New York | 2000 |
| 72 | Pengetahuan Dasar Mengenai Uni Eropa | Delegasi Komisi Eropa di Jakarta | 64 | Delegasi Komisi Eropa di Jakarta | Jakarta | 2000 |
| 73 | Towers to Eternity - The remarkable story of Trans World Radio as told by its founder Dr. Paul E. Freed | Dr. Paul E. Freed | 191 | Trans World Radio | Cary, North Carolina (USA) | 1994 |
| 74 |
|
|
|
|
|
|
| 75 | Arti Nama-nama Minahasa | W.J. Pangemanan | 33 | Maesa Palembang | Palembang | 1959 |
| 76 | Tomohon, Kotaku | Adrianus Kojongian | 494 | CV Agape (pencetak) | Tomohon | 2006 |
| 77 | Presiden-presiden Amerika Serikat | Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta | 57 | Dinas Penerangan Amerika Serikat, Jakarta | Jakarta | tanpa tahun |
| 78 | Langkah-langkah Sejarah Penginjilan ke Sulawesi Utara-Tengah 1564-1980 | H.M. Taulu | 58 | Yayasan Membangun | Manado | 1980 |
| 79 | Peranan Ibu Maria Walanda Maramis dalam Pergerakan Kaum Wanita di Minahasa (Tesis Sarjana Pendidikan) | Anny Wantania | 70 | FPIPS Jurusan Pendidikan Sejarah - IKIP Manado | Manado | 1987 |
| 80 | Orang Belanda Datang di Minahasa pada Abad XVII (Disertasi Doktor) | Jan H. Watung | 100 | Fakultas Ilmu Sosial - IKIP Manado | Manado | 1971 |
| 81 | Sejarah Minahasa Kontrak 10 Januari 1679: Verbond - Persekutuan Walak-Walak Minahasa dan Belanda, Sama Darajad | H.M. Taulu & Ir. F.S. Lontoh | 152 |
| Manado | 1978 |
| 82 |
|
|
|
|
|
|
| 83 |
|
|
|
|
|
|
| 84 |
|
|
|
|
|
|
| 85 |
|
|
|
|
|
|
| 86 |
|
|
|
|
|
|
| 87 |
|
|
|
|
|
|
| 88 |
|
|
|
|
|
|
| 89 | Panduan menyelam Teluk Buyat dan sekitarnya - Sulawesi Utara | Jerry Kojansow, dkk | 150 | Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Selatan & PT Newmont Minahasa Raya | Minahasa Selatan | 2006 |
| 90 | Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT): Buku Informasi | Unsrat | 160 | Unsrat | Manado | 1998 |
| 91 |
|
|
|
|
|
|
| 92 | Arnold Mononutu: Potret Seorang Patriot | Drs. R. Nalenan | 283 | Gunung Agung | Jakarta | 1981 |
| 93 | Profil Anak Tani: Potret Diri H.V. Worang | Ch. A. Rondonuwu | 297 | Yayasan Manguni Rondor | Manado | 1977 |
| 94 | Sejarah Singkat Rumah Sakit Kalooran GMIM - Amurang | Rumah Sakit Kalooran GMIM Amurang |
| Rumah Sakit Kalooran GMIM Amurang | Amurang | 1984 |
| 95 |
|
|
|
|
|
|
| 96 |
|
|
|
|
|
|
| 97 | Bintang Minahasa (Pingkan Mogogunoy) | H.M. Taulu | 140 | Balai Pustaka | Jakarta | 1993 |
| 98 |
|
|
|
|
|
|
| 99 | Selayang Pandang Komoditas Unggulan Kabupaten Kepulauan Talaud | Dinas Perindag Koperasi & UKM Kabupaten Kepulauan Talaud | 6 | Dinas Perindag Koperasi & UKM Kabupaten Kepulauan Talaud | Melonguane | 2006 |
| 100 | Menuju Tata Pemerintahan Desa yang Baik (Good Village Governance) | Leo Kalesaran, Maxi Lengkong, Andry H. Umboh (ed.) | 252 | Partnership for Governance Reform in Indonesia (PGRI) & Wanuata Waya - Sam Ratulangi University Press | Manado | 2003 |
| 101 | Buku Saku Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami di Propinsi Sulawesi Utara | Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Propinsi Sulawesi Utara | 19 | Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Propinsi Sulawesi Utara | Manado | 2006 |
| 102 | Anggota Legislatif Harus Mengenal Rakyat dan Daerahnya | Ben Wowor | 24 |
| Manado | 1999 |
| 103 | Lintas Potensi Bolaang Mongondow | DC. Production | 31 | Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow | Kotamobagu | 2004 |
| 104 | Bunga Rampai Sulawesi | H.M. Taulu | 121 | Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah - Departemen Pendidikan dan Kebudayaan | Jakarta | 1979 |
| 105 | Tatabahasa Tontemboan Jilid I & II | E.M. Tambuwun | 245 | Persekutuan Matuari Tumpaan | Amurang | 2005 |
| 106 | Kronologi Sejarah Permesta - Disusun Secara Kronologis | Webmaster Permesta Information Online |
| Permesta Information Online | Manado | 2006 |
| 107 | Sejarah Terciptanya Watu Pinawetengan dan Piagam-Piagamnya | H.M. Taulu | 29 (+ 27 hlm.) | Yayasan Membangun | Manado | 1981 |
| 108 | Minahasa: Dari Amanat Watu Pinawetengan sampai Gelora Minawanua | Bert Supit | 222 | Sinar Harapan | Jakarta | 1986 |
| 109 | Manusia Pertama Minahasa | Ibrahim W. Palit | 37 |
| Tomohon | 1980 |
| 110 | Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa |
| 36 | CV Pantjuran Tudjuh | Jakarta | 1980 |
| 111 | Wawasan Nusantara dalam Peraturan Perundang-undangan Negara Republik Indonesia | M. Budiarto, SH | 175 | Ghalia Indonesia | Jakarta | 1980 |
| 112 | Pasang Surut Supremasi Bulu Tangkis Indonesia | Max Karundeng | 228 | Pustaka Sinar Harapan | Jakarta | 1980 |
| 113 | Laporan Kepada Bangsa: Militer Akademi Yogya | Daud Sinjal, dkk | 314 | Pustaka Sinar Harapan & Yayasan Kotabaru | Jakarta | 1996 |
| 114 | Peranan Pemuda dari Sumpah Pemuda sampai dengan Proklamasi | Sagimun MD | 388 | PT Bina Aksara | Jakarta | 1989 |
| 115 | Pahlawan Dirgantara: Peranan Mustang dalam Operasi Militer di Indonesia | Soemakno Iswadi (ed.) | 261 | Q-Communication | Jakarta | 2003 |
| 116 | Kilas Balik 60 Tahun Angkatan Udara 9 April 1946-2006 | Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara | 24 | Dinas Penerangan Angkatan Udara | Jakarta | 2006 |
| 117 | Bung Karno: Kenang-kenangan Kepergiannya | Agus Sutanto, Bc.Hk. | 56 | PT Pabelan | Surakarta | 1998 |
| 118 | Lahirnya Satu Bangsa dan Negara | O.E. Engelen, dkk | 483 | Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press) | Jakarta | 1997 |
| 119 | Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) - Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) 28 Mei 1945 - 22 Agustus 1945 | Saafroedin Bahar, dkk (ed.) | 525 | Sekretariat Negara Republik Indonesia | Jakarta | 1995 |
| 120 | Sejarah Lahirnya Pancasila | Yayasan Pembela Tanah Air (YAPETA) Pusat | 253 | Yayasan Pembela Tanah Air (YAPETA) Pusat | Jakarta | 1995 |
| 121 | Uraian Pancasila: Dilengkapi dengan Dokumen Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945 | Panitia Lima (Moh. Hatta, Ahmad Subardjo D., A.A. Maramis, Sunario, A.G. Pringgodigdo) | 131 | Mutiara | Jakarta | 1984 |
| 122 | Sekitar Garuda Pancasila | Drs. Akmal Sutja | 94 | Penerbit Angkasa | Jakarta | 1986 |
| 123 | Naskah Proklamasi yang Otentik dan Rumusan Pancasila yang Otentik | Nugroho Notosusanto | 40 | PN Balai Pustaka | Jakarta | 1983 |
| 124 | Monumen Pancasila Çakti | Mayjen TNI dr. Soedjono | 500 | PT Rosda Jayaputra | Jakarta | 1985 |
| 125 | Gerakan 30 September Pemberontakan Partai Komunis Indonesia: Latar belakang, aksi dan penumpasannya | Sekretariat Negara RI | 173 | Sekretariat Negara RI | Jakarta | 1992 |
| 126 | Menelusuri Peran Bung Karno dalam G 30 S - PKI | P. Bambang Siswoyo | 190 | UD Mayasari | Surakarta (Solo) | 1989 |
| 127 | Satu (1) Oktober 1965 - Kudeta Seoharto | Johan Pakasi | 88 | Departemen Sejarah dan Penelitian - Lembaga Penelitian Korban Peristiwa 1965 | Jakarta | 2005 |
| 128 | CIA dan Penggulingan Sukarno | Peter Dale Scott | 52 | Lembaga Analisis Informasi | Yogyakarta | 2003 |
| 129 | Ajaran Bung Karno, Kemenangan dan Kegagalan | Ben Wowor | 26 |
| Manado | 2002 |
| 130 | Proklamasi dan Konstitusi Republik Indonesia | Prof. Mr. H. Muhammad Yamin | 214 | Ghalia Indonesia | Jakarta | 1982 |
| 131 | Pembreidelan Pers di Indonesia (Sejarah Pembreidelan Pers di Indonesia) | Edward C. Smith | 267 | Pustaka Grafitipers | Jakarta | 1986 |
| 132 | Sejarah Pers Nasional dan Pembangunan Pers Pancasila | Tribuana Said | 272 | CV Haji Masagung | Jakarta | 1988 |
| 133 | Kabinet dan Departemen di Indonesia | Drs. C.S.T. Kansil, SH | 177 | Ind-Hill co. | Jakarta | 1988 |
| 134 | Mengenal Kabinet Pembangunan V | Drs. Mizwan Djamily | 106 | PT Kreasi Jaya Utama | Jakarta | 1988 |
| 135 | Pandangan Tentang Sedjarah Indonesia Jang Bersifat Serba-Dua Dan Jang Bersifat Serba-Tunggal | R. Moh. Ali | 36 | Bhratara | Jakarta | 1964 |
| 136 | Penemuan Arti-Sedjarah dan Pengaruhnja dalam Metodologi Sedjarah Indonesia | R. Mohammad Ali, S.S. | 43 | Bhratara | Jakarta | 1966 |
| 137 | Pameran Foto: Australia dan Perjuangan Kemerdekaan Indonesia/Australia and Indonesia's Struggle for Independence | Martin O'Hare (kurator) | 14 | Institut Australia-Indonesia | Canberra | 1995 |
| 138 | Renville | Ide Anak Agung Gde Agung | 385 | Sinar Harapan | Jakarta | 1983 |
| 139 | Pengantar Ilmu Antropologi | Koetjaraningrat | 391 | Aksara baru | Jakarta | 1986 |
| 140 | Gesang Pencipta Lagu Bengawan Solo | Ny. S Wardoyo, dkk | 64 | Tiga Serangkai | Solo | 1987 |
| 141 | Kamus Geografi | M.A Marbun | 176 | Ghalia Indonesia | Jakarta | 1993 |
| 142 | Cepat Tetapi Baik: Metode Stenografi Untuk Indonesia - Sistem Sederhana | J. Paat, dkk | 98 | Pradnya Paramita | Jakarta | 1976 |
| 143 | Kemal Idris: Bertarung dalam Revolusi | H. Rosihan Anwar, Ramadhan KH, dkk | 298 | Pustaka Sinar Harapan | Jakarta | 1996 |
| 144 | Ignatius Slamet Rijadi: Kenangan kepada jasa-jasa perjoangan kemerdekaan brigadir jenderal TNI anumerta Ignatius Slamet Rijadi | Suhadi | 115 | PT Inaltu | Jakarta | 1976 |
| 145 | Tahu dan Pengetahuan - Pengantar ke Ilmu dan Filsafat | I.R. Poedjawijatna | 93 |
| Jakarta | 1977 |
| 146 | Kolonel Maludin Simbolon: Liku-liku Perjuangannya Dalam Pembangunan Bangsa | Prof. Dr. Payung Bangun, MA | 397 | Pustaka Sinar harapan | Jakarta | 1996 |
| 147 | Timbulnja Militerisme Ambon (Sebagai Suatu Persoalan Politik, Sosial-Ekonomis) | I.O. Nanulaitta | 145 | Bhratara | Jakarta | 1966 |
| 148 | Mengenal Pahlawan Bangsa | Tim Teguh Karya | 88 | Teguh Karya | Surakarta | 1984 |
| 149 | Kontroversi Sejarah di Indonesia | Syamdani (ed.) | 205 | PT Grasindo | Jakarta | 2001 |
| 150 | Siapa Dia? Perwira Tinggi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) | Harsja W. Bachtiar | 482 | Djambatan | Jakarta | 1988 |
| 151 | Kewarganegaraan yang Bertanggungjawab: Mengenang Dr. J. Leimena | Panitia Buku Kenangan Dr. J. Leimena | 462 | PT BPK Gunung Mulia | Jakarta | 1995 |
| 152 | Kekristenan dan Nasionalisme: Perjumpaan Umat Kristen Protestan dengan pergerakan nasional Indonesia | Zakaria J. Ngelow | 331 | PT BPK Gunung Mulia | Jakarta | 1996 |
| 153 | Iman Kristen dan Pancasila | Dr. T.B. Simatupang | 209 | PT BPK Gunung Mulia | Jakarta | 1985 |
| 154 | Pelopor dalam Perang, Pelopor dalam Damai | Mayjen T.B. Simatupang | 344 | Sinar Harapan | Jakarta | 1981 |
| 155 | Tinjauan mengenai Keputusan Menteri Agama No. 70 dan 77 Tahun 1978 dalam rangka Penyelenggaraan Kebebasan Beragama dan Pemeliharaan Kerukunan Nasional | Sekretariat Umum Dewan Gereja Indonesia dan Sekretariat Majelis Agung Waligereja Indonesia | 60 | Sekretariat Umum Dewan Gereja Indonesia dan Sekretariat Majelis Agung Waligereja Indonesia | Jakarta | 1978 |
| 156 | Membuktikan Ketidakbenaran Suatu Mitos: Menelusuri makna pengalaman seorang prajurit generasi pembebas bagi masa depan masyarakat, bangsa dan negara | T.B. Simatupang | 297 | Pustaka Sinar Harapan & Harian Suara Pembaruan | Jakarta | 1991 |
| 157 | Slagorde Permesta (Susunan Organisasi Pasukan Permesta): Daftar Nama Para Perwira Permesta | Bodewyn Grey Talumewo | 76 | Permesta Information Online | Tomohon | 2006 |
| 158 | In Memoriam Lambertus Nicodemus Palar 5 Juni 1900 - 13 Februari 1981 | Yayasan Idayu | 32 | Yayasan Idayu - Gunung Agung | Jakarta | 1981 |
| 159 |
|
|
|
|
|
|
| 160 |
|
|
|
|
|
|
| 161 |
|
|
|
|
|
|
| 162 |
|
|
|
|
|
|
| 163 |
|
|
|
|
|
|
| 164 |
|
|
|
|
|
|
| 165 |
|
|
|
|
|
|
| 166 |
|
|
|
|
|
|
| 167 |
|
|
|
|
|
|
| 168 |
|
|
|
|
|
|
| 169 |
|
|
|
|
|
|
| 170 | Pandangan Presiden Soeharto Tentang Pancasila | Yayasan Proklamasi - Centre for Strategic and International Studies (CSIS) | 95 | Centre for Strategic and International Studies (CSIS) | Jakarta | 1976 |
| 171 |
|
|
|
|
|
|
| 172 |
|
|
|
|
|
|
| 173 |
|
|
|
|
|
|
| 174 |
|
|
|
|
|
|
| 175 |
|
|
|
|
|
|
| 176 |
|
|
|
|
|
|
| 177 | This Is America | Special English - Voice of America (VOA) | 44 | Special English - Voice of America (VOA) | Washington, D.C. | 2002 |
| 178 | Twentieth (20th) Century Americans | Special English - Voice of America (VOA) | 51 | Special English - Voice of America (VOA) | Washington, D.C. | 2002 |
| 179 | Aneka Budaya Bangsa Indonesia dan Dunia (Teks Pelengkap Pelajaran IPS Sekolah Dasar) | Drs. Fajar R.H., Muchtar S.P., Sugijono | 144 | Yudhistira | Jakarta | 1992 |
| 180 | Azas2 dan Tudjuan Perdjuangan P.R.R.I. | Kol. Joop F. Warouw (Waperdam PRRI/Permesta) | 18 | Pemerintah Agung P.R.R.I./Permesta | Minahasa | 1958 |
| 181 | Your Bible and You | Arthur S. Maxwell | 254 | Review and Herald Publishing Association | Hagerstown, Maryland U.S.A. | 2000 |
| 182 | Steps to Christ - A treasure chest of encouragement | Ellen G. White | 128 | Harvestime Books | Altamont, Tennessee U.S.A. | 2000 |
| 183 | Friends of Israel, The - Doctrinal Statement | The Friends of Israel - Gospel Ministry | 12 | The Friends of Israel - Gospel Ministry, Inc. | Bellmawr New Jersey U.S.A. | 2000 |
| 184 |
|
|
|
|
|
|
| 185 |
|
|
|
|
|
|
| 186 | Cyprus at the Crossroads of History (leaflet) | Press and Information Office Republic of Cyprus & Cyprus Tourism Organization | 2 | Press and Information Office of Cyprus | Nicosia - Cyprus | 1998 |
| 187 | Cyprus: An international business and services centre | Press and Information Office Republic of Cyprus & Central Bank of Cyprus | peta | Press and Information Office of Cyprus | Nicosia - Cyprus | 1998 |
| 188 | Cyprus: No Man is an Island | Press and Information Office Republic of Cyprus | 14 | Press and Information Office Republic of Cyprus | Nicosia - Cyprus | 2000 |
| 189 | Budaya Mapalus - Sistem Gotong Royong Masyarakat Minahasa | Endang Sriwigati, dkk | 20 | Asdep Urusan Hubungan Antar Budaya - Deputi Bidang Pelestarian & Pengembang- Kementerian Kebudyaan & Pariwisata | Jakarta | 2004 |
| 190 | An Explanation About The Pinabetengan Stone (Penjelasan Tentang Batu Pinabetengan) | Departemen Pendidikan & Kebudayaan Wilayah Propinsi Sulawesi Utara | 10 | Departemen Pendidikan & Kebudayaan Wilayah Propinsi Sulawesi Utara | Manado | tanpa tahun |
| 191 | Sketsa-Sketsa Henk Ngantung Dari Masa ke Masa | Baharuddin M.S. (ed.) | 241 | Penerbit Sinar Harapan | Jakarta | 1981 |
| 192 |
|
|
|
|
|
|
| 193 | Kamus Bahasa & Budaya Manado | Yapi Tambayong | 389 | PT Gramedia Pustaka Utama | Jakarta | 2007 |
| 194 | Westerling - Kudeta yang Gagal | Petrik Matanasi | 128 | MedPress | Yogyakarta | 2007 |
| 195 | Penugasan Agung: Profil GMIM dalam Misi & Oikoumene | Prof. DR. Richard A.D. Siwu | 273 | PT BPK Gunung Mulia | Jakarta | 2004 |
Kamis, 10 Desember 2009
Laporan Komisi Adat & Kebiasaan Minahasa tgl 29 Mei 1895
LAPORAN KOMISI 29 MEI 1895
PRAKATA
Pada masa pemerintahan Belanda,komisi yang telah dibentuk dengan beranggotakan seluruh wakil dari kaum – kaum di tanah Minahaswa untuk menggali sejarah asal – usul, budaya termasuk hokum adapt dan kepercayaan / agama masa lampau serta banyak lagi hal – hal lainnya. Misalnya, oleh besluit resident Manado tanggal 29 Mei 1895 untuk membentuk satu komisi mempelajari serta membuat laporan tentang adat kebiasaan di tanah Minahasa. Hasil komisi ini selesai pada tanggal 25 Januari 1896 dalam bentuk 3 bundel hukum adat Minahasa, walaupun hasilnya belum sempurna karena masih banyak hal – hal adat dan kebiasaan yang belum tertuang pada penyusunan hukum adat diatas.
Disamping itu bagi kaum Belanda, masalah hukum dan budaya / kebiasaan di setiap wilayah jajahan mereka akan sangat bermanfaat guna kebutuhan maksud dan kepentingan penjajahan mereka.
Maka mulai masa Robertus Padsbrugge ataupun sebelumnya, membuat laporan – laporan tentang Minahasa, sampai masa penulis – penulis di awal abad ke 20 ini, banyak hal – hal yang ditulis yang disamping mereka alami sendiri, sebagian besar diperoleh dari hasil kisah lisan dari para pemimpin kaum ataupun pemuka adat.
Sebagaimana di wilayah Kawangkoan sampai akhir abadke 19, masih didapatkan pemangku adat yang secara fasih baik didalam pertemuan resmi maupun tidak, menceritakan asal – usul kaum dari masa Lumimuut dan Toar ke penghulu kaum yang pernah berjasa maupun yang pernah membuat kesalahan, peristiwa penting dan hal lain. Hal ini dilakukan secara turun temurun agar generasi penerus dapat mengetahui keadaan sebelumnya. Sangat disayangkan, orang Minahasa yang menguasai tulis menulis pada masa itu tidak merekam pesan lisan yang sudah berlangsung sejak masa lalu. Dan bila di Kawangkoan ada kebiasaan tersebut di atas, pasti diwilayah lainnya di Minahasa hal tersebut pernah ada, namun dengan cepat hilang ketika masuk pengaruh luar.
Banyak penulis orang Minahasa pada masa sekarang lebih banyak menulis dengan referensi tulisan orang asing, serta mengabaikan sumber cerita orang tua yang masih ada. Penyusun yakin bahwa banyak orang tertentu menyimpan kisah tua yang sudah disusun dalam bentuk tulisan, bilamana tidak diperhatikan akan hilang termakan rayap dan lapuk.
Juga begitu banyak orang tua yang bisa dijadikan sumber informasi yang walaupun tidak lengkap karena lupa akibat ketuaan mereka, dapat menceritakan secara lisan apa yang pernah mereka dengan ataupun alami.
Oleh karena itu penyusun merasa wajib untuk meneruskan tulisan dari kisah tua ini yang semoga jatuh kepada orang yang mempunyai kesadaran untuk meneruskan kepada lainnya tanpa pamrih. Penyusun berharap semakin banyak susunan kisah tua ini dapat beredar ke pelosok Minahasa maupun diluar Minahasa dapat memancing orang tertentu untuk membuka serta membentangkan apa yang mereka ketahui dan miliki. Dengan demikian semakin banyak bahan tentang kisah tua akan terungkap yang tentunya bermanfaat besar bagi generasi penerus.
Pasti terjadi pro dan kontra terhadap tulisan tua ini, alasan tersebut diteruskan pada suatu komisi adat (bila ada) untuk dipelajari. Hal itu akan menambah bahan untuk nantinya disusun buku yang lengkap.
Bila benar Lumimuut dan Toar pernah ada, maka sumbernya berasal dari satu yang berkembang di wilayah rumpun – rumpun sesuai keadaan setempat sehingga kelihatannya berbeda, namun bisa diurut untuk menemukan persamaannya. Contoh, kisah mengenai seorang yang dikenal dalam beberapa nama, pergi ke negeri bumi atas serta dapat mencuri padi melalui telapak kakinya, hampir disemua rumpun memiliki kisah ini. Kaum Tombulu mengikatkan kisah ini dengan gunung Lokon yang kemudian puncaknya ditebang menjadi pulau Manado Tua. Kaum Toumpakewa menghubungkan itu dengan pohon Kayu – Uwi di roong Kayuuwi yang kemudian ditebang ketika tumbang sampai kebatas negeri Lahendong. Kaum Tonsea juga memiliki kisah yang sama mengenai pohon di wilayah wanua Kassar – Karegesan. Kaum Toulour tidak ketinggalan dengan kisah pohon di puncak Tampusu.
Adapun kisah Lumimuut dan Toar juga terpecah atas berbagai versi, namun bila kisah itu dilacak mulai dari ujung Utara Tonsea pasti ditemukan perbedaan dengan ujung Selatan Tonsea. Sebaliknya di ujung Selatan Tonsea pasat iada persamaan dengan di Utara Toulour. Perubahan tersebut dapat diketahui sebabnya. Kita harus mengambil ketetapan apakah awalnya adalah Goa Minawatu Popontolen di Wulur Maatus ataukah Watu Pinawetengan dikaki gunung Tonderukan.
Demikian penulis mempersembahkan tulisan kisah tua yang bersumber dari:
I. Disusun dan selesai pada tanggal 8 Maret 1854, diadakan penambahan pada tahun 1896.
1. Pinontoan Mogot, Mayoor Tua dari Remboken, beristeri Elisabeth Tewu anak perempuan dari Mamongkalin Tewu adalah anak mantu dari Matulandi (Mayoor dari Tondano – Touliang) yang kemudian setelah perang Moraya / Tondano menjadi Mayoor Tondano yang hanya dijabat tidak sampai 2 tahun karena ketuaannya;
2. Nicholaas Mogot, anak dari Pinontoan (Mayoor Tua Langowan yang juga membawahi onder district Kakas dan Kawangkoan;
3. Lukas Wenas (Hukum Besar Tomohon) banyak mendapatkan kisah tua dari Wenas leluhurnya yang Kepala Walak Tonsea. Juga dari ayah mertuanya Pangemanan Lontoh yang Kepala Walak Tomohon;
4. Osu, Hukum Tua Lola Tombariri;
5. Tumuhung, walian tua dari negeri Kema diperkirakan berumur diatas 90 tahun waktu itu;
6. Tamengkel, Segoh, Tandatu, Rares, Wentong, Mokoagouw yang semuanya diperkirakan berumur di atas 90 tahun (pada waktu itu) dan menjabat sebagai walian, tonaas, teterusan dan tumaterek dari negeri Remboken, Tondano – Makalonsow, Tombatu, Ares – Manado dan Kinali – Kawangkoan;
7. Rulandd Maringka, juru tulis distrik Pasan – Ratahan yang kemudian menjadi Hukum Besar di tempat tersebut;
8. Toto, Hukum Tua dari negeri Molas di Bantik Utara;
9. Hukum Kedua Muda Pelengkahu dari Airmadidi yang kemudian menjadi Hukum Besar distrik Tonsea;
II. Tulisan tua ini disusun kembali dan ditambahkan serta ditulis dalam bahasa melayu dan belanda oleh Nico Mogot (anak dari Everhardus Mogot – Hukum Besar Langowan) cucu dari Nicholaas Mogot.
Adapun jabatan yang pernah dijabat berturut sebagai berikut:
- 1. Hukum Kedua Langowan
- 2. Hukum Kedua Singkil / Bantik
- 3. Hukum Besar Amurang (Hukum Besar termudah di Minahasa)
- 4. Hukum Besar Ratahan – Ponosakan – Tonsawang: Pada masa menjabat Hukum Besar Amurang terpilih menjadi anggota Minahasa – Raad. Pada masa menjabat Hukum Besar Ratahan – Ponosakan – Tonsawang juga sekaligus menjabat selama satu tahun sebagai Hukum Besar Tonsea menggantikan Pelengkahu yang sakit dan menetap di rumah Hukum Tua Suwaan bila betugas di Tonsea;
- 5. Oleh Minahasa – Raad beliau ditunjuk menjadi wakil Minahasa bersama Lapian menjadi anggota Volksraad di Batavia dimana beliau selama 3 bulan setiap tahun harus ke Batavia;
- 6. Kemudian menjadi anggota perwakilan tetap (Lid van het College van Gedelegeerden districts hoofd) dan harus menetap di Batavia;
- 7. Tahun 1940, beliau menjadi anggota Raad v. Indie yang beranggotan 5 orang; Salah satu anaknya adalah Daan Mogot yang gugur sebagai pahlawan bangsa pada peristiwa Tanggerang.
NATETOMALESA
Agama / kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah suatu bentuk ikatan spiritual antara manusia dengan sesuatu yang diyakini mempunyai kuasa, kekuatan dan sifat serba maha. Ikatan spiritual itu mengikat kehidupan manusia dalam bentuk apa yang disebut iman (sesuatu kekuatan yang timbul dalam diri seseorang yang mengikat pikiran dan perasaan bahkan keseluruhan seseorang untuk menerima dengan sukarela dan penuh penyerahan / tunduk kepada suatu kuasa / kekuatan yang tidak terlihat / abstrak). Oleh karena ada keterikatan yang menyangkut manusia dengan kuasa tersebut timbullah ketentuan – ketentuan yang wajib dipatuhi yaitu peraturan / hukum yang mengandung petunjuk perihal yang baik, buruk, upah dan sanksi. Peraturan / hukum tersebut menyangkut moral / etika kehidupan:
· Hubungan manusia dengan YMK dikenal sebagai pencipta langit, bumi beserta segala isinya;
· Hubungan antar sesama manusia;
· Hubungan manusia dengan alam sekelilingnya yang semuanya adalah ciptaan tuhan;
Semuanya membentuk mata rantai bagi masyarakat Malesung dikenal sebagai peraturan keseimbangan hidup. Dalam melaksanakan kewajiban diatas, masyarakat Malesung mewujudkannya dalam bentuk ekspresi tindakan berupa tatacara peribadatan mulai yang terkecil / rumah tangga sampai untuk kepentingan negeri, untuk berbagai ragam maksud. Adapun segala sesuatuna itu dipatuhi dengan sepenuhnya, oleh keyakinan untuk memperoleh penghidupan yang baik di bumi maupun di alam baka.
Manusia Malesung percaya bahwa disamping kehidupan ini dikelilingi oleh alam gaib yang mengandung kekuatan tertentu dan tidak terlihat. Kekuatan dari kuasa ini menimbulkan pengaruh keseimbangan dalam kehidupan alam Kaoatan/bumi ini.
Kuasa ini dapat bersifat sebagai kekuatan penolong bagi manusia dan dapat berubah menjadi pengganggu/penghancur. Olehnya mereka dikenal sebagai kuasa keseimbangan hidup karena berfungsi sebagai penunjuk/penuntun, pengurus/pengawas kehidupan, namun juga sebagai pencoba dan penghancur/penghukum kehidupan. Bahwa udara, air, api, segala benda dan kejadian langit, batu, tumbuhan, binatang dan tanah dengan segala isinya mengandung unsur kekuatan yang dipengaruhi oleh kuasa keseimbanan diatas. Masyarakat Malesung pada masa lalu sangat dekat dengan alam. Mereka percaya bahawa semua benda yang ada dikolong langit termasuk Kaoatan dengan segala isinya memiliki jiwa / mu’kur. Olehnya, semua kebutuhan hidup manusia menyangkut penggunaan benda tersebut diatas harus menggunakan tata krama atau persyaratan melalui tata cara meminta ijin. Tata cara ijin ini diadakan untuk memohon kepada benda yang akan mereka pakai maupun kepada kuasa yang menjaga keseimbangan kehidupan alam.
Pada dasarnya, setiap gerak langkah manusia Malesung baik pribadi, keluarga dan masyarakat terikat dengan berbagai tatacara kewajiban dan larangan. Semuanya dilakukan mengingat manusia dalam pribadinya adalah bagian dari alam.
Sangat disayangkan tatacara, kewajiban dan larangan dalam agama asli Malesung tidak direkam. Para imam Malesung dimasa lalu tidak dipilih dan diangkat oleh masyarakat, melainkan terpilih oleh kuasa gaib (oleh kehendakNya) melalui tatacara maupun upacara sakral/gaib.
Alasan diatas, jabatan imam disebut walian tidak bersifat turun temurun kecuali terpilih melalui kuasa gaib. Disamping itu walian dalam melaksanakan tugas selalu mendapat petunjuk gaib tentang apa yang harus dilakukan sehingga tidak perlu menghafal segala peraturan dan tatacara dari berbagai jenis dan maksud peribadatan. Sangat mungkin oleh kedua sebab diatas serta berbagai factor lainnya yang menyebabkan tidak adanya peninggalan tertulis mengenai tatacara agama Malesung.
Adapun peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan dalam melaksanakan upacara peribadatan, juga terdapat sedikit perdebatan. Peralatan dan perlengkapan disamping ada ketentuan wajib, juga ada yang disiapkan sesuai dengan yang mudah didapat di wilayah atau disekitar tempat dilakukan upacara.
Yang menjadi ketentuan wajib tentu adalah jenis benda yang mudah didapat serta tersebar ditanah Malasung seperti jenis tumbuhan tertnetu yang selalu menjadi inti yang dianggap mempunyai hubungan sacral/magis. Namun agama Malesung tidak juga kaku untuk menekan kebutuhan benda upacar tersebut. Dimana terdapat sekumpulam masyarakat Malesung menetap, baik dipelosok manapun di tanah Malesung maupun diperantauan pasati akan ada orang yang terpilih dan diangkat secara gaib menjadi walian di tempat tersebut. Demikian halnya dengan benda kebutuhan untuk upacara juga tidak mengikat karena segala sesuatu dapat disesuaikan dengan apa yang bisa didapat disekitarnya sesuai petunjuk gaib.
Masa kini dikalangan masyarakat Minahasa sendiri telah banyak terjadi kesimpangsiuran mengenai bentuk agama Malesung ini, apakah tergolong pada jenis agama Monotheis atau Politheis. Para penginjul Kristen dari Barat seperti Schwarts dan Graafland pada pertengahan abad ke 18 telah menyusun dan menerjemahkan alkitab kedalam bahasa Tountemboan dan Tombulu. Kedua penginjul tersebut sudah mengadopsi atau mengidentifikasi nama Allah yang sama dengan Kasuruan untuk Tountemboan dan Empung (Wailan) Wangko untuk Tombulu. Mengadopsi apalagi menyamakan tingkat kebesaran/kemuliaan antara oknum yang disegani dan dipuja serta dianggap sebagai serba maha dan sumber segala kehidupan dari 2 jenis agama yang masing memiliki pengikutnya tidaklah semudah dalam pandangan kita bila tidak disadari pada hal yang sangat mendasar. Apa yang dilakukan itu haruslah dapat dipertanggungjawabkan dan diterima oleh para tokoh agama setidaknya pemimpin zending mereka yang berkedudukan di Eropa (Belanda atau Jerman). Mengapa nama Kasuruan atau Empung Wangko dapat disamakan dengan Allah, sedangkan dewa Zeus dalam agama Yunani kuno tidak disamakam padahal kita semua tahu bahwa alkitab perjanjian baru pada tahap awal ditulis dalam bahasa Yunani?
Demikian pula halnya dengan dewa – dewa beberapa bangsa lainnya. Walaupun tatacara manusia mencari dan menyembah Allah adalah berbeda pada kedua jenis agama yaitu Kristen dan Malesung, namun kedua jenis ini mempunyai dasar hakiki yang sama yakni percaya dan menyembah kepada Tuhan yang satu.
Tiga sifat utama dari Kasuruan / Empung Wailan Wangko lebih menekankan keesaan mempunyai banyak persamaan dengan agama Kristen yakni:
a. Menembo – nembo (yang selalu melihat/mengawasi untuk menjaga);
b. Manalinga (yang selalu mendengar --- doa permohonan --- karena mengasihi;
c. Rengarengan (yang berkuasa memberi --- mencipta --- maupun mengambil --- menghancurkan --- dalam dan untuk segala sesuatu.
Masa kini pemeluk Kristen mendominasi sebagian besar masyarakat Minahasa (asal Malesung), tetap pengaruh pancaran cahaya agama tua Melesung terlihat dalam kehidupan sehari – hari. Kenapa? Beragam alasan sebagai berikut:
- Tanah Melesung/Minahasa dan masyarakatnya dari awal sudah menganut agama tradisi;
- Dari pancaran peraturan / hukum agama Malesung terbentuklah budaya Malesung / Minahasa;
- Tidak ada pengaruh kuat dari agama lain yang pernah mendominasi masyarakatnya terkecuali Islam (abad ke 14) di pantai Timur dan Kristen (Katolik dan Protestan) dihampir seluruh tanah Minahasa.
Galeri Foto: Natal Yesus Kristus oleh Mawale Movement di Watu Pinawetengan 09 Des 2009
NB: Tradisi pohon natal/pohon terang bukanlah tradisi Alkitabiah.
Tradisi ini dimulai ketika St. Bonifasius Wimfried dari Anglo Saxon diutus Paus di Roma untuk mengabarkan injil kepada bangsa Jerman. Suatu ketika ia mendapati seorang ibu menangis tersedu-sedu. Ia bertanya mengapa sang ibu mengangis. Dijawab bahwa anaknya akan dipersembahkan kepada dewa Woden sebagaimana kebiasaan saat itu untuk senantiasa meminta perlindungan dari dewa Woden. Bonifasius langsung ke lokasi ritual tersebut. Ia melarang para imam dewa Woden membunuh anak itu, tapi ditantang bahwa akan dibunuh oleh dewa Woden yang berdiam di pohon pinus/cemara, tempat ritual tsb. Langsung Bonifasius merebut sebilah kapak lalu menebang pohon itu hingga tumbang. Mereka mendapati Boniface tidak mendapat celaka sesudahnya. Akhirnya mereka menyadari bahwa dewa Woden yg disembah itu tidak punya kekuatan apa-apa. Pada akhirnya, para penduduk mengambil ranting2 pohon itu lalu menghiasinya dengan buah-buahan beraneka ragam warna sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan karena anak2 mereka tidak lagi menjadi korban persembahan.
Duduk dari kiri ke kanan a.l.: x, pemuda GMIM dari Remboken, Chandra Rooroh, Bode, Carlos Pesik, Sylvester Ompi Setlight, Ken Oroh, dari TV5D Tomohon, Charlie Samola, Leo Sengkey.
Ada sekitar 32-35 orang yang mengikuti ibadah natal ini.
Kegiatan dirancang sebagai ibadah yang kreatif dan kontekstual, yang dalam prosesinya diisi pementasan teater, musikalisasi puisi serta diskusi dengan tema “Yesus Kristus Lahir di Watu Pinawetengan dengan pembicara Pdt. Dr. Richard A.D. Siwu, MA, PhD, sebagai teologi yang memiliki konsern terhadap persoalan kemasyarakan dan kebudayaan Minahasa. Bersama hadir dalam kegiatan ini Prof. Johny Weol, teologi dan juga pemerhati persoalan kemasyarakan, Ivan Kaunang, kandidat doktor di Udayana Bali, Sofian Yosadi, SH., tokoh pemuda Khonghucu, Meidy Tinangon, SSi, MPd, Ketua Penggerak GMM, Greenhill Weol, Direktur MCC, Frisky Tandaju selaku ketua Pinawetengan Muda, dan beberapa tokoh Muda Minahasa lainnya, antara lain Meidy Malonda, dan Bodewyn Talumewo.
Dalam diskusi yang dipandu Denni Pinontoan ini, Pdt. Siwu mengemukakan, tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut dan yang juga menjadi topic diskusi sangat menarik. Sebab, tema ini, menurutnya, menggambarkan apa yang disebut di sekolah-sekolah teologi sebagai kontektualisasi teologi atau teologi kontekstual. “Kelahiran Yesus di Bethlehem adalah sesuatu yang histories. Dan, dalam memaknainya sekarang adalah soal konteks kebudayaan kita,” kata Pdt. Siwu.
Pdt. Siwu menjelaskan bahwa, teologi di dalam gereja-gereja kita di Indonesia kebanyakan masih mewarisi model teologi Barat. Makanya, perlu dilakukan lagi reinterpretasi terhadap ajaran dan pemahaman teologi tersebut untuk mengkontekstualisas ikan pesan-pesan Injil Yesus Kristus. “Sebenarnya, apa yang diajarkan oleh gereja-gereja kita sekarang, termasuk mengenai cara dan bentuk perayaan Natal adalah hasil interpretasi mereka terhadap apa yang terdapat dalam Alkitab dalam Alkitab. Persoalannya, kita belum melakukan interpretasi langsung. Tapi, saya kira apa yang dilakukan oleh orang-orang Muda Minahasa mala mini adalah langkah awal yang baik untuk menuju ke sana ,” tegasnya.
Orang-orang muda yang hadir dalam kegiatan tersebut menanggapi bahwa, perlu ada usaha kontektualisasi teologi gereja dalam konteks lokal Minahasa, dengan kebudayaannya, dan juga dengan persoalan-persoalan nya. “Saya kira, persoalan utama kita adalah ada manusianya. Ya manusia Minahasa. Maka, penting untuk kita lakukan bersama-sama sekarang adalah memaknai makna Natal tersebut dalam konteks kekinian kita di Minahasa ini,” kata Fredy Wowor, sastrawan dan dosen Sastra Unsrat yang juga.
Sementara Rikson Karundeng, tokoh Muda Minahasa, mengatakan, memaknai arti Natal Yesus Kristus dalam konteks Minahasa sama halnya dengan bagaimana kita menerjemahkan nilai-nilai Injil tersebut dalam konteks Minahasa kontemporer. “Dengan demikian sebenarnya kita sedang berusaha menjebatani antara nilai-nilai histories Natal Yesus itu dengan persoalan kekinian Minahasa,” tegasnya.
Greenhill Weol, dibagian awal kegiatan ini mengatakan maksudnya dilaksanakan perayaan peringatan Natal Yesus Kristus di Watu Pinawetengan ini adalah untuk memaknai secara baru arti Watu Pinawetengan dalam konteks Minahasa kontenporer. “Bahwa, menurut cerita, Watu Pinawetengan ini adalah tempat para dotu-dotu Minahasa melakukan musyawarah untuk menjawab persoalan-persoalan hidup mereka di zamanya. Maka, tempat ini kami pilih sebagai penanda bahwa sekarang ini orang-orang Minahasa tidak tinggal diam, tapi melakukan sesuatu untuk tanah ini. Sudah sekitar dua tahun, kami menjadikan Watu Pinawetengan sebagai tempat untuk mendiskusikan hal-hal yang terkait dengan kebudayaan Minahasa,” ujar Green.
Selasa, 08 Desember 2009
Sebagian Petuah & Rahasia kaum Tountemboan
PA -LUKUT-AN
Pa-lukut-an adalah istilah untuk orang sakti yang memiliki talenta istimewa, bahkan dipilih oleh Amang Ka-suru-an, Roh-roh serta Jiwa- jiwa dan para Apo’-apo’ yang sudah hidup di Ka-senduk-an , untuk dijadikan sebagai terminal perantara, medium atau tempat perhentian atau berdiam sementara serta sarana komunikasi untuk penyaluran dan penyampaian pesan - pesan dan petunjuk serta perintah atau maksud - maksud tertentu dari Amang Ka-suru-an, Roh - roh, Jiwa – jiwa serta para Apo’ - Apo’.
Orang - orang yang menjadi terminal komunikasi antara Amang Ka-suruan, Roh-Roh dan Apo’- apo’ dengan manusia adalah para Wali’an , Tona’as atau orang sakti yang terpilih atau memiliki talenta sebagai PA-LUKUT-AN (tempat untuk duduk atau berdiam).
Biasanya kedatangan Amang Ka-suru-an, Roh-roh atau Jiwa -jiwa atau Apo’- apo’ adalah secara spontan atau tiba - tiba tanpa ada tanda - tanda atau pemberitahuan sebelumnya , tetapi seringkali juga dipanggil oleh para Wali’an atau Tona’as apabila ada sesuatu hal yang sangat penting atau sangat mendesak untuk segera diselesaikan .
Pemanggilan Amang Ka-suru-an, Roh - roh dan Jiwa-jiwa atau Apo’- apo’ dilakukan dengan upacara ritual sesuai dengan kebiasaan dan adat istiadat para leluhur.
Amang Ka-suru-an, Roh- roh atau Jiwa- jiwa atau Apo’-apo’ yang datang lu-mukut pada orang sakti akan masuk secara gaib dalam sukma dari si pa-lukut-an.
Setelahl masuk dan merasuk jiwa dan sukma si pal-ukut-an , maka si pa-lukut-an pun memperlihatkan hal- hal yang aneh karena kesurupan , sambil melompat- melompat atau menari -menari atau berlenggang lenggok serta gemetaran , ia komat kamit dan mulai berkata- kata dalam bahasa yang hanya dimengerti oleh orang sakti atau orang pintar.
Pesan serta petunjuk yang disampaikan dalam bahasa rahasia atau bahasa isyarat diterjemahkan oleh orang sakti atau orang pintar yang mengerti serta tahu menerjemahkan.
Dalam keadaan istimewa, bahasa yang keluar dari mulut Pa-lukut-an, dapat dimengerti oleh semua orang.
PA-TEKA’AN
Pa-teka’an adalah istilah untuk orang sakti yang didatangi oleh Amang Ka-suru-an, Roh -roh atau Jiwa-jiwa serta Apo’-apo’ yang seakan - akan hinggap atau mampir dan menggunakan orang yang dihinggapi sebagai perantara untuk menyampaikan maksud kepada yang dituju (sifatnya hampir sama dengan pa-lukut-an, tetapi bedanya terletak pada waktu dan frekwensi terjadinya “‘teka’an” itu tidak tetap dan “teka’an” itu dapat berlaku pada siapa saja yamg mau didatangi oleh Amang Ka-suru-an, Roh-roh atau Jiwa-jiwa atau Apo’-apo.
Bahasa yang biasanya digunakan oleh Amang Ka-suru-an, Roh -roh atau Jiwa-jiwa serta Apo’-apo’ yang “tumeka’” adalah bahasa yang dapat dimengerti oleh semua orang.
PA-TEKA’AN secara harafia artinya (tempat berhinggap).
KI-NE’KEP
Artinya “dipeluk” dan diartikan juga kedatangan atau kesurupan makluk halus atau roh atau jiwa dari seseorang yang sudah meniggal.
Mahluk halus atau roh atau jiwa yang datang itu masuk kepada siapapun yang ingin didatangi atau dipegang atau di peluk oleh roh atau jiwa itu, walaupun yang bersangkutan tidak menginginkannya.
Adapun makhluk halus atau roh atau jiwa yang masuk dalam tubuh orang yang didatangi, biasanya ingin menyampaikan keinginan atau keluhan atau perhatian atau pelalyanan, bahkan permintaan balas dendam, atau sesajen, serta perlakuan istimewa bagi arwah atau pusaranya.
MEDIUM
Medium adalah upacara ritual untuk mengundang arwah atau jiwa yang sudah meninggal.
Perlengkapan yang harus disediakan a.l. tepung, lilin, kemenyan, sirih, pinang, sesajen, koro’bar, dll.
MA-UBAT
Ma-ubat adalah panggilan untuk dukun yang dapat menyembuhkan penyakit luar dalam.
MA-ALAB
Ma-alab adalah sebutan untuk dukun yang ahli menyingkirkan atau menghilangkan gangguan roh-roh jahat, dengan cara mengambil racun atau penyakit yang dikirim dalam tubuh manusia oleh roh jahat dengan cara-cara mistik dan gaib, maupun gerakan-gerakan dan sentuhan jamahan yang aneh serta komat-kamit bahasa rahasia.
MA-LEME’
Ma-leme’ adalah orang yang memiliki keahlian untuk mengobati penyakit rohani dan jasmani, lahir dan bathin, pengobatan dilakukan dengan tindakan serta gerakan-gerakan ritual, mistik dan gaib, maupun mantera dan komat kamit dengan bahasa rahasia .
MA-URU
Ma-uru adalah sebutan untuk ahli pijat tradisional yang dapat menyembuhkan sakit keseleo, pata tulang , sakit otot dll.
Dengan cara memijat sambil menggunakan minyak khusus untuk urut dan pijat.
MA-ANGKAY
Ma-angkay adalah dukun yang ahli menyingkirkan dan menghilangkan penyakit atau racun yang dikirim orang didalam tubuh manusia atau rumah serta tempat tertentu termasuk kebun, peralatan atau benda apapun , dengan cara mistik dan gaib.
PA-SA’KET-AN
Pa-sa’ket-an artinya “kiasan” , pelampiasan atau perbuatan seakan - akan melakukan sesuatu yang sebenarnya, tetapi sebenarnya hanya sebagai ungkapan, kiasan atau pelampiasan.
Contoh :
Bila seseorang digigit oleh ular berbisa “ka-luma’an” di bagian tangannya, maka seharusnya tangannya harus dipotong supaya racun tidak menjalar kebagian tubuh lainnya, tetapi dengan melakukan “su-ma-ket” mengambil sepotong kayu atau bambu, lalu bambu atau kayu tersebut dipotong seakan-akan tangan yang dipotong dengan menggunakan mantera atau bahasa doa rahasia yang khusus digunakan untuk su-ma’ket, maka racun tidak akan menjalar kebagian tubuh yang lain.
Bambu dan kayu yang digunakan disebut “si-na’ket-an”, dijadikan “pa-sa’ket-an”.
TA-WA’ANG
Ta-wa’ang adalah sejenis tanaman yang digunakan sebagai sipat tanah atau kebun atau halaman.
Menurut kepercayaan orang Kiowa , ta-wa’ang digunakan oleh Tu’ur e Tuama, sebagai tanda ikatan cinta kasih dengan Amut e We-wene.
SARAW
Saraw adalah sejenis tanaman yang batangnya menyerupai rotan dan dapat digunakan sebagai .
Orang Kyowa percaya bahwa saraw digunakan oleh Amut e We-wene sebagai tanda ikatan cinta dan kasih dengan Tu’ur e Tuama.
MA-TENGA’
Ma-tenga’ atau makan sirih pinang adalah adat kebiasaan leluhur yang dijadikan sebagai pelengkap dalam suatu acara menjamu seorang tamu, pesta, kenduri dan acara ritual maupun adat.
TENGA’
Tenga’ atau pinang adalah pelengkap keperluan upacara ritual dan digunakan juga oleh dukun sebagai bagian sesajen.
LALAY
LALAY sejenis tumbuhan dengan buah untuk keperluan TU-MENGA’ serta keperluan ritual dan obat-obatan.
KO-RO’BAR
Ko-ro’bar adalah pelepah mudah daun pinang yang digunakan sebagai .
Ko-ro’bar juga digunakan sebagai pembungkus atau dijadikan sarung untuk keperluan pengisian obat atau makanan dll.
APU
Apu adalah sejenis kapur putih yang dibuat dari bia atau kerang dan digunakan sebagai .
KERI’IT
Keri’it atau jahe ada dua jenis: yaitu KERI’IT REINDANG dan KERI’IT KULO’.
- Keri’it digunakan untuk obat dan rempah-rempah, wangi-wangian serta keperluan ritual.
- Keri’it kulo’ digunakan pula untuk keperluan dan kebutuhan lainnya, antara lain obat batuk.
SUKUR
Sukur sejenis jahe yang digunakan untuk obat terutama sebagai penangkal angin jahat atau pengusir racun dan penyakit apapun, antara lain obat perut, keperluan ritual dll.
WOWANG
Wowang atau bawang putih digunakan untuk obat-obatan, bau-bauan dan keperluan ritual.
SOLO
Solo atau minyak dibuat dari santan kelapa atau beberapa jenis buah atau tanaman yang mengeluarkan minyak .
Solo digunakan untuk obat-obatan, lampu penerangan, minyak goreng, masakan dan keperluan ritual dan kebutuhan lainnya.
RANO
Rano atau air digunakan untuk diminum baik untuk pelepas dahaga, juga untuk obat penyembuh penyakit, kebersihan, mandi, masakan, keperluan ritual dan kebutuhan lainnya.
RU’I
Ru’i atau tulang binatang apapun dijadikan ramuan obat dan keperluan ritual.
AMUT
Amut atau akar tanaman, pohon atau rumput dijadikan “pa-kerut-en” untuk ramuan obat dan keperluan ritual.
TE-TEMBUR
Te-tembut atau kemenyan dijadikan pengusir jin atau setan serta roh-roh jahat dan keperluan ritual.
SA’KETA/JARAK
Sa’keta dijadikan penangkal racun, menghancurkan dan melenyapkan kekebalan musuh hanya dengan , pemagar halaman supaya tidak dimasuki iblis atau roh jahat, dijadikan obat untuk bermacam-macam penyakit serta pa-sa’ket-an serta kebutuhan lainnya termasuk ritual
TURI
Turi dijadikan pelembab dan obat untuk orang yang baru bersalin serta keperluan ritual.
PONDANG
Pondang dijadikan rempah-rempah serta bahan obat serta keperluan ritual.
LALAI-NA WELAR
Lalai-na welar dijadikan obat panas dan penyakit lainnya serta keperluan ritual.
KA-LUNTAY
Ka-luntay dijadikan obat serta pengusir ular dan roh-roh jahat, serta keperluan ritual.
SEREWUNG
Serewung dijadikan obat kuat dan penyembuh penyakit-penyakit tertentu serta keperluan ritual.
TUNDAG
Tundag dijadikan rempah - rempah serta sayur dan keperluan ritual.
KU-KURU
Ku-kuru dijadikan rempah-rempah serta obat, wangi-wangian dan keperluan ritual (ku-kuru kulo’ wo ku-kuru reindang).
SALIMBATA’
Salimbata’ dijadikan rempah - rempah serta obat batuk, wangi-wangian dan keperluan ritual.
KUTU IN SAKIT
Kutu in sakit adalah pertanda bahwa ada keluarga sangat dekat akan meninggal.
Seseorang dalam rumah dapat dipenuhi kutu-kutu dirambut sebagai pertanda atau alamat buruk tentang adanya kedukaan.
PE-LUWA’ I ASU
Apabilall seekor anjing muntah didepan pintu, itu pertanda ada orang yang akan sakit keras atau meninggal didalam lingkungan keluarga.
TOYA’ANG MA-TUWENG
Apabila seseorang anak suka berjongkok sambil melihat diantara kaki kearah belakang, itu adalah pertanda ibunya akan hamil lagi dan ia akan memperoleh adik lagi.
TA’AR WO A’ATOR-EN WO PE-PE’DIS
TIYO’O MA-EMA’ ING KA-WENDU-AN I CAKELE TOUW, SA RA’ICA MA-SALE’ MA-KERE KA-WENDU-AN, AM-PA’PA’AN SI “WE-WENDU MA-PENDAM ING KA-WENDU-AN” SA-
Jangan mencabut nafas sesama,kalau tidak ingin nafas sendiri dicabut, sebab nafas kehidupan dijaga oleh “pemberi nafas kehidupan”, apalagi hanya dia yang dapat mencabut nafas seseorang, begitu pula siang malam dia mendengarkan nafas masing-masing, siapa yang mengambil nafas seseorang, maka nafasnya diambil untuk menggantikan nafas yang diambilnya.
WA’AR
WA’AR adalah permohonan izin secara halus dengan mendehem
SU-MOMOY
Su-momoy adalah bahasa halus untuk buang air besar.
TU-MIYA’ PORAK KU-MA’PA UTER
Tu-miya’ porak ku-ma’pa uter adalah bahasa halus atau kiasan untuk buang air besar dan air kecil.
ME’ILONG WO MI’PI’
Me’ilong wo mi’pi adalah bahasa kasar yang sama dengan berak dan kencing.
TIYO’O MA-KELAR AM-BISA-WISA atau jangan buang lendir dimana-mana karena tidak sopan dan tidak sehat.
TIYO’O MA-RURA’ AM-BISA-WISA artinya jangan buang ludah dimana saja sebab tidak sopan dan tidak sehat.
KAROT I NENDA’
Karot i nenda im bua’na ing kama adalah bersumpah dengan goresan darah yang berasal dari jari tangan, yang dilakukan untuk menyatakan kesungguhan serta sumpah dan janji setia serta ikatan persaudaraan yang tidak dapat dibatalkan.
TA’UN
“TA’UN” artinya “TAHUN”
Satu tahun (sanga ta’un) terdiri dari 1x... bulan (sanga pulu’ tu-mela’uw ... nga- serap}.
SATU BULAN (sanga serap) terdiri dari 27 hari (sanga serap pute won dua nga-pulu’ tu-mela’uw pitu ngando).
Satu tahun sama dengan 3xx hari ( sanga ta’un pute won telu nga-atus wo ...nga-pulu’ tu-mela’uw esa ngando).
Perhitungan jumlah hari didasarkan pada rata-rata kurang lebih adanya cahaya bulan, mulai dari bulan baru sampai bulan mati.
(3). SIOUW TI-TIMBOY-AN ING KA-TOUW-AN
I. KA -TOUW-AN (HIDUP) :
Ka-touw-an ka-ure-ure ( hidup kekal)
Ka-touw-an ca-wana ka-siwak-an (hidup tak terbatas)
Ka- touw-an su-miwak (hidup terbatas)
II. KA-WASA (KUASA) :
Ka-wasa i mu’kur wo si lungus wo si aseng :
KA-WASA I MU’KUR (kuasa roh) :
mu’kur ka-ure-ure (roh kekal)
mu’kur ca-wana ka-siwak-an (roh terbatas)
mu’kur ma-siwak (roh yang dapat mati).
ka-wasa i lungus (jiwa)
ka-wasa i aseng (nyawa)
KA-WASA I A’AS (akal budi) :
e’endam (indera)
a’awon (karsa)
re-reka-en (kreasi)
KA-WASA I A’ATA’( GAYA) :
e’eter (kemampuan)
keter (kekuatan)
e’eter (tenaga)
III. E’EMA’AN (CIPTAAN) :
pa-pe’ilek-en (kelihatan)
touw, aloa, ti-nanem (manusia, binatang, tumbuhan).
tana’, rano, langi, roar, ka-yo’ba’an (tanah, air, langit, alam, jagad raya.)
.a-apa-an ( benda, zat , dll.)
ca-pa-pe’ilek-en (tak kelihatan)
reges (angin)
eges (udara)
oras (musim)
pa-reka--rekan (semu)
wuni (mahluk halus)
eli’ (benda-benda magis)
limbawa (fata morgana)
IV. PA-EMAN-EN (KEPERCAYAAN)
e’eman-en (keyakinan)
a’aram-en (tradisi)
u’utur-en ( legenda)
V. SI-SIGIL-EN (ANALISA)
o’owon (mythos)
u’us (logos)
I-ile’en (realita)
VI. U’SI Y-EN (AJARAN)
aram (budaya)
re-reka’en (rekayasa)
a’andey-an (ilmu)
e’eilek-en (pengetahuan)
tu-turu’en (pendidikan)
ukung (hukum) :
a’ator-en (aturan)
adat (etika)
e-eri-en (moralitas)
VII. RE-RE’NAS-EN (KEBIJAKSANAAN)
e-eren-an (jeli)
re-reka-an (kreatip)
e’ero’an (dinamis)
VIII. MA-ANDO (SOLIDARITAS/KEBERSAMAAN)
ticoy ing to-touw-an (pola hidup)
ki’i-ki’t-an (kepemimpinan)
i’ico-an won u’uwa’an (usaha dan produksi)
mem-palus-an
men-sen-sembong-an
men-san-sawang-an
men-sun-sule-an
men-tun-tulung-an
mem-pom-popo-an
mem-pom-pokey-an
men-sun-suli’an
men-ton-tolic-an
mem-bem-bean
me-upu-upus-an
me-lelo-lelo-an
men-tan-ta’ney-an
mem-pam-pa’ando-an
me-lupu-lupu-an
mem-bem-berot-an
me-san-sakey-an
mem-bum-buleng-an
men-tenteng-tenteng-an
mem-bim-bio-an
me-aki-akin-an
mem-bom-boko’an
mem-bam-bali-an
men-tun-turu’an
meng-genang-genang-an
me-aru-aruy-an
men-san-sale’an
men-ton-to’or-an
mem-bem-beteng-an
dll.
IX. KA-SENDUK-AN (PARADISO)
ka-aruy-an (kemakmuran)
tu-tumbi’an (keadilan)
ka-elur-an (kebahagiaan) :
aler (aman)
aruy (damai)
elur (sentosa)
Galeri Foto Manado: MANADO City, Collection from the others
Jembatan Singkil Tahun 1905.
De rede van Menado, Noord-Celebes 1910.Pelabuhan Manado/muara kuala Tondano.
Gereja Centrum/Protestansche Kerk in Manado 1910.
Paardenraces te Menado. In het midden resident H.J. Schmidt 1927.Balap kuda di Manado tahun 1924. Tampak di tengah2 ada Residen ("gubernur" sekarang) H.J. Schmidt.
Fort Nieuw Amsterdam Bastion. Tempat penjagaan benteng Amsterdam 1930an.
Een deel van de haven van Manado, met linksboven het havenkantoor annex politiepost 1930.Pelabuhan Manado, di depan kantor pelabuhan & pos polisi.
Kondisi kerusakan jembatan singkil setelahPerang Dunia II 1945.
Kantor darurat Manado - Gedung Pingkan Store yg darurat, habis dibombardir pesawat sekutu 1944. Gedung ini dipakai sebagai kantor darurat perusahaan2 setelah Perang Dunia II berakhir.
Kantor Gubernur Sulut tahun 1960an yang dibangun oleh dana Permesta tahun 1957.Kini telah berdiri Matahari Departement Store/KFC, depan Markas Korem 131/Santiago Manado.
Monumen Dotu Lolong Lasut di TKB tahun 2008.Lia sandiri depe keterangan di masing-masing nama file foto.
Peranan Kawanua/Tou Minahasa dalam Perang Kemerdekaan RI
PERANAN KAWANUA / TOU MINAHASA
Oleh Bodewyn Grey Talumewo
Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob RatuLangie
Pahlawan Nasional
TTL : Tondano, 5 November 1890
TTM :
Ia adalah tokoh utama Minahasa abad ke-20. Merupakan orang
Aktivitas politiknya semakin hebat menjelang dan sesudah kemerdekaan RI. Duduk sebagai anggota PPKI kemudian pada 18 Agustus 1945, kemudian diangkat jadi Gubernur pertama Provinsi Sulawesi di Makassar. Om Sam ditangkap Belanda dan dibuang ke Serui dan Biak Papua pada 5 April 1946. Tapi di tempat pembuangan ia melatih para kader nasionalis Papua. Pada Agustus 1948 ia dibebaskan dan kembali Yogya. Pada Desember 1948 ia dan para petinggi RI ditangkap saat Agresi Militer Belanda ke-2. Ia meninggal dunia karena sakit dengan status sebagai seorang tahanan musuh (Belanda).
Lambertus Nicodemus Palar
(Babe Palar / Nico Palar)
TTL : Rurukan – Tomohon, 5 Juni 1900
TTM :
Setelah Perang Dunia II berakhir, menjadi anggota Parlemen Kerajaan Belanda Tweede Kamer di Fractie Social Demokratisch Arbeiders Party. Saat pecah perang antara tentara NICA Belanda dengan pejuang kemerdekaan RI, ia menuju Indonesia dan mengundurkan diri dari anggota Parlemen Belanda tahun 1947, lalu diangkat oleh Pemerintah RI menjadi Juru Bicara RI di PBB pada 1947-1950. Nico memperjuangkan kedaulatan Kemerdekaan
Mr. Alexander Andries Maramis (Alex)
TTL : Paniki Bawah –
TTM : Jakarta , 31 Juli 1977
Tahun 1945 menjadi anggota BPUPKI kemudian menjadi PPKI dalam Panitia 9 dan menandatangani Piagam Djakarta yang kontroversial itu. Dalam Kabinet Presidensial Pertama ia jadi Menteri Negara Kabinet RI pertama antara 19 Agustus – 25 September 1945, Menteri Keuangan kedua sejak 25 September 1945. Tahun 1947 dalam Kabinet ke-5 RI (Kabinet Amir Sjarifuddin I) sebagai Menteri Keuangan mewakili PNI. Tahun 1947-1948 dalam Kabinet ke-6 RI (Kabinet Amir II) juga sebagai Menteri Keuangan mewakili PNI. Tahun 1948-1949 dalam Kabinet Hatta Pertama (Presidentil Kabinet) jadi Menteri Keuangan. Tahun 1948-1949 saat Agresi Militer Belanda ke-2 duduk dalam Kabinet Darurat Pemerintah Darurat RI (PDRI) sebagai Menteri Luar Negeri. Tahun 1949, jadi Dubes di Filipina, lalu jadi Dubes di Jerman Barat 1953, terakhir jadi Dubes di Moskow 1955. Pensiun tahun 1958 dan menetap di Swiss.
Mr. Arnoldus Isaac Zacharias Mononutu (
TTL :
TTM :
Dikenal anti-Belanda & buronan pemerintah kolonial. Jadi aktivis Jong Minahasa 1919-1920 & Jong Celebes 1927, partai Persatuan Minahasa 1927-1930. Pada 1947-1949 jadi Anggota Parlemen NIT (Ketua Fraksi Progresif). Memprakarsai dan memimpin Goodwill Mission Parlemen NIT ke
Arie Frederick Lasut
Pahlawan Nasional
TTL : Kapataran – Tondano, 6 Juli 1918
TTM : Pakem –
Jadi salah satu pimpinan laskar KRIS Yogya, sebagai Komandan Kompi Berdiri Sendiri dalam Brigade XVI/ KRU X. Pada 16 Maret 1946 dalam usianya ke-28 tahun, diserahi tugas sebagai Kepala Jawatan Tambang dan Geologi RI di Bandung. Waktu itu pihak Belanda ingin menguasai dokumen dan data tentang masalah pertambangan dan geologi di
Mayjen Hein Victor Worang (Kembi)
Komandan Batalyon Worang
TTL : Tountalete – Tonsea, 12 Maret 1919
TTM :
Tahun 1945 Kembi Worang menjadi kepala pasukan dalam Pemuda RI Sulawesi (PRI-SAI). Pada Oktober 1945 PRI Barisan Istimewa dibentuk dengan pemimpin antara lain Worang. Pasukannya bertempur di Jawa Timur melawan Inggris dan NICA Belanda. Tahun 1949 ia memimpin batalyon sendiri (berpangkat Mayor). Pada Mei 1950 membantu Batalyon 3 Mei mencegah Sulut bergabung dengan NIT & pengaruh NICA. Bulan September 1950 pasukannya berangkat ke
Mayor Daniel Elias Mogot (Daan Mogot)
Pendiri / Direktur Pertama Akademi Militer Tangerang
TTL :
TTM : Tangerang, 25 Januari 1946
Daan Mogot masuk PETA dengan memalsukan umurnya (14 tahun) tahun 1942, lalu jadi pelatih anggota PETA di Bali &
Kolonel TNI Alexander Evert Kawilarang (Alex)
Panglima Divisi Siliwangi &
TTL : Meestercornelis Batavia, 23 Feb 1920
TTM : Jakarta, 6 Juni 2000
Pada 1945 jadi opsir penghubung dengan pasukan Inggris di
Kolonel Jacob Frederik Warouw (Joop)
Panglima TT-VII/Wirabuana
TTL :
TTM : Tombatu, Oktober 1960
Tahun 1945 menjadi Wakil Pimpinan Bagian Pasukan PERISAI (Pemuda RI Sulawesi) merangkap Kepala Barisan PRI Sulawesi (PERISAI) bulan Oktober 1945, lalu jadi salah satu Komandan Barisan Istimewa PERISAI. Tahun 1946 jadi Kepala Staf Divisi VI Tentara Laut RI (TLRI) di Lawang-Jawa Timur berpangkat Letkol (berumur 28 tahun). Pada 1946-1948 menjadi Wakil Komandan/Kepala Staf ALRI Pangkalan X di Situbondo Jatim (ex Divisi VI ALRI). Tahun 1948-1950 Komandan Brigade XVI di
Letkol Herman Nicolas Ventje Sumual
Komandan KRIS Yogyakarta
TTL : Remboken/Minahasa, 11 Juni 1923
Tahun 1945-1948 jadi perwira penghubung KRIS di Jakarta. Setelah pindah di Yogyakarta, jadi Pucuk Pimpinan Laskar "KRIS" di
Robert Wolter Mongisidi (Bote)
Pahlawan Nasional
TTL : Malalayang, 14 Februari 1925
TTM : Makassar, 5 September 1949
Tahun 1945 jadi Sekretaris LAPRIS (Laskar Pejuang Republik Indonesia Sulawesi) di bawah pimpinan Ranggong Daeng Romo. Dua kali tertangkap oleh NICA, pertama bulan Februari 1947, namun berhasil melarikan diri dari penjara. Oktober 1947 tertangkap lagi. Pahlawan Sulsel asal Bantik ini ditembak mati di hadapan regu tembak tentara NICA-KNIL dalam umur 24 tahun. Di dalam Alkitab yang dipegangnya ada kertas bertulis “Setia hingga terachir didalam kejakinan” tertanggal 5 September 1949.
Letkol Charles Choesoy Taulu (Chalie)
Pahlawan Peristiwa Merah Putih 1946
TTL : Kawangkoan, 20 Mei 1909
TTM :
Setelah Jepang kalah perang, ia melanjutkan dinasnya di dalam KNIL pada tanggal 12 Oktober 1945 setelah Pemerintahan Sipil Hindia Belanda (NICA) mengambil alih kekuasaan. Saat itu ia berpangkat Furir di kesatuan KNIL Kompi VII di Manado. Pada 14 Februari 1946 menggerakkan anggota KNIL yang pro-RI untuk menguasai Tangsi KNIL di Teling
Bernard Wilhelm Lapian
Pahlawan Peristiwa Merah Putih 1946
TTL : Kawangkoan, 30 Juni 1892
TTM :
Tahun 1933 jadi pendiri KGPM, sebuah gereja berpaham nasionalis. Jadi anggota Minahasaraad lalu Volksraad (Dewan Rakyat Hindia Belanda). Tahun 1945 jadi anggota Panitia Badan Persiapan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (BPPKI) di Tondano. Tahun 1945-1946 menjadi Kepala Distrik Manado. Dalam Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946 diangkat menjadi Kepala Pemerintahan Sipil Sulawesi Utara (Keresidenan Manado, meliputi Sulawesi Utara & Tengah). Tahun 1951-52 jadi Acting (pejabat) Gubernur Sulawesi di Makassar.
Letkol Adolf Gustaaf Lembong
TTL : Ongkau, Minsel,19 Oktober 1910
TTM :
Tahun 1943 ia pergi ke Filipina menjadi anggota pasukan sekutu ABDA (American, British, Dutch,
©Tomohon, 17-18 Agt 2006 & ©Manado, 5 Nov 2009 – Bodewyn Grey Talumewo
Daftar Kawanua Minahasa yang menjadi Jenderal TNI/Polri
DAFTAR KAWANUA MINAHASA YANG MENJADI JENDERAL TNI/POLRI (update)
Oleh Bodewyn Grey Talumewo
A
Andries, Brigjen Inf. Purn.TNI Purn. Hubertus Johanes –Korps Infanteri, Wagub Kalteng pertama, anggota DPR/MPR, pengurus KKK
Awuy, Laksamana Pertama Drs. Johnny E. – Dan Lantamal Jakarta, Bendahara pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Masa Bhakti 2001 - 2006

















