Bangsa Minahasa

Setiap bangsa yang ingin mempertahankan jati dirinya, harus menghargai warisan suci tradisi dan budaya dari para leluhurnya; Kita (bangsa Minahasa) harus memelihara dan mempertahankan tradisi dan budaya bangsa Minahasa dengan segenap kemampuan dan semangat, karena semangat itu sendiri tidak lain mengandung tradisi dan budaya Minahasa. (Dr. Sam Ratulangi: Fikiran - 31 Mei 1930)

Saya tidak akan mempermasalahkan apakah keberadaan bangsa kami Minahasa disukai atau tidak, karena itu adalah permasalahan teoritis. Bagi saya dan bangsa saya Minahasa, sudah jelas, bahwa kami memiliki hak untuk eksis.
Jadi, tugas kami adalah bagaimana menjamin kelanjutan eksistensi bangsa Minahasa ini, dan sedapat mungkin memperkecil penetrasi asing. Kami berusaha untuk merumuskan suatu tujuan yang sesuai dengan kecenderungan-kecenderungan rakyat kami dalam menjalankan tugas tadi. Dan agar usaha-usaha kami itu dapat diterima dan dihargai, kita perlu mengenal hal-hal yang mendasarinya, yaitu: posisi Minahasa selama ini terhadap negara-negara sekitarnya.
("Het Minahassisch Ideaal" / Cita-cita Minahasa oleh DR. GSSJ Ratu Langie, ‘s-Gravenhage, Belanda - 28 Maart 1914)

Sabtu, 30 Januari 2010

Galeri Foto Pribadi: Memori di Perpustakaan Minahasa AZR Wenas

Bode Talumewo di Perpustakaan Minahasa AZR Wenas.
Dua minggu sebelum berhenti. Foto tanggal 8 Juli 2008.


Bode Talumewo di Perpustakaan Minahasa AZR Wenas.
Dua minggu sebelum berhenti. Foto tanggal 8 Juli 2008.

Galeri Foto Minahasa: ex Minahasaraad selesai direnovasi


Gedung ex Minahasaraad selesai direnovasi. Foto tanggal 11 Mei 2009

Jumat, 29 Januari 2010

Galeri Foto Minahasa: Majoor Bintang Tololiu H.W. Dotulong

Majoor Bintang Tololiu Hermanus Willem Dotulong (1795-1888).

Galeri Foto Pribadi: Batu menhir di Lelema - Tumpaan


Batu menhir di Lelema - Tumpaan tanggal 1 Oktober 2009.

Galeri Foto Pribadi: Batu Tumotowa Kawangkoan (pertama)


Batu tumotowa Kawangkoan (pertama) 17 September 2009.
Dipindahkan dari Le'ler (Mawale) di Talikuran utara.

Galeri Foto Minahasa: Ds. A.Z.R. Wenas

Ds. A.Z.R. Wenas
Ketua Sinode GMIM


Ds. A.Z.R. Wenas & ibu.

Galeri Foto Minahasa: Para Hukum Besar/Majoor Distrik di Minahasa


Hukum Besar/Patih Hein C. Mantiri
Mantan Bupati Minahasa

Hukum Besar/Majoor Toulour E.J.S. Lumanauw

Hukum Besar/Majoor Tonsea E.H.W. Pelenkahu

Hukum Besar/Majoor Kawangkoan Carolus A. Waworuntu

Hukum Besar/Majoor Amurang F. Ompi

Hukum Besar Kakas-Remboken Albert Inkiriwang
Opa dari Mayjen TNI. Purn Albert Inkiriwang.

Hukum Besar Manado N.W. Wakkary.

Majoor Bintang Albertus Lasut Waworuntu.
Majoor Sonder
Anggota Volksraad 1919-1923.

Hukum Besar Tomohon Lucas Werwer Wenas.
Asal usul fam WENAS dari Tomohon.


Selasa, 22 Desember 2009

Galeri Foto: Seminar/Lokakarya Injil & Kebudayaan Minahasa 29-30 Okt 2009

Seminar - Lokakarya Injil & Kebudayaan Minahasa
Tanggal 29-30 Oktober 2009 di aula Kantor Bupati Minahasa - Tondano

Lokasi di Kantor Bupati Minahasa.

Menginap di Hotel Tondano.

Di lokasi seminar.

Seminar sedang berlangsung

Sebagian peserta seminar.

Bode & kedua pendeta - Pdt. Dr. R.A.D. Siwu

Denni Pinontoan & Pdt. David Tulaar

Bode & Pdt. David Tulaar

Bode & Audy W.M.R. Wuisang, S.Th.

Personalia Kawanua (Tou Minahasa) dlm Kabinet RI 1945-2014

PERSONALIA KAWANUA

( TOU MINAHASA )

DALAM KABINET NEGARA REPUBLIK INDONESIA 1945-2014


Oleh Bodewyn Grey Talumewo

www.bode-talumewo.blogspot.com



Tomohon – Manado

©2006-2009


Tou Minahasa (Kawanua) yang pernah menjadi menteri dlm kabinet RI :

1. Mr. Alexander Andries (Alex) Maramis (Tonsea)

2. Ir. Herling Laoh (Sonder)

3. Frits Laoh (Sonder)

4. Mr. Arnoldus Isaac Zacharias (Arnold) Mononutu (Tonsea/Minut)

5. Frans Ferdinand (Nyong) Umbas (Kawangkoan)

6. Gustaaf Adolf (Utu’) Maengkom (Tondano)

7. Ir. Freddy Jaques (Fred) Inkiriwang (Kakas)

8. Ds. Wilhelm Johanis (Wim) Rumambi (Kakas-Tondano)

9. Drs. Jan Daniel Massie (Langowan)

10. Hans A. Pandelaki (Tomohon)

11. Drs. Theo Leo Sambuaga (Manado/Tonsea)

12. Jenderal TNI Try Soetrisno (Supit – Tompaso/Kanonang)

13. Laksamana TNI Soedomo (Rawis – Tompaso)

14. Hayono Isman (Wowor – Remboken)

15. Letjen. TNI Purn. Evert Ernest (Lape) Mangindaan, SH, SE (Amurang)


Kabinet-kabinet RI:

1. Kabinet Presidentil (19 Agustus 1945 - 14 November 1945)

Menteri Negara Mr. Alex Andries Maramis (sejak 25 September 1945 menjadi

Menteri Keuangan ke-2 karena Dr. Samsi berhenti sbg Menkeu sejak 26 Sept. 1945)

2. Kabinet Sjahrir I (14 November 1945 - 12 Maret 1946)

3. Kabinet Sjahrir II (12 Maret 1946 - 2 Oktober 1946)

Menteri Muda Pekerjaan Umum Ir. Herling Laoh (PNI)

4. Kabinet Syahrir III (2 Oktober 1946 - 27 Juni 1947)

Menteri Muda Pekerjaan Umum Ir. Herling Laoh (PNI)

5. Kabinet Amir Sjarifuddin I (3 Juli 1947 - 11 November 1947)

Menteri Keuangan Mr. Alex Andries Maramis (PNI)

Menteri Muda Pekerjaan Umum Ir. Herling Laoh (PNI) (Jabatan Menmud PU ditiadakan saat Ir.H.Laoh menjadi Menteri PU tanggal 11 Agustus 1947 menggantikan Moh. Enoch yang berhenti sebagai Menteri PU)

6. Kabinet Amir Sjarifuddin II (sesudah reshuffling 11 November 1947 - 29 Jan 1948)

Menteri Keuangan Mr. Alex Andries Maramis (PNI)

Menteri Pekerjaan Umum Ir. Herling Laoh (PNI)

7. Kabinet Hatta I / Presidentil Kabinet (29 Januari 1948 - 4 Agustus 1949)

Menteri Keuangan Mr. Alex Andries Maramis (PNI)

8. Kabinet Darurat / PDRI (19 Desember 1948 - 13 Juli 1949)

Menteri Luar Negeri Mr. Alex Andries Maramis (di India)

9. Kabinet Hatta II / Presidentil Kabinet (4 Agustus 1949 - 20 Desember 1949)

Menteri Perhubungan Ir. Herling Laoh (PNI)

Menteri Pekerjaan Umum Ir. Herling Laoh (PNI)

10. Kabinet RIS (Pertama & Terakhir) (20 Desember 1949 - 6 September 1950)

Menteri Penerangan Arnoldus Isaac Zacharias Mononutu (PNI)

Menteri Perhubungan Tenaga/Pekerjaan Umum Ir. H. Laoh (PNI)

11. Kabinet Susanto (Kabinet RI Yogya) (20 Desember 1949 - 21 Januari 1950)

12. Kabinet Halim (Republik Indonesia Yogya) (21 Januari 1950 - 6 September 1950)

13. Kabinet Natsir (Kabinet RI Kesatuan Pertama & Kabinet selanjutnya merupakan Kabinet RI Kesatuan) (6 September 1950 - 27 April 1951)

14. Kabinet Sukiman - Suwirjo (27 April 1951 - 3 April 1952)

Menteri Penerangan Arnold I.Z. Mononutu (PNI)

15. Kabinet Wilopo (3 April 1952 - 30 Juli 1953)

Menteri Penerangan Arnold I.Z. Mononutu (PNI)

16. Kabinet Ali Sastroamidjojo I (30 Juli 1953 - 12 Agustus 1955)

17. Kabinet Burhanuddin Harahap (12 Agustus 1955 - 24 Maret 1956)

Menteri Perhubungan Frits Laoh (PRN)

18. Kabinet Ali Sastroamidjojo II (24 Maret 1956 - 9 April 1957)

Menteri Muda Perekonomian Frans I. (Nyong) Umbas (Parkindo)

19. Kabinet Karya (Kabinet Djuanda) (9 April 1957 - 10 Juli 1959) (Zaken Kabinet)

Menteri Kehakiman Gustaaf A. (Utu’) Maengkom

Menteri Perindustrian Ir. Fred J. Inkiriwang

20. Kabinet Kerja (10 Juli 1959 - 18 Februari 1960)

Menteri Muda Penghubung MPR/DPR Ds.W.J. Rumambi (Parkindo)

21. Kabinet Kerja II (18 Agustus 1960 - 6 Maret 1962)

Menteri Penghubung DPR & MPR Ds. W.J. Rumambi (Parkindo)

22. Kabinet Kerja III (6 Maret 1962 - 13 November 1963)

Menteri Penghubung DPR/MPR/DPA/Depernas Ds.W.J.Rumambi

23. Kabinet Kerja IV (13 November 1963 - 27 Agustus 1964)

Menteri Urusan Penertiban Bank & Modal Swasta J.D. Massie (sejak 1 Agustus 1964 menggantikan Dr. Suharto yang dibebaskan dari jabatan itu)

Menteri Penghubung MPRS/DPR/DPA Ds. W.J. Rumambi (Parkindo)

24. Kabinet Dwikora (Kabinet Seratus Menteri) (27 Agustus 1964 - 28 Mar 1966)

Menteri Urusan Penertiban Bank & Usaha Modal J.D. Massie

Menteri Penghub. MPR/DPR/DPA/Front Nasional W.J. Rumambi

Pemeriksa Keuangan Agung Muda/Anggota BPK a.l. H.A.Pandelaki (pejabat yang berkedudukan sebagai menteri)

25. Kabinet Dwikora yang Disempurnakan Lagi (28 Maret 1966 - 25 Juli 1966)

Menteri Penerangan Ds. W.J. Rumambi (Parkindo)

Deputi Menteri Keuangan Urusan Anggaran H. Pandelaki

Asisten Waperdam bidang Ekonomi a.l. J.D. Massie

26. Kabinet Ampera (25 Juli 1966 - 17 Oktober 1967)

27. Kabinet Ampera yang disempurnakan (11 Oktober 1967 - 6 Juni 1968)

28. Kabinet Pembangunan I (6 Juni 1968 - 27 Maret 1973)

29. Kabinet Pembangunan II (27 Maret 1973 - 24 Maret 1978)

30. Kabinet Pembangunan III (24 Maret 1978 - 16 Maret 1983)

31. Kabinet Pembangunan IV (6 Maret 1983 - 21 Maret 1988)

32. Kabinet Pembangunan V (21 Maret 1988 - Maret 1993)

33. Kabinet Pembangunan VI (Maret 1993 - Maret 1997)

Menteri Pemuda & Olah Raga Hayono Isman (Golkar)

34. Kabinet Pembangunan VII (Maret 1997 - Mei 1998)

Menteri Tenaga Kerja Drs. Theo Leo Sambuaga (Golkar)

35. Kabinet Reformasi Pembangunan (Mei 1998 - Oktober 1999) pimpinan Presiden Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie

Menteri Negara Perumahan dan Permukiman Rakyat Drs.Theo L. Sambuaga (Golkar)

36. Kabinet Persatuan Nasional (Oktober 1999 - Juli 2001) pimpinan Presiden K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

37. Kabinet Gotong Royong (Juli 2001 - 24Oktober 2004) pimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri

38. Kabinet Indonesia Bersatu I (24 Oktober 2005 - 23 Oktober 2009) pimpinan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono

39. Kabinet Indonesia Bersatu II (24 Oktober 2009 - Oktober 2014)

Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi Letjen TNI Purn. Evert Ernest Mangindaan, SH, SE (Partai Demokrat)



Keterangan Singkat Para Mantan Menteri:


Mr. Alexander Andries Maramis (PNI)

TTL : Paniki Bawah Manado, 20 Juni 1897

TTM : Jakarta, 31 Juli 1977

Tahun 1945 jadi anggota BPUPKI lalu jadi anggota PPKI dalam Panitia Sembilan yang membahas UUD 1945 serta menandatangani Piagam Djakarta yang memuat tentang Syariat Islam yang kontroversial itu. Tahun 1948 jadi anggota Delegasi Indonesia dalam KMB. Tahun 1950, menjadi Duta Besar di Filipina, lalu Dubes di Jerman Barat 1953, terakhir Dubes di Uni Soviet 1955. Tahun 1958 pensiun dan berdomisili di Swiss.

Kariernya sebagai menteri RI:

- Sebagai Menteri Negara dlm Kabinet Presidentil (19 Agt 1945–14 Nov 1945) (sejak 25 Sept 1945 jadi Menteri Keuangan ke-2 karena Menkeu sebelumnya, berhenti tgl 26 Sept 1945)

- Sebagai Menteri Luar Negeri dlm Kabinet Darurat / PDRI (19 Des 1948– Juli 1949) (di India)

- Sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Amir Sjarifuddin I (3 Juli 1947 11 Nov 1947)

- Sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Amir Sjarifuddin II (sesudah reshuffling 1947–1948)

- Sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Hatta I / Presidentil Kabinet (Jan 1948 – Agt 1949)


Prof. Mr. Arnoldus Isaac Zacharias Mononutu (Arnold) (PNI)

TTL : Manado, 4 Desember 1896
TTM : Jakarta, 5 September 1983

Eks tapol Digul (“Digulis”) ini adalah Ketua partai Persatuan Indonesia di Ternate. Jadi anggota Parlemen NIT, sebagai Ketua Fraksi Progresif pada 1947-1949. Memprakarsai & memimpin Goodwill Mission Parlemen NIT ke Yogya (waktu itu jadi ibukota Republik Indonesia Serikat) menyebabkan NIT bubar & bergabung dgn NKRI. Jadi Dubes RI di Cina 1953-55. Jadi Rektor Universitas Hasanuddin bergelar Guru Besar (Profesor) pada 1960-65 & mendirikan beberapa fakultas baru.

Kariernya sebagai menteri RI:

- Sebagai Menteri Penerangan dalam Kabinet RIS (Pertama & Terakhir) (Des 1949 – Sept 1950)

- Sebagai Menteri Penerangan dalam Kabinet Sukiman – Suwirjo (27 April 19513 April 1952)

- Sebagai Menteri Penerangan dalam Kabinet Wilopo (3 April 1952 – 30 Juli 1953)


Ir. Herling Laoh (PNI)

TTL : Tompaso (asal Sonder)

TTM :

Putra tukang emas asal Sonder kelahiran Tompaso ini meraih gelar insinyur pada tahun 1925 di ITB Bandung dan merupakan sahabat Bung Karno sejak mahasiswa. Perintis profesi kontraktor sarana & prasarana di kalangan pribumi Indonesia. Jadi kontraktor pembangunan Pelabuhan Samudera Bitung. Jadi tokoh POR Maesa. Waktu Pergolakan, bergabung dengan Permesta dan diangkat jadi Menteri Negara PRRI-Permesta.

Kariernya sebagai menteri RI:

- Kabinet Sjahrir II (Maret 1946 - Okt 1946) sbg Menteri Muda PU

- Kabinet Syahrir III (2 Oktober 1946–27 Juni 1947) sebagai Menteri Muda Pekerjaan Umum

- Kabinet Amir Sjarifuddin I (Juli 1947 – Nov 1947) sebagai Menteri Muda Pekerjaan Umum

(Jabatan Menmud PU ditiadakan saat Ir. H. Laoh menjadi Menteri PU)

- Kabinet Amir Sjarifuddin II (sesudah reshuffling Nov 1947 – 1948) sebagai Menteri PU

- Kabinet Hatta II / Presidentil Kabinet (4 Agustus 1949– 20 Desember 1949) sebagai Menteri Pekerjaan Umum merangkap Menteri Perhubungan

- Kabinet RIS (Pertama & Terakhir) (1949 – 1950) sebagai Menteri Perhubungan Tenaga/PU


Frits H. Laoh (PRN)

TTL : Tompaso, 1882
TTM : 1961

“Laoh ekonom” ini kakak kandung Ir. H. Laoh & menjadi tokoh (pakakaan) Pemoeda Maesa (JVM) dan tokoh POR Maesa. Jadi anggota Volksraad (Dewan Rakyat Hindia-Belanda) tahun 1919-1927 & 1921-1931, bersama Dr. Sam Ratulangi. Tokoh Partai Rakyat Nasional (PRN). Walau ia ahli ekonomi, namun jadi Menteri Perhubungan.

Kariernya sebagai menteri RI:

- Menteri Perhubungan dalam Kabinet Burhanuddin Harahap (12 Agustus 195524 Maret 1956)


Frans Ferdinand (Nyong) Umbas (Parkindo)

TTL : Kawangkoan, 25 Juli 1915
TTM : Jakarta, 1997

Ia turut memprakarsai berdirinya Pemoeda Maesa (JVM) tahun 1934. Hobi memotret disalurkannya dengan bergabung bersama Alex & Frans Mendur serta kakaknya J.K. Umbas mendirikan kantor berita foto IPPHOS tahun 1946. Mendirikan sendiri sebuah bank bernama Bank Menengah pada 1964, lalu mendirikan usaha pelayaran antar-pulau PT USO. Tokoh DPP Parkindo ini kemudian terpilih menjadi Menmud Perekonomian.

Kariernya sebagai menteri RI:

- Sebagai Menteri Muda Perekonomian dalam Kabinet Ali Sastroamidjojo II (1956–1957)


Gustaaf Adolf Maengkom (Utu’)

TTL : Tondano, 11 Maret 1907

TTM : Jakarta, 25 Mei 1984

Ia sempat studi di RHS (Sekolah Hukum) 1929-1933, namun tidak tamat karena banyak ribut dengan dosen-dosen Belandanya. Turut mendirikan Pemoeda Maesa (JVM). Jadi anggota Laskar KRIS di Yogya berpangkat Mayor TNI. Disusupkan ke Minahasa lalu mendirikan Pemuda KRIS. Pernah dipenjarakan NICA gara-ara menerbitkan koran Gelora Maesa. Walau bukan sarjana hukum namun jadi hakim Pengadilan Negeri di Bali & Makassar 1950-57.

Kariernya sebagai menteri RI:

- Sebagai Menteri Kehakiman dlm Kabinet Karya (Kabinet Djuanda) (9 Apr1957 - 10 Juli 1959)


Ir. Freddy Jaques Inkiriwang (Fred)

TTL : Mojokerto – Jawa Timur, 2 September 1912

TTM :

Putra Kakas ini mendapat gelar insinyur elektro tahun 1937 di Delft Belanda. Pernah jadi Ketua Pemoeda Maesa tahun 1939-1942. Jadi Kepala Jawatan Listrik & Gas RI yang pertama tahun 1946 saat pemerintah RI berada di Yogyakarta. Sempat menjadi Menteri Pendidikan merangkap Menteri Kesehatan dalam Kabinet Likuidasi Negara Indonesia Timur (Kabinet NIT Terakhir).

Kariernya sebagai menteri RI:

- Sebagai Menteri Perindustrian dalam Kabinet Karya (Kabinet Djuanda) (9 April 1957 - 10 Juli 1959)


Ds. Wilhelm Johanis Rumambi (Wim) (Parkindo)

TTL : Tompaso, 7 April 1916

TTM : Jakarta, 22 Januari 1984

Domeni/Pendeta Wim Rumambi adalah pendeta GMIM dan turut mendirikan DGI (sekarang PGI) & Sekretaris Umum pertama, serta Sekretaris Umum Lembaga Alkitab Indonesia. Tokoh Partai Kristen Indonesia (Parkindo) & duduk di Dewan Konstituante RI mewakili Parkindo. Satu-satunya pendeta yg masuk dalam jajaran kabinet RI.

Kariernya sebagai menteri RI:

- Kabinet Kerja (Juli 1959 – Feb 1960) sebagai Menteri Muda Penghubung MPR/DPR

- Kabinet Kerja II (Agustus 1960 – Maret 1962) sebagai Menteri Penghubung DPR & MPR

- Kabinet Kerja III (1962–1963) sebagai Menteri Penghubung DPR/MPR/DPA/Dewan Perancang Nasional

- Kabinet Kerja IV (Nov 1963 – Agustus 1964) sebagai Menteri Penghubung MPRS/DPR/DPA

- Kabinet Dwikora (Kabinet Seratus Menteri ) (1964–1966) sebagai Menteri Penghubung MPR/DPR/ DPA/Front Nasional

- Kabinet Dwikora yang Disempurnakan Lagi (Maret 1966 – Juli 1966) sebagai Menteri Penerangan


Hans A. Pandelaki

TTL : Tomohon, 1909 TTM :

Pernah jadi Kepala Jawatan Bea Cukai RI lalu jadi Deputi Menkeu RI dalam urusan bidang moneter. Menjadi Dubes RI untuk PBB di Geneva Swiss. Pernah jadi Sekjen PSSI.

Kariernya sebagai menteri RI:

- Salah satu Pemeriksa Keuangan Agung Muda/Anggota BPK (jabatan ini berkedudukan sebagai menteri) dlm Kabinet Dwikora (Kabinet 100 Menteri) (1964–1966)

- Deputi Menteri Keuangan Urusan Anggaran (jabatan setingkat Menteri) di Kabinet Dwikora yg Disempurnakan Lagi


Drs. Jan Daniel Massie

TTL : Langowan, 20 November 1901 TTM :
Tanggal 28 Maret 1966 menjadi Presiden Direktur Bank Dagang Negara (BDN).

Kariernya sebagai menteri RI:

- Menteri Urusan Penertiban Bank & Modal Swasta dlm Kabinet Kerja IV (1963–1964) (sejak 1 Agustus 1964 menggantikan Dr. Suharto yang dibebaskan dari jabatan itu)

- Menteri Urusan Penertiban Bank & Usaha Modal dalam Kabinet Dwikora (Kabinet Seratus Menteri) (27 Agustus 1964 – 28 Maret 1966)

- Asisten Waperdam bidang Ekonomi dlm Kabinet Dwikora yg Disempurnakan Lagi


Hayono Isman (Golkar)

TTL : Jakarta, 25 April 1955

Putra Remboken ini adalah anak dari Els Wowor dan Mas Isman (pendiri Kosgoro), menjadi Menpora dalam Kabinet Orba.

Kariernya sebagai menteri RI:

- Menteri Pemuda & Olah Raga dalam Kabinet Pembangunan VI (1993 – 1997).


Drs. Theo Leo Sambuaga, MA., MIPP (Golkar)

TTL : Manado, 6 Juni 1949

Jadi Sekjen DPP KNPI 1981, jadi anggota DPR/MPR 1987-97, 1997-98 wakili Sulut dalam posisi sebagai Ketua Fraksi Karya Pembangunan (Golkar) sebelum jadi menteri. Jadi Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP), salah satu Ketua Komisi Inter Parliament Union (IPU).

Kariernya sebagai menteri RI:

- Menteri Tenaga Kerja di Kabinet Pembangunan VII (1997–98)

- Menteri Negara Perumahan & Permukiman Rakyat dalam Kabinet Reformasi Pembangunan (1998–1999)


Letjen. TNI Purn. Evert Erenst Mangindaan, SH., SE. (Lape) (Demokrat)

TTL : Solo, 5 Januari 1943

Putra pendiri PSSI asal Pondang–Amurang ini jadi Danrem 083 Kodam V/Brw, Gubernur Seskoad 1993-95, serta Gubernur Sulut 1995-2000. Pendiri & Sekjen Partai Demokrat 2004-05. Setelah rakyat Sulut merasa ditipu/dipecundangi/dikecewakan lantaran janji SBY agar Lape’ jadi menteri di KIB I tak terlaksana, akhirnya tgl 23 Oktober 2009 ia dilantik sbg Meneg PAN di KIB II.

Kariernya sebagai menteri RI:

- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi dlm Kabinet Indonesia Bersatu II (2009–2014)


Dapat juga disebutkan di sini Jenderal TNI Try Soetrisno (anak luar dari dr. Sam Supit asal Tompaso/Kanonang) jadi Kepala Staf TNI-AD, Panglima ABRI 1988-93, Wakil Presiden RI 1993-97; Laksamana TNI Soedomo (anak luar om Rawis di Tompaso) jadi Kastaf TNI-AL 1969-73, Pangkokamtib, Menkopolkam, Ketua DPA, kong maso Islam.

Sejumlah mantan menteri yang beristri orang Minahasa, seperti Menkeu-Mendag-Menperin Prof. Dr. Soemitro Djoyohadikusumo (suami Dorah Sigar & ayah Letjen Prabowo Subianto), Menlu Prof. Mr. R. Soenario (suami Dina Maranta Pantouw), Menkeu-Mendag-Menkop Drs. Radius Prawiro (suami Leony Supit), Meneg LH-Meneg Kelautan Ir Sarwono Kusumaatmaja (suami Nini Maramis), Laksamana TNI Soedomo (mantan suami Siska Piay), Menteri Kehakiman Oetojo Oesman SH, Meneg BUMN Laksamana Sukardi (suami Ratih Wullur). Juga Menko Kesra Agung Laksono (suami Amelia Wenas) & Menkes dr. Endang Rahayu Sedyaningsih (istri dr. M.J.M. Mamahit).


©Tomohon, 17-18 Agt 2006 & ©Manado, 5 Nov 2009 – Bodewyn Grey Talumewo

Segala pengutipan di blog ini harap mencantumkan sumber "Dikutip dari blog www.bode-talumewo.blogspot.com".
Yang tidak menghormati asas Hak Cipta: BABI DENG NGONI!!!!!!!!!!

Daftar Koleksi Buku Milik Bode Talumewo yang pernah dipinjamkan kepada Perpustakaan Minahasa AZR Wenas

DAFTAR JUDUL (BUKU / TULISAN) MENURUT JUDUL BUKU

KOLEKSI Perpustakaan MINAHASA AZR Wenas


Milik Bode Talumewo yang pernah dipinjamkan kepada Perpustakaan Minahasa AZR Wenas (mar da ambe ulang)


No.

Judul Buku

Pengarang

Jlh Hlm

Penerbit

Kota

Tahun Terbit

1

A.B.J. Tengker: Perintis Pendidikan Manajemen di Indonesia

Tim Penyusun - Aristides Katoppo,dkk

226

Pustaka Sinar Harapan

Jakarta

1998

2

Apakah Engkau Mengasihi Aku?: Sejarah GMIM Jilid I

Pdt. D.M. Lintong

127

Tomohon

2004

3

Berita Berkala Vulkanologi Edisi Khusus No. 124/1990 - Gunung Tangkoko

Direktorat Vulkanologi & Geofisika

9

Direktorat Vulkanologi & Geofisika

Bandung

1990

4

Berita Berkala Vulkanologi Edisi Khusus No. 145/1990 - Gunung Mahawu

Direktorat Vulkanologi & Geofisika

6

Direktorat Vulkanologi & Geofisika

Bandung

1990

5

Berita Berkala Vulkanologi Edisi Khusus No. 146/1990 - Gunung Soputan

Direktorat Vulkanologi & Geofisika

6

Direktorat Vulkanologi & Geofisika

Bandung

1990

6

Berita Berkala Vulkanologi Edisi Khusus No. 183/1992 - Gunung Ambang

Direktorat Vulkanologi & Geofisika

12

Direktorat Vulkanologi & Geofisika

Bandung

1992

7

Berita Berkala Vulkanologi Edisi Khusus No. 184/1992 - Gunung Lokon

Direktorat Vulkanologi & Geofisika

14

Direktorat Vulkanologi & Geofisika

Bandung

1992

8

Berita Berkala Vulkanologi Edisi Khusus No. 185/1992 - Gunung Karangetang

Direktorat Vulkanologi & Geofisika

15

Direktorat Vulkanologi & Geofisika

Bandung

1992

9

Berita Berkala Vulkanologi Edisi Khusus No. 187/1992 - Gunung Awu

Direktorat Vulkanologi & Geofisika

14

Direktorat Vulkanologi & Geofisika

Bandung

1992

10

Berita Berkala Vulkanologi Edisi Khusus No. 206/1992 - Gunung Klabat (B)

Direktorat Vulkanologi & Geofisika

14

Direktorat Vulkanologi & Geofisika

Bandung

1992

11

Bermula dengan Riedel - Perspektif: Buku Panduan Pameran Riedel 1993

Reinhilde Freise (penerjemah David Tulaar)

31

Panitia HUT PI ke-162 & Pameran Riedel

1993

12

Buku Bacaan Bahasa Tontemboan - Kelas III Sekolah Dasar

Dinas P & K Sulut

55

Dinas P & K Sulut

Manado

1992

13

Buku Pelajaran Bahasa Daerah Tountemboan untuk Kelas IV SD

Dinas P & K Sulut

35

Dinas P & K Sulut

Manado

1992

14

Buletin Dewan Gereja Wilayah Sulutteng - Latar Belakang Metode Pekabaran Injil dari Johann Friedrich Riedel di Tondano - dibacakan pada Dies Natalis II UKIT 20 Februari 1967

Drs. S. J. Runia

32

DGW Sulutteng

Tomohon

1967

15

Bunga Rampai: Sejarah dan Anthropologi Budaya Minahasa Jilid I

Taulu H.M.

56

Toko Buku ' Tunas Harapan'

Manado

1981

16

Cerita Rakyat Dari Minahasa

Aneke Sumarauw Pangkerego

42

Grasindo - PT Gramedia

Jakarta

2001

17

Cerita Rakyat Dari Sulawesi Utara dan Tengah

Aneke Sumarauw Pangkerego & P. N. Tiendas (DGW Sulutteng)

47

Grasindo

Jakarta

2000

18

Cerita Rakyat untuk SD Kelas 3 SD (Buku Mulok SD Sulut)

Drs. Montori Soleman

144

PT Pabelan Manado

Manado

2000

19

Data Dasar Gunungapi Indonesia

K. Kusumadinata (editor), Subroto, J.A. Katili, dll

99-815

Direktorat Vulkanologi & Geofisika - Departemen Pertambangan

Bandung

1979

20

Ds. A.Z.R. Wenas Ketua Sinode GMIM (1942-1967) - Tesis Ujian Sarjana Theologia

Pdt. D.M. Lintong, Sm.Th.

115

Fakultas Theologia UKIT

Tomohon

1978

21

Kamus Etymology - Malesung / Minahasa - Indonesia

Taulu H.M.

Yayasan Budaya "Membangun"

Tomohon

1982

22

Ibu Maria Walanda Maramis: Pejuang Wanita Minahasa

A.P. Matuli-Walanda

Pustaka Sinar Harapan

Jakarta

1983

23

Indonesia di Pasifik

Doctor G.S.S.J. Ratu Langie

167

Penerbit Sinar Harapan

Jakarta

1982

24

Info Kawanua - Edisi Perdana (Hari Jadi Minahasa 556 tahun) 1984 (buletin)

Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK)

64

Perhimpunan KKK

Jakarta

1984

25

Kakantaren Patuuan e Matontemboan

Pdt. (Em.) A.B.G. Rattu

Sinode GMIM

Tomohon

1998

26

Kakantaren Paumungan im Paemanan e ma Tountemboan wo se Tonsea

BP Sinode

BP Sinode GMIM

Tomohon

1996

27

Kamus Tombulu - Indonesia

K.Y. Ering

119

Tomohon

2004

28

Keke Pandagian - Seri Cerita Rakyat Sulut (Bacaan Murid SD)

Dinas P & K Sulut

28

Dinas P & K Sulut

Manado

1977

29

Kekristenan di Minahasa (Suatu Studi Tentang Sejarah Pekabaran Injil di Minahasa, Khususnya di Ratahan & Peranan Agama Suku) - Thesis

Julius Albert Pontororing

The South East Asia Graduate School of Theology

Singapore

1985

30

Kissah Pemberontakan di Indonesia

Tiardjono B.A.

151

Jakarta

1959

31

Korban Nan Tak Sia-sia: Sekelumit Perdjuangan Wolter Robert Monginsidi

M. Thaib

64

Iqbal Djakarta

Jakarta

tanpa tahun

32

Lima Puluh (50) Tahun Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946 - 1996

Panitia HUT 50 Tahun Peristiwa Merah Putih

89

Pustaka Sinar Harapan

Jakarta

1996

33

Mapalus di Minahasa

Dr. J. Turang

35

Posko Operasi Mandiri Dati II Kabupaten Minahasa

Manado

1983

34

Maria Clara

Anna M. Massie

60

Pustaka Jaya

Jakarta

1974

35

Masa Awal Pertumbuhan GMIM

Pdt. DR. J. M. Saruan, M.Th.

Kantor Sinode GMIM Tomohon

Tomohon

2004

36

Mengenal Penghijauan dan Hutan Tanaman Industri

Departemen Kehutanan

14

Offset Wenang/Toko Lima

Manado

1988

37

Minahasa: Adat Istiadat, Agama (Klipping)

Bodewyn Talumewo

Minahasa

1993

38

Minahasa: Masa Lalu dan Masa Kini - Hingga ± pertengahan abad ke-19 (Suatu sumbangan untuk studi Wilayah dan Bangsa-Bangsa)

N. Graafland (penterjemah Joost Kullit)

558

Lembaga Perpustakaan Dokumentasi & Informasi

Jakarta

1987

39

Minahasa: Pemberontakan, Perjuangan dan Harga Diri

Bodewyn Talumewo

Minahasa

1993

40

Minahasa: Tokoh (Klipping)

Bodewyn Talumewo

Manado

2005

41

Minahasa: Gereja (Klipping)

Bodewyn Talumewo

Manado

2000

42

Musik Tradisional Sulut untuk SD kelas 6 (Buku Mulok SD Sulut)

Drs. Montori Soleman

86

PT Pabelan

Manado

2000

43

PEQIP: Laporan Perkembangan PEQIP Sulawesi Utara 1992/1993 - 1998/1999

Kanwil Departemen P & K Provinsi Sulawesi Utara

53

Kanwil Departemen P & K Provinsi Sulawesi Utara

Manado

1998

44

Peran Elitte Agama dalam Membina Kerukunan Hidup Antarumat Beragama di Kota Manado

Drs. Lexi A. Lonto, M.Si.

147

Wineka Media

Malang

2003

45

Perjumpaan Adat dan Kekristenan di Minahasa

Pdt. Edmond Ch. Moningka, MTh

132

Christian Ecumenical Vision

Jakarta

2005

46

Permesta: Jejak-jejak Pengembaraan

Phill M. Sulu

195

Pustaka Sinar Harapan

Jakarta

1997

47

Ringkasan Sejarah Toundanow - Tonsawang (Disampaikan pada Musyawarah Kebudayaan Minahasa 27-29 Juli 1995 di Auditorium Bukit Inspirasi Tomohon)

P.A. Gosal, dkk

27

Musyawarah Kebudayaan Minahasa

Tomohon

1995

48

Sedjarah Minahasa

F.S. Watuseke

72

Jajasan Penerbitan Merdeka

Manado

1962

49

Sejarah Ke Pemilikan Pulau Lembeh Jilid I

B. Lengkong

18

Jajasan PAKXDO

Manado

1981

50

Sejarah Missi Protestan Masuk Tomohon

Pdt. M.L. Matindas, Pdt. A. Lumopa, STh., dll

80

Unit Percetakan GMIM

Tomohon

1989

51

Sejarah Singkat Desa Motoling & Jemaat GMIM Eben-Haezar Motoling

8

Tomohon

2006

52

Senandung Damai Anak Negeri - Marhani V.P. Pua

M. Isnaeni

220

Media Pustaka

Manado

2004

53

Strategi Pengembangan Pendidikan Nasional Memasuki P.J.P.T. II & Peran Perguruan Tinggi Swasta

Prof. DR. H.A.R. Tilaar, MSc. Ed.

56

LPMP Kampus IKIP Rawamangun

Jakarta

1992

54

Struktur Bahasa Tontemboan

Kanwil P&K Sulut - Ny. H. Th. Lomban-Ticoalu, dll

136

Kanwil P & K Sulut

Manado

1977

55

Subversi Sebagai Politik Luar Negeri: Menyingkap Keterlibatan CIA di Indonesia

Audrey R. Kahin dan George McT. Kahin (penerjemah Dr. R.Z. Leirissa)

483

Pustaka Utama Grafiti

Jakarta

2001

56







57

Tata Bahasa Tontemboan Jilid II

E.M. Tambuwun

141

Yayasan Budaya Tontemboan Manado

Manado

1986

58

Tentang Minahasa

Ch. A. Rondonuwu

128

Manado

1984

59

Upacara Adat Sulawesi Utara untuk SD kelas 4 (Buku Mulok SD Sulut)

Drs. Montori Soleman

136

PT Pabelan Manado

Manado

2000

60

Valdu La Paskah: Tonggak Sejarah Perjalanan Suatu Jemaat

Sem Narande

516

Nahum B Tawaang

Manado

1980

61

Yayasan Malesung Rondor: Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kompleks Sekolah SMU Unggulan - Leilem, 7 Oktober 1995

Yayasan Malesung Rondor

11

Yayasan Malesung Rondor

Minahasa

1995

62

Ziarah Injil di Tanah Minahasa

Rudy N. Assa

106

Yayasan Militia Christy

Kakas

2001

63

Profil BPTP Sulawesi Utara

BPTP Sulawesi Utara

15

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulut

Manado

2005

64

Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO): Manfaat dan Khasiatnya

PayungLayuk, Meivie Lintang, dkk

49

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulut

Manado

2005

65

Pasca Panen Kelapa (Monograf)

Dr. Ir. Meldy L.A. Hosang, MS, dkk

116

Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma Lain Manado

Manado

2004

66

Sejarah Ringkas GMIM 1934-2000

Rudy N. Assa

81

Christyoan Christian Publications - Divisi Penerbitan Buku Yayasan Militia Christy

Kakas

2003

67

Perempuan Minahasa dalam Arus Globalisasi

Deetje Tiwa & Augustien Kapahang-Kaunang (editor)

236

Penerbit Meridian

Bekasi

2005

68

Holland Horizon No. 2, Juli 2003: Pergolakan Politik di Belanda

Kedutaan Besar kerajaan Belanda di Jakarta - Bagian Pers & Kebudayaan

34

Kementrian Luar Negeri Belanda/ Biro Pariwisata Belanda/ Kedutaan Besar Belanda di Jakarta

Jakarta

2003

69

United Nations Chronicle Vol. XXXVII/No.1, 2000: Growing Global

United Nations - Departement of Public Information

94

United Nations - Departement of Public Information

New York

2000

70

United Nations Publications - Catalogue 2000

United Nations Publications

182

United Nations Publications

New York

2000

71

United Nations University Press - Publications 2000-2001

United Nations Publications - Sales Section

44

United Nations Publications - Sales Section

New York

2000

72

Pengetahuan Dasar Mengenai Uni Eropa

Delegasi Komisi Eropa di Jakarta

64

Delegasi Komisi Eropa di Jakarta

Jakarta

2000

73

Towers to Eternity - The remarkable story of Trans World Radio as told by its founder Dr. Paul E. Freed

Dr. Paul E. Freed

191

Trans World Radio

Cary, North Carolina (USA)

1994

74







75

Arti Nama-nama Minahasa

W.J. Pangemanan

33

Maesa Palembang

Palembang

1959

76

Tomohon, Kotaku

Adrianus Kojongian

494

CV Agape (pencetak)

Tomohon

2006

77

Presiden-presiden Amerika Serikat

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta

57

Dinas Penerangan Amerika Serikat, Jakarta

Jakarta

tanpa tahun

78

Langkah-langkah Sejarah Penginjilan ke Sulawesi Utara-Tengah 1564-1980

H.M. Taulu

58

Yayasan Membangun

Manado

1980

79

Peranan Ibu Maria Walanda Maramis dalam Pergerakan Kaum Wanita di Minahasa (Tesis Sarjana Pendidikan)

Anny Wantania

70

FPIPS Jurusan Pendidikan Sejarah - IKIP Manado

Manado

1987

80

Orang Belanda Datang di Minahasa pada Abad XVII (Disertasi Doktor)

Jan H. Watung

100

Fakultas Ilmu Sosial - IKIP Manado

Manado

1971

81

Sejarah Minahasa Kontrak 10 Januari 1679: Verbond - Persekutuan Walak-Walak Minahasa dan Belanda, Sama Darajad

H.M. Taulu & Ir. F.S. Lontoh

152

Manado

1978

82







83







84







85







86







87







88







89

Panduan menyelam Teluk Buyat dan sekitarnya - Sulawesi Utara

Jerry Kojansow, dkk

150

Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Selatan & PT Newmont Minahasa Raya

Minahasa Selatan

2006

90

Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT): Buku Informasi

Unsrat

160

Unsrat

Manado

1998

91







92

Arnold Mononutu: Potret Seorang Patriot

Drs. R. Nalenan

283

Gunung Agung

Jakarta

1981

93

Profil Anak Tani: Potret Diri H.V. Worang

Ch. A. Rondonuwu

297

Yayasan Manguni Rondor

Manado

1977

94

Sejarah Singkat Rumah Sakit Kalooran GMIM - Amurang

Rumah Sakit Kalooran GMIM Amurang

Rumah Sakit Kalooran GMIM Amurang

Amurang

1984

95







96







97

Bintang Minahasa (Pingkan Mogogunoy)

H.M. Taulu

140

Balai Pustaka

Jakarta

1993

98







99

Selayang Pandang Komoditas Unggulan Kabupaten Kepulauan Talaud

Dinas Perindag Koperasi & UKM Kabupaten Kepulauan Talaud

6

Dinas Perindag Koperasi & UKM Kabupaten Kepulauan Talaud

Melonguane

2006

100

Menuju Tata Pemerintahan Desa yang Baik (Good Village Governance)

Leo Kalesaran, Maxi Lengkong, Andry H. Umboh (ed.)

252

Partnership for Governance Reform in Indonesia (PGRI) & Wanuata Waya - Sam Ratulangi University Press

Manado

2003

101

Buku Saku Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami di Propinsi Sulawesi Utara

Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Propinsi Sulawesi Utara

19

Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Propinsi Sulawesi Utara

Manado

2006

102

Anggota Legislatif Harus Mengenal Rakyat dan Daerahnya

Ben Wowor

24

Manado

1999

103

Lintas Potensi Bolaang Mongondow

DC. Production

31

Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow

Kotamobagu

2004

104

Bunga Rampai Sulawesi

H.M. Taulu

121

Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah - Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Jakarta

1979

105

Tatabahasa Tontemboan Jilid I & II

E.M. Tambuwun

245

Persekutuan Matuari Tumpaan

Amurang

2005

106

Kronologi Sejarah Permesta - Disusun Secara Kronologis

Webmaster Permesta Information Online

Permesta Information Online

Manado

2006

107

Sejarah Terciptanya Watu Pinawetengan dan Piagam-Piagamnya

H.M. Taulu

29 (+ 27 hlm.)

Yayasan Membangun

Manado

1981

108

Minahasa: Dari Amanat Watu Pinawetengan sampai Gelora Minawanua

Bert Supit

222

Sinar Harapan

Jakarta

1986

109

Manusia Pertama Minahasa

Ibrahim W. Palit

37

Tomohon

1980

110

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa

36

CV Pantjuran Tudjuh

Jakarta

1980

111

Wawasan Nusantara dalam Peraturan Perundang-undangan Negara Republik Indonesia

M. Budiarto, SH

175

Ghalia Indonesia

Jakarta

1980

112

Pasang Surut Supremasi Bulu Tangkis Indonesia

Max Karundeng

228

Pustaka Sinar Harapan

Jakarta

1980

113

Laporan Kepada Bangsa: Militer Akademi Yogya

Daud Sinjal, dkk

314

Pustaka Sinar Harapan & Yayasan Kotabaru

Jakarta

1996

114

Peranan Pemuda dari Sumpah Pemuda sampai dengan Proklamasi

Sagimun MD

388

PT Bina Aksara

Jakarta

1989

115

Pahlawan Dirgantara: Peranan Mustang dalam Operasi Militer di Indonesia

Soemakno Iswadi (ed.)

261

Q-Communication

Jakarta

2003

116

Kilas Balik 60 Tahun Angkatan Udara 9 April 1946-2006

Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara

24

Dinas Penerangan Angkatan Udara

Jakarta

2006

117

Bung Karno: Kenang-kenangan Kepergiannya

Agus Sutanto, Bc.Hk.

56

PT Pabelan

Surakarta

1998

118

Lahirnya Satu Bangsa dan Negara

O.E. Engelen, dkk

483

Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press)

Jakarta

1997

119

Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) - Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) 28 Mei 1945 - 22 Agustus 1945

Saafroedin Bahar, dkk (ed.)

525

Sekretariat Negara Republik Indonesia

Jakarta

1995

120

Sejarah Lahirnya Pancasila

Yayasan Pembela Tanah Air (YAPETA) Pusat

253

Yayasan Pembela Tanah Air (YAPETA) Pusat

Jakarta

1995

121

Uraian Pancasila: Dilengkapi dengan Dokumen Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945

Panitia Lima (Moh. Hatta, Ahmad Subardjo D., A.A. Maramis, Sunario, A.G. Pringgodigdo)

131

Mutiara

Jakarta

1984

122

Sekitar Garuda Pancasila

Drs. Akmal Sutja

94

Penerbit Angkasa

Jakarta

1986

123

Naskah Proklamasi yang Otentik dan Rumusan Pancasila yang Otentik

Nugroho Notosusanto

40

PN Balai Pustaka

Jakarta

1983

124

Monumen Pancasila Çakti

Mayjen TNI dr. Soedjono

500

PT Rosda Jayaputra

Jakarta

1985

125

Gerakan 30 September Pemberontakan Partai Komunis Indonesia: Latar belakang, aksi dan penumpasannya

Sekretariat Negara RI

173

Sekretariat Negara RI

Jakarta

1992

126

Menelusuri Peran Bung Karno dalam G 30 S - PKI

P. Bambang Siswoyo

190

UD Mayasari

Surakarta (Solo)

1989

127

Satu (1) Oktober 1965 - Kudeta Seoharto

Johan Pakasi

88

Departemen Sejarah dan Penelitian - Lembaga Penelitian Korban Peristiwa 1965

Jakarta

2005

128

CIA dan Penggulingan Sukarno

Peter Dale Scott

52

Lembaga Analisis Informasi

Yogyakarta

2003

129

Ajaran Bung Karno, Kemenangan dan Kegagalan

Ben Wowor

26

Manado

2002

130

Proklamasi dan Konstitusi Republik Indonesia

Prof. Mr. H. Muhammad Yamin

214

Ghalia Indonesia

Jakarta

1982

131

Pembreidelan Pers di Indonesia (Sejarah Pembreidelan Pers di Indonesia)

Edward C. Smith

267

Pustaka Grafitipers

Jakarta

1986

132

Sejarah Pers Nasional dan Pembangunan Pers Pancasila

Tribuana Said

272

CV Haji Masagung

Jakarta

1988

133

Kabinet dan Departemen di Indonesia

Drs. C.S.T. Kansil, SH

177

Ind-Hill co.

Jakarta

1988

134

Mengenal Kabinet Pembangunan V

Drs. Mizwan Djamily

106

PT Kreasi Jaya Utama

Jakarta

1988

135

Pandangan Tentang Sedjarah Indonesia Jang Bersifat Serba-Dua Dan Jang Bersifat Serba-Tunggal

R. Moh. Ali

36

Bhratara

Jakarta

1964

136

Penemuan Arti-Sedjarah dan Pengaruhnja dalam Metodologi Sedjarah Indonesia

R. Mohammad Ali, S.S.

43

Bhratara

Jakarta

1966

137

Pameran Foto: Australia dan Perjuangan Kemerdekaan Indonesia/Australia and Indonesia's Struggle for Independence

Martin O'Hare (kurator)

14

Institut Australia-Indonesia

Canberra

1995

138

Renville

Ide Anak Agung Gde Agung

385

Sinar Harapan

Jakarta

1983

139

Pengantar Ilmu Antropologi

Koetjaraningrat

391

Aksara baru

Jakarta

1986

140

Gesang Pencipta Lagu Bengawan Solo

Ny. S Wardoyo, dkk

64

Tiga Serangkai

Solo

1987

141

Kamus Geografi

M.A Marbun

176

Ghalia Indonesia

Jakarta

1993

142

Cepat Tetapi Baik: Metode Stenografi Untuk Indonesia - Sistem Sederhana

J. Paat, dkk

98

Pradnya Paramita

Jakarta

1976

143

Kemal Idris: Bertarung dalam Revolusi

H. Rosihan Anwar, Ramadhan KH, dkk

298

Pustaka Sinar Harapan

Jakarta

1996

144

Ignatius Slamet Rijadi: Kenangan kepada jasa-jasa perjoangan kemerdekaan brigadir jenderal TNI anumerta Ignatius Slamet Rijadi

Suhadi

115

PT Inaltu

Jakarta

1976

145

Tahu dan Pengetahuan - Pengantar ke Ilmu dan Filsafat

I.R. Poedjawijatna

93

Jakarta

1977

146

Kolonel Maludin Simbolon: Liku-liku Perjuangannya Dalam Pembangunan Bangsa

Prof. Dr. Payung Bangun, MA

397

Pustaka Sinar harapan

Jakarta

1996

147

Timbulnja Militerisme Ambon (Sebagai Suatu Persoalan Politik, Sosial-Ekonomis)

I.O. Nanulaitta

145

Bhratara

Jakarta

1966

148

Mengenal Pahlawan Bangsa

Tim Teguh Karya

88

Teguh Karya

Surakarta

1984

149

Kontroversi Sejarah di Indonesia

Syamdani (ed.)

205

PT Grasindo

Jakarta

2001

150

Siapa Dia? Perwira Tinggi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD)

Harsja W. Bachtiar

482

Djambatan

Jakarta

1988

151

Kewarganegaraan yang Bertanggungjawab: Mengenang Dr. J. Leimena

Panitia Buku Kenangan Dr. J. Leimena

462

PT BPK Gunung Mulia

Jakarta

1995

152

Kekristenan dan Nasionalisme: Perjumpaan Umat Kristen Protestan dengan pergerakan nasional Indonesia

Zakaria J. Ngelow

331

PT BPK Gunung Mulia

Jakarta

1996

153

Iman Kristen dan Pancasila

Dr. T.B. Simatupang

209

PT BPK Gunung Mulia

Jakarta

1985

154

Pelopor dalam Perang, Pelopor dalam Damai

Mayjen T.B. Simatupang

344

Sinar Harapan

Jakarta

1981

155

Tinjauan mengenai Keputusan Menteri Agama No. 70 dan 77 Tahun 1978 dalam rangka Penyelenggaraan Kebebasan Beragama dan Pemeliharaan Kerukunan Nasional

Sekretariat Umum Dewan Gereja Indonesia dan Sekretariat Majelis Agung Waligereja Indonesia

60

Sekretariat Umum Dewan Gereja Indonesia dan Sekretariat Majelis Agung Waligereja Indonesia

Jakarta

1978

156

Membuktikan Ketidakbenaran Suatu Mitos: Menelusuri makna pengalaman seorang prajurit generasi pembebas bagi masa depan masyarakat, bangsa dan negara

T.B. Simatupang

297

Pustaka Sinar Harapan & Harian Suara Pembaruan

Jakarta

1991

157

Slagorde Permesta (Susunan Organisasi Pasukan Permesta): Daftar Nama Para Perwira Permesta

Bodewyn Grey Talumewo

76

Permesta Information Online

Tomohon

2006

158

In Memoriam Lambertus Nicodemus Palar 5 Juni 1900 - 13 Februari 1981

Yayasan Idayu

32

Yayasan Idayu - Gunung Agung

Jakarta

1981

159







160







161







162







163







164







165







166







167







168







169







170

Pandangan Presiden Soeharto Tentang Pancasila

Yayasan Proklamasi - Centre for Strategic and International Studies (CSIS)

95

Centre for Strategic and International Studies (CSIS)

Jakarta

1976

171







172







173







174







175







176







177

This Is America

Special English - Voice of America (VOA)

44

Special English - Voice of America (VOA)

Washington, D.C.

2002

178

Twentieth (20th) Century Americans

Special English - Voice of America (VOA)

51

Special English - Voice of America (VOA)

Washington, D.C.

2002

179

Aneka Budaya Bangsa Indonesia dan Dunia (Teks Pelengkap Pelajaran IPS Sekolah Dasar)

Drs. Fajar R.H., Muchtar S.P., Sugijono

144

Yudhistira

Jakarta

1992

180

Azas2 dan Tudjuan Perdjuangan P.R.R.I.

Kol. Joop F. Warouw (Waperdam PRRI/Permesta)

18

Pemerintah Agung P.R.R.I./Permesta

Minahasa

1958

181

Your Bible and You

Arthur S. Maxwell

254

Review and Herald Publishing Association

Hagerstown, Maryland U.S.A.

2000

182

Steps to Christ - A treasure chest of encouragement

Ellen G. White

128

Harvestime Books

Altamont, Tennessee U.S.A.

2000

183

Friends of Israel, The - Doctrinal Statement

The Friends of Israel - Gospel Ministry

12

The Friends of Israel - Gospel Ministry, Inc.

Bellmawr New Jersey U.S.A.

2000

184







185







186

Cyprus at the Crossroads of History (leaflet)

Press and Information Office Republic of Cyprus & Cyprus Tourism Organization

2

Press and Information Office of Cyprus

Nicosia - Cyprus

1998

187

Cyprus: An international business and services centre

Press and Information Office Republic of Cyprus & Central Bank of Cyprus

peta

Press and Information Office of Cyprus

Nicosia - Cyprus

1998

188

Cyprus: No Man is an Island

Press and Information Office Republic of Cyprus

14

Press and Information Office Republic of Cyprus

Nicosia - Cyprus

2000

189

Budaya Mapalus - Sistem Gotong Royong Masyarakat Minahasa

Endang Sriwigati, dkk

20

Asdep Urusan Hubungan Antar Budaya - Deputi Bidang Pelestarian & Pengembang- Kementerian Kebudyaan & Pariwisata

Jakarta

2004

190

An Explanation About The Pinabetengan Stone (Penjelasan Tentang Batu Pinabetengan)

Departemen Pendidikan & Kebudayaan Wilayah Propinsi Sulawesi Utara

10

Departemen Pendidikan & Kebudayaan Wilayah Propinsi Sulawesi Utara

Manado

tanpa tahun

191

Sketsa-Sketsa Henk Ngantung Dari Masa ke Masa

Baharuddin M.S. (ed.)

241

Penerbit Sinar Harapan

Jakarta

1981

192







193

Kamus Bahasa & Budaya Manado

Yapi Tambayong

389

PT Gramedia Pustaka Utama

Jakarta

2007

194

Westerling - Kudeta yang Gagal

Petrik Matanasi

128

MedPress

Yogyakarta

2007

195

Penugasan Agung: Profil GMIM dalam Misi & Oikoumene

Prof. DR. Richard A.D. Siwu

273

PT BPK Gunung Mulia

Jakarta

2004

Kamis, 10 Desember 2009

Galeri Foto Minahasa: Misteri Minahasa 06-02-1995 malam

Beberapa di antara misteri astronomi Minahasa Jumat malam, 06-02-1995

Laporan Komisi Adat & Kebiasaan Minahasa tgl 29 Mei 1895


LAPORAN KOMISI 29 MEI 1895

PRAKATA


Kita warga asal – usul Minahasa wajib bersukur karena telah banyak penulis baik warga asing maupun orang Minahasa sendiri yang sudah bersusah payah untuk menyusun sejarah, budaya dan yang lainnya yang tentu sangat bermanfaat bagi generasi penerus.

Pada masa pemerintahan Belanda,komisi yang telah dibentuk dengan beranggotakan seluruh wakil dari kaum – kaum di tanah Minahaswa untuk menggali sejarah asal – usul, budaya termasuk hokum adapt dan kepercayaan / agama masa lampau serta banyak lagi hal – hal lainnya. Misalnya, oleh besluit resident Manado tanggal 29 Mei 1895 untuk membentuk satu komisi mempelajari serta membuat laporan tentang adat kebiasaan di tanah Minahasa. Hasil komisi ini selesai pada tanggal 25 Januari 1896 dalam bentuk 3 bundel hukum adat Minahasa, walaupun hasilnya belum sempurna karena masih banyak hal – hal adat dan kebiasaan yang belum tertuang pada penyusunan hukum adat diatas.

Disamping itu bagi kaum Belanda, masalah hukum dan budaya / kebiasaan di setiap wilayah jajahan mereka akan sangat bermanfaat guna kebutuhan maksud dan kepentingan penjajahan mereka.

Maka mulai masa Robertus Padsbrugge ataupun sebelumnya, membuat laporan – laporan tentang Minahasa, sampai masa penulis – penulis di awal abad ke 20 ini, banyak hal – hal yang ditulis yang disamping mereka alami sendiri, sebagian besar diperoleh dari hasil kisah lisan dari para pemimpin kaum ataupun pemuka adat.

Sebagaimana di wilayah Kawangkoan sampai akhir abadke 19, masih didapatkan pemangku adat yang secara fasih baik didalam pertemuan resmi maupun tidak, menceritakan asal – usul kaum dari masa Lumimuut dan Toar ke penghulu kaum yang pernah berjasa maupun yang pernah membuat kesalahan, peristiwa penting dan hal lain. Hal ini dilakukan secara turun temurun agar generasi penerus dapat mengetahui keadaan sebelumnya. Sangat disayangkan, orang Minahasa yang menguasai tulis menulis pada masa itu tidak merekam pesan lisan yang sudah berlangsung sejak masa lalu. Dan bila di Kawangkoan ada kebiasaan tersebut di atas, pasti diwilayah lainnya di Minahasa hal tersebut pernah ada, namun dengan cepat hilang ketika masuk pengaruh luar.

Banyak penulis orang Minahasa pada masa sekarang lebih banyak menulis dengan referensi tulisan orang asing, serta mengabaikan sumber cerita orang tua yang masih ada. Penyusun yakin bahwa banyak orang tertentu menyimpan kisah tua yang sudah disusun dalam bentuk tulisan, bilamana tidak diperhatikan akan hilang termakan rayap dan lapuk.

Juga begitu banyak orang tua yang bisa dijadikan sumber informasi yang walaupun tidak lengkap karena lupa akibat ketuaan mereka, dapat menceritakan secara lisan apa yang pernah mereka dengan ataupun alami.

Oleh karena itu penyusun merasa wajib untuk meneruskan tulisan dari kisah tua ini yang semoga jatuh kepada orang yang mempunyai kesadaran untuk meneruskan kepada lainnya tanpa pamrih. Penyusun berharap semakin banyak susunan kisah tua ini dapat beredar ke pelosok Minahasa maupun diluar Minahasa dapat memancing orang tertentu untuk membuka serta membentangkan apa yang mereka ketahui dan miliki. Dengan demikian semakin banyak bahan tentang kisah tua akan terungkap yang tentunya bermanfaat besar bagi generasi penerus.

Pasti terjadi pro dan kontra terhadap tulisan tua ini, alasan tersebut diteruskan pada suatu komisi adat (bila ada) untuk dipelajari. Hal itu akan menambah bahan untuk nantinya disusun buku yang lengkap.

Bila benar Lumimuut dan Toar pernah ada, maka sumbernya berasal dari satu yang berkembang di wilayah rumpun – rumpun sesuai keadaan setempat sehingga kelihatannya berbeda, namun bisa diurut untuk menemukan persamaannya. Contoh, kisah mengenai seorang yang dikenal dalam beberapa nama, pergi ke negeri bumi atas serta dapat mencuri padi melalui telapak kakinya, hampir disemua rumpun memiliki kisah ini. Kaum Tombulu mengikatkan kisah ini dengan gunung Lokon yang kemudian puncaknya ditebang menjadi pulau Manado Tua. Kaum Toumpakewa menghubungkan itu dengan pohon Kayu – Uwi di roong Kayuuwi yang kemudian ditebang ketika tumbang sampai kebatas negeri Lahendong. Kaum Tonsea juga memiliki kisah yang sama mengenai pohon di wilayah wanua Kassar – Karegesan. Kaum Toulour tidak ketinggalan dengan kisah pohon di puncak Tampusu.


Adapun kisah Lumimuut dan Toar juga terpecah atas berbagai versi, namun bila kisah itu dilacak mulai dari ujung Utara Tonsea pasti ditemukan perbedaan dengan ujung Selatan Tonsea. Sebaliknya di ujung Selatan Tonsea pasat iada persamaan dengan di Utara Toulour. Perubahan tersebut dapat diketahui sebabnya. Kita harus mengambil ketetapan apakah awalnya adalah Goa Minawatu Popontolen di Wulur Maatus ataukah Watu Pinawetengan dikaki gunung Tonderukan.

Demikian penulis mempersembahkan tulisan kisah tua yang bersumber dari:

I. Disusun dan selesai pada tanggal 8 Maret 1854, diadakan penambahan pada tahun 1896.

1. Pinontoan Mogot, Mayoor Tua dari Remboken, beristeri Elisabeth Tewu anak perempuan dari Mamongkalin Tewu adalah anak mantu dari Matulandi (Mayoor dari Tondano – Touliang) yang kemudian setelah perang Moraya / Tondano menjadi Mayoor Tondano yang hanya dijabat tidak sampai 2 tahun karena ketuaannya;
2. Nicholaas Mogot, anak dari Pinontoan (Mayoor Tua Langowan yang juga membawahi onder district Kakas dan Kawangkoan;
3. Lukas Wenas (Hukum Besar Tomohon) banyak mendapatkan kisah tua dari Wenas leluhurnya yang Kepala Walak Tonsea. Juga dari ayah mertuanya Pangemanan Lontoh yang Kepala Walak Tomohon;
4. Osu, Hukum Tua Lola Tombariri;
5. Tumuhung, walian tua dari negeri Kema diperkirakan berumur diatas 90 tahun waktu itu;
6. Tamengkel, Segoh, Tandatu, Rares, Wentong, Mokoagouw yang semuanya diperkirakan berumur di atas 90 tahun (pada waktu itu) dan menjabat sebagai walian, tonaas, teterusan dan tumaterek dari negeri Remboken, Tondano – Makalonsow, Tombatu, Ares – Manado dan Kinali – Kawangkoan;
7. Rulandd Maringka, juru tulis distrik Pasan – Ratahan yang kemudian menjadi Hukum Besar di tempat tersebut;
8. Toto, Hukum Tua dari negeri Molas di Bantik Utara;
9. Hukum Kedua Muda Pelengkahu dari Airmadidi yang kemudian menjadi Hukum Besar distrik Tonsea;

II. Tulisan tua ini disusun kembali dan ditambahkan serta ditulis dalam bahasa melayu dan belanda oleh Nico Mogot (anak dari Everhardus Mogot – Hukum Besar Langowan) cucu dari Nicholaas Mogot.

Adapun jabatan yang pernah dijabat berturut sebagai berikut:
  1. 1. Hukum Kedua Langowan
  2. 2. Hukum Kedua Singkil / Bantik
  3. 3. Hukum Besar Amurang (Hukum Besar termudah di Minahasa)
  4. 4. Hukum Besar Ratahan – Ponosakan – Tonsawang: Pada masa menjabat Hukum Besar Amurang terpilih menjadi anggota Minahasa – Raad. Pada masa menjabat Hukum Besar Ratahan – Ponosakan – Tonsawang juga sekaligus menjabat selama satu tahun sebagai Hukum Besar Tonsea menggantikan Pelengkahu yang sakit dan menetap di rumah Hukum Tua Suwaan bila betugas di Tonsea;
  5. 5. Oleh Minahasa – Raad beliau ditunjuk menjadi wakil Minahasa bersama Lapian menjadi anggota Volksraad di Batavia dimana beliau selama 3 bulan setiap tahun harus ke Batavia;
  6. 6. Kemudian menjadi anggota perwakilan tetap (Lid van het College van Gedelegeerden districts hoofd) dan harus menetap di Batavia;
  7. 7. Tahun 1940, beliau menjadi anggota Raad v. Indie yang beranggotan 5 orang; Salah satu anaknya adalah Daan Mogot yang gugur sebagai pahlawan bangsa pada peristiwa Tanggerang.
Penyusun merasa yakin himpunan tulisan tua ini masih penuh kekurangan dan bahkan jauh dari kebenaran, untuk itu perlu dikoreksi dan dilengkapi.

Penyusun,

NATETOMALESA


AGAMA POSAN MALESUNG

I. PENDAHULUAN

Agama / kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah suatu bentuk ikatan spiritual antara manusia dengan sesuatu yang diyakini mempunyai kuasa, kekuatan dan sifat serba maha. Ikatan spiritual itu mengikat kehidupan manusia dalam bentuk apa yang disebut iman (sesuatu kekuatan yang timbul dalam diri seseorang yang mengikat pikiran dan perasaan bahkan keseluruhan seseorang untuk menerima dengan sukarela dan penuh penyerahan / tunduk kepada suatu kuasa / kekuatan yang tidak terlihat / abstrak). Oleh karena ada keterikatan yang menyangkut manusia dengan kuasa tersebut timbullah ketentuan – ketentuan yang wajib dipatuhi yaitu peraturan / hukum yang mengandung petunjuk perihal yang baik, buruk, upah dan sanksi. Peraturan / hukum tersebut menyangkut moral / etika kehidupan:

· Hubungan manusia dengan YMK dikenal sebagai pencipta langit, bumi beserta segala isinya;
· Hubungan antar sesama manusia;
· Hubungan manusia dengan alam sekelilingnya yang semuanya adalah ciptaan tuhan;

Semuanya membentuk mata rantai bagi masyarakat Malesung dikenal sebagai peraturan keseimbangan hidup. Dalam melaksanakan kewajiban diatas, masyarakat Malesung mewujudkannya dalam bentuk ekspresi tindakan berupa tatacara peribadatan mulai yang terkecil / rumah tangga sampai untuk kepentingan negeri, untuk berbagai ragam maksud. Adapun segala sesuatuna itu dipatuhi dengan sepenuhnya, oleh keyakinan untuk memperoleh penghidupan yang baik di bumi maupun di alam baka.

Manusia Malesung percaya bahwa disamping kehidupan ini dikelilingi oleh alam gaib yang mengandung kekuatan tertentu dan tidak terlihat. Kekuatan dari kuasa ini menimbulkan pengaruh keseimbangan dalam kehidupan alam Kaoatan/bumi ini.

Kuasa ini dapat bersifat sebagai kekuatan penolong bagi manusia dan dapat berubah menjadi pengganggu/penghancur. Olehnya mereka dikenal sebagai kuasa keseimbangan hidup karena berfungsi sebagai penunjuk/penuntun, pengurus/pengawas kehidupan, namun juga sebagai pencoba dan penghancur/penghukum kehidupan. Bahwa udara, air, api, segala benda dan kejadian langit, batu, tumbuhan, binatang dan tanah dengan segala isinya mengandung unsur kekuatan yang dipengaruhi oleh kuasa keseimbanan diatas. Masyarakat Malesung pada masa lalu sangat dekat dengan alam. Mereka percaya bahawa semua benda yang ada dikolong langit termasuk Kaoatan dengan segala isinya memiliki jiwa / mu’kur. Olehnya, semua kebutuhan hidup manusia menyangkut penggunaan benda tersebut diatas harus menggunakan tata krama atau persyaratan melalui tata cara meminta ijin. Tata cara ijin ini diadakan untuk memohon kepada benda yang akan mereka pakai maupun kepada kuasa yang menjaga keseimbangan kehidupan alam.

Pada dasarnya, setiap gerak langkah manusia Malesung baik pribadi, keluarga dan masyarakat terikat dengan berbagai tatacara kewajiban dan larangan. Semuanya dilakukan mengingat manusia dalam pribadinya adalah bagian dari alam.

Sangat disayangkan tatacara, kewajiban dan larangan dalam agama asli Malesung tidak direkam. Para imam Malesung dimasa lalu tidak dipilih dan diangkat oleh masyarakat, melainkan terpilih oleh kuasa gaib (oleh kehendakNya) melalui tatacara maupun upacara sakral/gaib.

Alasan diatas, jabatan imam disebut walian tidak bersifat turun temurun kecuali terpilih melalui kuasa gaib. Disamping itu walian dalam melaksanakan tugas selalu mendapat petunjuk gaib tentang apa yang harus dilakukan sehingga tidak perlu menghafal segala peraturan dan tatacara dari berbagai jenis dan maksud peribadatan. Sangat mungkin oleh kedua sebab diatas serta berbagai factor lainnya yang menyebabkan tidak adanya peninggalan tertulis mengenai tatacara agama Malesung.

Adapun peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan dalam melaksanakan upacara peribadatan, juga terdapat sedikit perdebatan. Peralatan dan perlengkapan disamping ada ketentuan wajib, juga ada yang disiapkan sesuai dengan yang mudah didapat di wilayah atau disekitar tempat dilakukan upacara.

Yang menjadi ketentuan wajib tentu adalah jenis benda yang mudah didapat serta tersebar ditanah Malasung seperti jenis tumbuhan tertnetu yang selalu menjadi inti yang dianggap mempunyai hubungan sacral/magis. Namun agama Malesung tidak juga kaku untuk menekan kebutuhan benda upacar tersebut. Dimana terdapat sekumpulam masyarakat Malesung menetap, baik dipelosok manapun di tanah Malesung maupun diperantauan pasati akan ada orang yang terpilih dan diangkat secara gaib menjadi walian di tempat tersebut. Demikian halnya dengan benda kebutuhan untuk upacara juga tidak mengikat karena segala sesuatu dapat disesuaikan dengan apa yang bisa didapat disekitarnya sesuai petunjuk gaib.

Masa kini dikalangan masyarakat Minahasa sendiri telah banyak terjadi kesimpangsiuran mengenai bentuk agama Malesung ini, apakah tergolong pada jenis agama Monotheis atau Politheis. Para penginjul Kristen dari Barat seperti Schwarts dan Graafland pada pertengahan abad ke 18 telah menyusun dan menerjemahkan alkitab kedalam bahasa Tountemboan dan Tombulu. Kedua penginjul tersebut sudah mengadopsi atau mengidentifikasi nama Allah yang sama dengan Kasuruan untuk Tountemboan dan Empung (Wailan) Wangko untuk Tombulu. Mengadopsi apalagi menyamakan tingkat kebesaran/kemuliaan antara oknum yang disegani dan dipuja serta dianggap sebagai serba maha dan sumber segala kehidupan dari 2 jenis agama yang masing memiliki pengikutnya tidaklah semudah dalam pandangan kita bila tidak disadari pada hal yang sangat mendasar. Apa yang dilakukan itu haruslah dapat dipertanggungjawabkan dan diterima oleh para tokoh agama setidaknya pemimpin zending mereka yang berkedudukan di Eropa (Belanda atau Jerman). Mengapa nama Kasuruan atau Empung Wangko dapat disamakan dengan Allah, sedangkan dewa Zeus dalam agama Yunani kuno tidak disamakam padahal kita semua tahu bahwa alkitab perjanjian baru pada tahap awal ditulis dalam bahasa Yunani?

Demikian pula halnya dengan dewa – dewa beberapa bangsa lainnya. Walaupun tatacara manusia mencari dan menyembah Allah adalah berbeda pada kedua jenis agama yaitu Kristen dan Malesung, namun kedua jenis ini mempunyai dasar hakiki yang sama yakni percaya dan menyembah kepada Tuhan yang satu.

Tiga sifat utama dari Kasuruan / Empung Wailan Wangko lebih menekankan keesaan mempunyai banyak persamaan dengan agama Kristen yakni:
a. Menembo – nembo (yang selalu melihat/mengawasi untuk menjaga);
b. Manalinga (yang selalu mendengar --- doa permohonan --- karena mengasihi;
c. Rengarengan (yang berkuasa memberi --- mencipta --- maupun mengambil --- menghancurkan --- dalam dan untuk segala sesuatu.

Masa kini pemeluk Kristen mendominasi sebagian besar masyarakat Minahasa (asal Malesung), tetap pengaruh pancaran cahaya agama tua Melesung terlihat dalam kehidupan sehari – hari. Kenapa? Beragam alasan sebagai berikut:
  1. Tanah Melesung/Minahasa dan masyarakatnya dari awal sudah menganut agama tradisi;
  2. Dari pancaran peraturan / hukum agama Malesung terbentuklah budaya Malesung / Minahasa;
  3. Tidak ada pengaruh kuat dari agama lain yang pernah mendominasi masyarakatnya terkecuali Islam (abad ke 14) di pantai Timur dan Kristen (Katolik dan Protestan) dihampir seluruh tanah Minahasa.
Olehnya kedua agama ini baru merupakan lapisan pertama diatas agama tua Malesung. Pancaran pengaruh agama Melesung masih tetap mencerminkan kehidupan keseharian terutama dalam bentuk budayanya.

~~~DAN SETERUSNYA~~~
(SORRY!!!)

Galeri Foto: Natal Yesus Kristus oleh Mawale Movement di Watu Pinawetengan 09 Des 2009

Daun enau/seho dan pohon tawaang sebagai asesoris pengganti cemara/pinus.

NB: Tradisi pohon natal/pohon terang bukanlah tradisi Alkitabiah.
Tradisi ini dimulai ketika St. Bonifasius Wimfried dari Anglo Saxon diutus Paus di Roma untuk mengabarkan injil kepada bangsa Jerman. Suatu ketika ia mendapati seorang ibu menangis tersedu-sedu. Ia bertanya mengapa sang ibu mengangis. Dijawab bahwa anaknya akan dipersembahkan kepada dewa Woden sebagaimana kebiasaan saat itu untuk senantiasa meminta perlindungan dari dewa Woden. Bonifasius langsung ke lokasi ritual tersebut. Ia melarang para imam dewa Woden membunuh anak itu, tapi ditantang bahwa akan dibunuh oleh dewa Woden yang berdiam di pohon pinus/cemara, tempat ritual tsb. Langsung Bonifasius merebut sebilah kapak lalu menebang pohon itu hingga tumbang. Mereka mendapati Boniface tidak mendapat celaka sesudahnya. Akhirnya mereka menyadari bahwa dewa Woden yg disembah itu tidak punya kekuatan apa-apa. Pada akhirnya, para penduduk mengambil ranting2 pohon itu lalu menghiasinya dengan buah-buahan
beraneka ragam warna sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan karena anak2 mereka tidak lagi menjadi korban persembahan.

Dari kiri ke kanan: Js. Sofyan Jimmy Yosadi, SH - Sekretaris Umum Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Manado, Ivan R.B. Kaunang, M.Hum. - kandidat doktor kajian budaya, Pdt. Dr. R.A.D. Siwu - Rektor UKIT-YPTK, Prof. Dr. Johny Weol - akademisi/pengamat buku di Manado, Meidy Tinangon - Ketua Gerakan Minahasa Muda, x, Fredy S. Wowor - sastrawan/budayawan Minahasa.

Ketua Pinabetengan Muda, Frizky Tandaju sedang memberi kata sambutan.

Direktur Mawale Cultural Center Greenhill G. Weol, SS sedang memberi kata sambutan.

Denni H.R. Pinontoan, S.Th. mendampingi para tamu/undangan.

Puisi dan pementasan teater yang merefleksikan keadaan Minahasa dewasa ini.

Puisi dan pementasan teater yang merefleksikan keadaan Minahasa dewasa ini.

Sedang mengikuti ibadah natal.

Diskusi panel/interaktif yang dipandu Pdt. Dr. R.A.D. Siwu, didampingi Js. Sofyan J. Yosadi dari Khonghucu, Prof. Dr. Johny Weol dari Advent dan Denni Pinontan, S.Th. dari akademisi.

Diskusi panel/interaktif oleh Denni Pinontan, S.Th. dari akademisi.

Diskusi panel/interaktif oleh Prof. Dr. Johny Weol dari kalangan Advent.

Diskusi panel/interaktif dari undangan pemuda Khonghucu, Js. Sofyan J. Yosadi.

Diskusi panel/interaktif yang dipandu Pdt. Dr. R.A.D. Siwu.

Diskusi panel/interaktif yang dipandu Pdt. Dr. R.A.D. Siwu, didampingi Js. Sofyan J. Yosadi dari Khonghucu, Prof. Dr. Johny Weol dari Advent dan Denni Pinontan, S.Th. dari akademisi.

Diskusi panel/interaktif yang dipandu Pdt. Dr. R.A.D. Siwu, didampingi Js. Sofyan J. Yosadi dari Khonghucu, Prof. Dr. Johny Weol dari Advent dan Denni Pinontan, S.Th. dari akademisi.

Diskusi panel/interaktif yang dipandu Pdt. Dr. R.A.D. Siwu, didampingi Js. Sofyan J. Yosadi dari Khonghucu, Prof. Dr. Johny Weol dari Advent dan Denni Pinontan, S.Th. dari akademisi.

Diskusi panel/interaktif yang dipandu Pdt. Dr. R.A.D. Siwu, didampingi Js. Sofyan J. Yosadi dari Khonghucu, Prof. Dr. Johny Weol dari Advent dan Denni Pinontan, S.Th. dari akademisi.

Rio Sinjal-M, seorang pemerhati bangsa Minahasa.


Doa oleh Pdt. Dr. R.A.D. Siwu

Sedang mengikuti rangkaian ibadah penutup.

Musikalisasi puisi oleh Allan S. Umboh, seorang penyandang cacat.

Pdt. Dr. R.A.D. Siwu

Ivan R.B. Kaunang, M.Hum

Denni H.R. Pinontoan, S.Th.

Meidy Tinangon, S.Th.

Dr. Ir. Leo S, Ph.D., D.Div.

Rio Sinjal-Massaile.

Bode.

Akhir ibadah. Baku selamat.

Berdiri dari kiri ke kanan a.l.: Rio Sinjal-M, Jennifer Mantow, Fredy Wowor, Sofyan Yosadi, Ivan Kaunang, R.A.D. Siwu, Meidy Tinangon, Erny Jacob, x, Riane Elean, x, Allan Umboh, Echa, Denni Pinontoan.
Duduk dari kiri ke kanan a.l.: x, pemuda GMIM dari Remboken, Chandra Rooroh, Bode, Carlos Pesik, Sylvester Ompi Setlight, Ken Oroh, dari TV5D Tomohon, Charlie Samola, Leo Sengkey.
Ada sekitar 32-35 orang yang mengikuti ibadah natal ini.

Ivan K & Meidy T.

Makan malam hingga jam 11 malam.



Natal MCC, GMM dan Pinawetengan Muda: “Yesus Kristus Lahir di Watu Pinawetengan”

Pinabetengan – Orang-orang muda Minahasa yang tergabung dalam Mawale Cultural Center (MCC), Gerakan Minahasa Muda (GMM) dan Pinawetengan Muda beserta jaringannya se-Minahasa, Rabu (9/12) malam memaknai Natal Yesus Kristus dalam konteks budaya Minahasa melalui Pagelaran Seni Natal Yesus Kristus di Watu Pinawetengan, Desa Pinabetengan, Minahasa. Kegiatan yang dimaknai sebagai Perayaan Natal yang khas dan kreatif ini dimaksudkan sebagai bentuk kontekstualisasi teologi dalam kebudayaan Minahasa.

Kegiatan dirancang sebagai ibadah yang kreatif dan kontekstual, yang dalam prosesinya diisi pementasan teater, musikalisasi puisi serta diskusi dengan tema “Yesus Kristus Lahir di Watu Pinawetengan dengan pembicara Pdt. Dr. Richard A.D. Siwu, MA, PhD, sebagai teologi yang memiliki konsern terhadap persoalan kemasyarakan dan kebudayaan Minahasa. Bersama hadir dalam kegiatan ini Prof. Johny Weol, teologi dan juga pemerhati persoalan kemasyarakan, Ivan Kaunang, kandidat doktor di Udayana Bali, Sofian Yosadi, SH., tokoh pemuda Khonghucu, Meidy Tinangon, SSi, MPd, Ketua Penggerak GMM, Greenhill Weol, Direktur MCC, Frisky Tandaju selaku ketua Pinawetengan Muda, dan beberapa tokoh Muda Minahasa lainnya, antara lain Meidy Malonda, dan Bodewyn Talumewo.

Dalam diskusi yang dipandu Denni Pinontoan ini, Pdt. Siwu mengemukakan, tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut dan yang juga menjadi topic diskusi sangat menarik. Sebab, tema ini, menurutnya, menggambarkan apa yang disebut di sekolah-sekolah teologi sebagai kontektualisasi teologi atau teologi kontekstual. “Kelahiran Yesus di Bethlehem adalah sesuatu yang histories. Dan, dalam memaknainya sekarang adalah soal konteks kebudayaan kita,” kata Pdt. Siwu.

Pdt. Siwu menjelaskan bahwa, teologi di dalam gereja-gereja kita di Indonesia kebanyakan masih mewarisi model teologi Barat. Makanya, perlu dilakukan lagi reinterpretasi terhadap ajaran dan pemahaman teologi tersebut untuk mengkontekstualisas ikan pesan-pesan Injil Yesus Kristus. “Sebenarnya, apa yang diajarkan oleh gereja-gereja kita sekarang, termasuk mengenai cara dan bentuk perayaan Natal adalah hasil interpretasi mereka terhadap apa yang terdapat dalam Alkitab dalam Alkitab. Persoalannya, kita belum melakukan interpretasi langsung. Tapi, saya kira apa yang dilakukan oleh orang-orang Muda Minahasa mala mini adalah langkah awal yang baik untuk menuju ke sana ,” tegasnya.


Orang-orang muda yang hadir dalam kegiatan tersebut menanggapi bahwa, perlu ada usaha kontektualisasi teologi gereja dalam konteks lokal Minahasa, dengan kebudayaannya, dan juga dengan persoalan-persoalan nya. “Saya kira, persoalan utama kita adalah ada manusianya. Ya manusia Minahasa. Maka, penting untuk kita lakukan bersama-sama sekarang adalah memaknai makna Natal tersebut dalam konteks kekinian kita di Minahasa ini,” kata Fredy Wowor, sastrawan dan dosen Sastra Unsrat yang juga.

Sementara Rikson Karundeng, tokoh Muda Minahasa, mengatakan, memaknai arti Natal Yesus Kristus dalam konteks Minahasa sama halnya dengan bagaimana kita menerjemahkan nilai-nilai Injil tersebut dalam konteks Minahasa kontemporer. “Dengan demikian sebenarnya kita sedang berusaha menjebatani antara nilai-nilai histories Natal Yesus itu dengan persoalan kekinian Minahasa,” tegasnya.

Greenhill Weol, dibagian awal kegiatan ini mengatakan maksudnya dilaksanakan perayaan peringatan Natal Yesus Kristus di Watu Pinawetengan ini adalah untuk memaknai secara baru arti Watu Pinawetengan dalam konteks Minahasa kontenporer. “Bahwa, menurut cerita, Watu Pinawetengan ini adalah tempat para dotu-dotu Minahasa melakukan musyawarah untuk menjawab persoalan-persoalan hidup mereka di zamanya. Maka, tempat ini kami pilih sebagai penanda bahwa sekarang ini orang-orang Minahasa tidak tinggal diam, tapi melakukan sesuatu untuk tanah ini. Sudah sekitar dua tahun, kami menjadikan Watu Pinawetengan sebagai tempat untuk mendiskusikan hal-hal yang terkait dengan kebudayaan Minahasa,” ujar Green.

Selasa, 08 Desember 2009

Sebagian Petuah & Rahasia kaum Tountemboan

*22.SARANA RITUAL”*

PA -LUKUT-AN
Pa-lukut-an adalah istilah untuk orang sakti yang memiliki talenta istimewa, bahkan dipilih oleh Amang Ka-suru-an, Roh-roh serta Jiwa- jiwa dan para Apo’-apo’ yang sudah hidup di Ka-senduk-an , untuk dijadikan sebagai terminal perantara, medium atau tempat perhentian atau berdiam sementara serta sarana komunikasi untuk penyaluran dan penyampaian pesan - pesan dan petunjuk serta perintah atau maksud - maksud tertentu dari Amang Ka-suru-an, Roh - roh, Jiwa – jiwa serta para Apo’ - Apo’.
Orang - orang yang menjadi terminal komunikasi antara Amang Ka-suruan, Roh-Roh dan Apo’- apo’ dengan manusia adalah para Wali’an , Tona’as atau orang sakti yang terpilih atau memiliki talenta sebagai PA-LUKUT-AN (tempat untuk duduk atau berdiam).
Biasanya kedatangan Amang Ka-suru-an, Roh-roh atau Jiwa -jiwa atau Apo’- apo’ adalah secara spontan atau tiba - tiba tanpa ada tanda - tanda atau pemberitahuan sebelumnya , tetapi seringkali juga dipanggil oleh para Wali’an atau Tona’as apabila ada sesuatu hal yang sangat penting atau sangat mendesak untuk segera diselesaikan .
Pemanggilan Amang Ka-suru-an, Roh - roh dan Jiwa-jiwa atau Apo’- apo’ dilakukan dengan upacara ritual sesuai dengan kebiasaan dan adat istiadat para leluhur.
Amang Ka-suru-an, Roh- roh atau Jiwa- jiwa atau Apo’-apo’ yang datang lu-mukut pada orang sakti akan masuk secara gaib dalam sukma dari si pa-lukut-an.
Setelahl masuk dan merasuk jiwa dan sukma si pal-ukut-an , maka si pa-lukut-an pun memperlihatkan hal- hal yang aneh karena kesurupan , sambil melompat- melompat atau menari -menari atau berlenggang lenggok serta gemetaran , ia komat kamit dan mulai berkata- kata dalam bahasa yang hanya dimengerti oleh orang sakti atau orang pintar.
Pesan serta petunjuk yang disampaikan dalam bahasa rahasia atau bahasa isyarat diterjemahkan oleh orang sakti atau orang pintar yang mengerti serta tahu menerjemahkan.

Dalam keadaan istimewa, bahasa yang keluar dari mulut Pa-lukut-an, dapat dimengerti oleh semua orang.

PA-TEKA’AN
Pa-teka’an adalah istilah untuk orang sakti yang didatangi oleh Amang Ka-suru-an, Roh -roh atau Jiwa-jiwa serta Apo’-apo’ yang seakan - akan hinggap atau mampir dan menggunakan orang yang dihinggapi sebagai perantara untuk menyampaikan maksud kepada yang dituju (sifatnya hampir sama dengan pa-lukut-an, tetapi bedanya terletak pada waktu dan frekwensi terjadinya “‘teka’an” itu tidak tetap dan “teka’an” itu dapat berlaku pada siapa saja yamg mau didatangi oleh Amang Ka-suru-an, Roh-roh atau Jiwa-jiwa atau Apo’-apo.
Bahasa yang biasanya digunakan oleh Amang Ka-suru-an, Roh -roh atau Jiwa-jiwa serta Apo’-apo’ yang “tumeka’” adalah bahasa yang dapat dimengerti oleh semua orang.
PA-TEKA’AN secara harafia artinya (tempat berhinggap).

KI-NE’KEP
Artinya “dipeluk” dan diartikan juga kedatangan atau kesurupan makluk halus atau roh atau jiwa dari seseorang yang sudah meniggal.
Mahluk halus atau roh atau jiwa yang datang itu masuk kepada siapapun yang ingin didatangi atau dipegang atau di peluk oleh roh atau jiwa itu, walaupun yang bersangkutan tidak menginginkannya.
Adapun makhluk halus atau roh atau jiwa yang masuk dalam tubuh orang yang didatangi, biasanya ingin menyampaikan keinginan atau keluhan atau perhatian atau pelalyanan, bahkan permintaan balas dendam, atau sesajen, serta perlakuan istimewa bagi arwah atau pusaranya.

MEDIUM
Medium adalah upacara ritual untuk mengundang arwah atau jiwa yang sudah meninggal.
Perlengkapan yang harus disediakan a.l. tepung, lilin, kemenyan, sirih, pinang, sesajen, koro’bar, dll.

MA-UBAT
Ma-ubat adalah panggilan untuk dukun yang dapat menyembuhkan penyakit luar dalam.


MA-ALAB
Ma-alab adalah sebutan untuk dukun yang ahli menyingkirkan atau menghilangkan gangguan roh-roh jahat, dengan cara mengambil racun atau penyakit yang dikirim dalam tubuh manusia oleh roh jahat dengan cara-cara mistik dan gaib, maupun gerakan-gerakan dan sentuhan jamahan yang aneh serta komat-kamit bahasa rahasia.

MA-LEME’
Ma-leme’ adalah orang yang memiliki keahlian untuk mengobati penyakit rohani dan jasmani, lahir dan bathin, pengobatan dilakukan dengan tindakan serta gerakan-gerakan ritual, mistik dan gaib, maupun mantera dan komat kamit dengan bahasa rahasia .

MA-URU
Ma-uru adalah sebutan untuk ahli pijat tradisional yang dapat menyembuhkan sakit keseleo, pata tulang , sakit otot dll.
Dengan cara memijat sambil menggunakan minyak khusus untuk urut dan pijat.

MA-ANGKAY
Ma-angkay adalah dukun yang ahli menyingkirkan dan menghilangkan penyakit atau racun yang dikirim orang didalam tubuh manusia atau rumah serta tempat tertentu termasuk kebun, peralatan atau benda apapun , dengan cara mistik dan gaib.

PA-SA’KET-AN
Pa-sa’ket-an artinya “kiasan” , pelampiasan atau perbuatan seakan - akan melakukan sesuatu yang sebenarnya, tetapi sebenarnya hanya sebagai ungkapan, kiasan atau pelampiasan.
Contoh :
Bila seseorang digigit oleh ular berbisa “ka-luma’an” di bagian tangannya, maka seharusnya tangannya harus dipotong supaya racun tidak menjalar kebagian tubuh lainnya, tetapi dengan melakukan “su-ma-ket” mengambil sepotong kayu atau bambu, lalu bambu atau kayu tersebut dipotong seakan-akan tangan yang dipotong dengan menggunakan mantera atau bahasa doa rahasia yang khusus digunakan untuk su-ma’ket, maka racun tidak akan menjalar kebagian tubuh yang lain.
Bambu dan kayu yang digunakan disebut “si-na’ket-an”, dijadikan “pa-sa’ket-an”.

TA-WA’ANG
Ta-wa’ang adalah sejenis tanaman yang digunakan sebagai sipat tanah atau kebun atau halaman.
Menurut kepercayaan orang Kiowa , ta-wa’ang digunakan oleh Tu’ur e Tuama, sebagai tanda ikatan cinta kasih dengan Amut e We-wene.

SARAW
Saraw adalah sejenis tanaman yang batangnya menyerupai rotan dan dapat digunakan sebagai .
Orang Kyowa percaya bahwa saraw digunakan oleh Amut e We-wene sebagai tanda ikatan cinta dan kasih dengan Tu’ur e Tuama.

MA-TENGA’
Ma-tenga’ atau makan sirih pinang adalah adat kebiasaan leluhur yang dijadikan sebagai pelengkap dalam suatu acara menjamu seorang tamu, pesta, kenduri dan acara ritual maupun adat.

TENGA’
Tenga’ atau pinang adalah pelengkap keperluan upacara ritual dan digunakan juga oleh dukun sebagai bagian sesajen.

LALAY
LALAY sejenis tumbuhan dengan buah untuk keperluan TU-MENGA’ serta keperluan ritual dan obat-obatan.

KO-RO’BAR
Ko-ro’bar adalah pelepah mudah daun pinang yang digunakan sebagai .
Ko-ro’bar juga digunakan sebagai pembungkus atau dijadikan sarung untuk keperluan pengisian obat atau makanan dll.

APU
Apu adalah sejenis kapur putih yang dibuat dari bia atau kerang dan digunakan sebagai .

KERI’IT
Keri’it atau jahe ada dua jenis: yaitu KERI’IT REINDANG dan KERI’IT KULO’.
- Keri’it digunakan untuk obat dan rempah-rempah, wangi-wangian serta keperluan ritual.
- Keri’it kulo’ digunakan pula untuk keperluan dan kebutuhan lainnya, antara lain obat batuk.

SUKUR
Sukur sejenis jahe yang digunakan untuk obat terutama sebagai penangkal angin jahat atau pengusir racun dan penyakit apapun, antara lain obat perut, keperluan ritual dll.

WOWANG
Wowang atau bawang putih digunakan untuk obat-obatan, bau-bauan dan keperluan ritual.

SOLO
Solo atau minyak dibuat dari santan kelapa atau beberapa jenis buah atau tanaman yang mengeluarkan minyak .
Solo digunakan untuk obat-obatan, lampu penerangan, minyak goreng, masakan dan keperluan ritual dan kebutuhan lainnya.

RANO
Rano atau air digunakan untuk diminum baik untuk pelepas dahaga, juga untuk obat penyembuh penyakit, kebersihan, mandi, masakan, keperluan ritual dan kebutuhan lainnya.

RU’I
Ru’i atau tulang binatang apapun dijadikan ramuan obat dan keperluan ritual.

AMUT
Amut atau akar tanaman, pohon atau rumput dijadikan “pa-kerut-en” untuk ramuan obat dan keperluan ritual.

TE-TEMBUR
Te-tembut atau kemenyan dijadikan pengusir jin atau setan serta roh-roh jahat dan keperluan ritual.

SA’KETA/JARAK
Sa’keta dijadikan penangkal racun, menghancurkan dan melenyapkan kekebalan musuh hanya dengan , pemagar halaman supaya tidak dimasuki iblis atau roh jahat, dijadikan obat untuk bermacam-macam penyakit serta pa-sa’ket-an serta kebutuhan lainnya termasuk ritual

TURI
Turi dijadikan pelembab dan obat untuk orang yang baru bersalin serta keperluan ritual.

PONDANG
Pondang dijadikan rempah-rempah serta bahan obat serta keperluan ritual.

LALAI-NA WELAR
Lalai-na welar dijadikan obat panas dan penyakit lainnya serta keperluan ritual.

KA-LUNTAY
Ka-luntay dijadikan obat serta pengusir ular dan roh-roh jahat, serta keperluan ritual.

SEREWUNG
Serewung dijadikan obat kuat dan penyembuh penyakit-penyakit tertentu serta keperluan ritual.

TUNDAG
Tundag dijadikan rempah - rempah serta sayur dan keperluan ritual.

KU-KURU
Ku-kuru dijadikan rempah-rempah serta obat, wangi-wangian dan keperluan ritual (ku-kuru kulo’ wo ku-kuru reindang).

SALIMBATA’
Salimbata’ dijadikan rempah - rempah serta obat batuk, wangi-wangian dan keperluan ritual.

KUTU IN SAKIT
Kutu in sakit adalah pertanda bahwa ada keluarga sangat dekat akan meninggal.
Seseorang dalam rumah dapat dipenuhi kutu-kutu dirambut sebagai pertanda atau alamat buruk tentang adanya kedukaan.

PE-LUWA’ I ASU
Apabilall seekor anjing muntah didepan pintu, itu pertanda ada orang yang akan sakit keras atau meninggal didalam lingkungan keluarga.

TOYA’ANG MA-TUWENG
Apabila seseorang anak suka berjongkok sambil melihat diantara kaki kearah belakang, itu adalah pertanda ibunya akan hamil lagi dan ia akan memperoleh adik lagi.

TA’AR WO A’ATOR-EN WO PE-PE’DIS

TIYO’O MA-EMA’ ING KA-WENDU-AN I CAKELE TOUW, SA RA’ICA MA-SALE’ MA-KERE KA-WENDU-AN, AM-PA’PA’AN SI “WE-WENDU MA-PENDAM ING KA-WENDU-AN” SA-




Jangan mencabut nafas sesama,kalau tidak ingin nafas sendiri dicabut, sebab nafas kehidupan dijaga oleh “pemberi nafas kehidupan”, apalagi hanya dia yang dapat mencabut nafas seseorang, begitu pula siang malam dia mendengarkan nafas masing-masing, siapa yang mengambil nafas seseorang, maka nafasnya diambil untuk menggantikan nafas yang diambilnya.

WA’AR
WA’AR adalah permohonan izin secara halus dengan mendehem

SU-MOMOY
Su-momoy adalah bahasa halus untuk buang air besar.

TU-MIYA’ PORAK KU-MA’PA UTER
Tu-miya’ porak ku-ma’pa uter adalah bahasa halus atau kiasan untuk buang air besar dan air kecil.

ME’ILONG WO MI’PI’
Me’ilong wo mi’pi adalah bahasa kasar yang sama dengan berak dan kencing.

TIYO’O MA-KELAR AM-BISA-WISA atau jangan buang lendir dimana-mana karena tidak sopan dan tidak sehat.

TIYO’O MA-RURA’ AM-BISA-WISA artinya jangan buang ludah dimana saja sebab tidak sopan dan tidak sehat.

KAROT I NENDA’
Karot i nenda im bua’na ing kama adalah bersumpah dengan goresan darah yang berasal dari jari tangan, yang dilakukan untuk menyatakan kesungguhan serta sumpah dan janji setia serta ikatan persaudaraan yang tidak dapat dibatalkan.







TA’UN
“TA’UN” artinya “TAHUN”
Satu tahun (sanga ta’un) terdiri dari 1x... bulan (sanga pulu’ tu-mela’uw ... nga- serap}.

SATU BULAN (sanga serap) terdiri dari 27 hari (sanga serap pute won dua nga-pulu’ tu-mela’uw pitu ngando).

Satu tahun sama dengan 3xx hari ( sanga ta’un pute won telu nga-atus wo ...nga-pulu’ tu-mela’uw esa ngando).

Perhitungan jumlah hari didasarkan pada rata-rata kurang lebih adanya cahaya bulan, mulai dari bulan baru sampai bulan mati.










(3). SIOUW TI-TIMBOY-AN ING KA-TOUW-AN

I. KA -TOUW-AN (HIDUP) :

Ka-touw-an ka-ure-ure ( hidup kekal)
Ka-touw-an ca-wana ka-siwak-an (hidup tak terbatas)
Ka- touw-an su-miwak (hidup terbatas)

II. KA-WASA (KUASA) :

Ka-wasa i mu’kur wo si lungus wo si aseng :
KA-WASA I MU’KUR (kuasa roh) :
mu’kur ka-ure-ure (roh kekal)
mu’kur ca-wana ka-siwak-an (roh terbatas)
mu’kur ma-siwak (roh yang dapat mati).
ka-wasa i lungus (jiwa)
ka-wasa i aseng (nyawa)

KA-WASA I A’AS (akal budi) :
e’endam (indera)
a’awon (karsa)
re-reka-en (kreasi)

KA-WASA I A’ATA’( GAYA) :
e’eter (kemampuan)
keter (kekuatan)
e’eter (tenaga)


III. E’EMA’AN (CIPTAAN) :

pa-pe’ilek-en (kelihatan)
touw, aloa, ti-nanem (manusia, binatang, tumbuhan).
tana’, rano, langi, roar, ka-yo’ba’an (tanah, air, langit, alam, jagad raya.)
.a-apa-an ( benda, zat , dll.)
ca-pa-pe’ilek-en (tak kelihatan)
reges (angin)
eges (udara)
oras (musim)
pa-reka--rekan (semu)
wuni (mahluk halus)
eli’ (benda-benda magis)
limbawa (fata morgana)

IV. PA-EMAN-EN (KEPERCAYAAN)

e’eman-en (keyakinan)
a’aram-en (tradisi)
u’utur-en ( legenda)

V. SI-SIGIL-EN (ANALISA)

o’owon (mythos)
u’us (logos)
I-ile’en (realita)


VI. U’SI Y-EN (AJARAN)

aram (budaya)
re-reka’en (rekayasa)
a’andey-an (ilmu)
e’eilek-en (pengetahuan)
tu-turu’en (pendidikan)
ukung (hukum) :
a’ator-en (aturan)
adat (etika)
e-eri-en (moralitas)

VII. RE-RE’NAS-EN (KEBIJAKSANAAN)

e-eren-an (jeli)
re-reka-an (kreatip)
e’ero’an (dinamis)

VIII. MA-ANDO (SOLIDARITAS/KEBERSAMAAN)

ticoy ing to-touw-an (pola hidup)
ki’i-ki’t-an (kepemimpinan)
i’ico-an won u’uwa’an (usaha dan produksi)
mem-palus-an
men-sen-sembong-an
men-san-sawang-an
men-sun-sule-an
men-tun-tulung-an
mem-pom-popo-an
mem-pom-pokey-an
men-sun-suli’an
men-ton-tolic-an
mem-bem-bean
me-upu-upus-an
me-lelo-lelo-an
men-tan-ta’ney-an
mem-pam-pa’ando-an
me-lupu-lupu-an
mem-bem-berot-an
me-san-sakey-an
mem-bum-buleng-an
men-tenteng-tenteng-an
mem-bim-bio-an
me-aki-akin-an
mem-bom-boko’an
mem-bam-bali-an
men-tun-turu’an
meng-genang-genang-an
me-aru-aruy-an
men-san-sale’an
men-ton-to’or-an
mem-bem-beteng-an
dll.


IX. KA-SENDUK-AN (PARADISO)

ka-aruy-an (kemakmuran)
tu-tumbi’an (keadilan)
ka-elur-an (kebahagiaan) :
aler (aman)
aruy (damai)
elur (sentosa)


Galeri Foto Manado: MANADO City, Collection from the others

Lukisan Fort Amsterdam & Teluk Manado pada abad ke-19.

Gezicht over Menado - pemandangan kota Manado 1875.

Jembatan Singkil Tahun 1905.

De rede van Menado, Noord-Celebes 1910.
Pelabuhan Manado/muara kuala Tondano.

Gereja Centrum/Protestansche Kerk in Manado 1910.

Busstation in de Manado - Stasion bus di Manado tahun 1924.

Paardenraces te Menado. In het midden resident H.J. Schmidt 1927.
Balap kuda di Manado tahun 1924. Tampak di tengah2 ada Residen ("gubernur" sekarang) H.J. Schmidt.

Kunjungan Gubernur Jenderal de Jonge September 1934.

Het ziekenhuis aan de Hospitaalweg.
Rumah Sakit Ratu Wilhelmina (ex RS Gunung Wenang) & jalan Rumah Sakit (di depan jl. Sudirman sekarang) tahun 1930an.

Fort Nieuw Amsterdam Bastion. Tempat penjagaan benteng Amsterdam 1930an.

Kota Manado tahun 1930

Een deel van de haven van Manado, met linksboven het havenkantoor annex politiepost 1930.
Pelabuhan Manado, di depan kantor pelabuhan & pos polisi.

De weg bij fort Nieuw Amsterdam - Jalan seputaran benteng New Amsterdam Manado tahun 1930.

Pelabuhan Manado & muara Tondano 1930an.

Kondisi kerusakan jembatan singkil setelahPerang Dunia II 1945.

Kantor darurat Manado - Gedung Pingkan Store yg darurat, habis dibombardir pesawat sekutu 1944. Gedung ini dipakai sebagai kantor darurat perusahaan2 setelah Perang Dunia II berakhir.

Pantai/Baai van Manado, Celebes Juli 1947.

Pusat kota Manado tahun 1949.

Luchtfoto van Manado 24 - 1 - 1949.
Foto udara Manado 24 Januari 1949 di Kampung Pondol/Jl Toar sekarang ini.

Pendaratan Batalyon Worang disambut di Manado tanggal 10 Mei 1950.

Demo di Manado mendukung Permesta tahun 1957.

Penduduk Manado pra-pergolakan PERMESTA merayakan HUT RI ke-12 di lapangan Sario tanggal 17 Agustus 1957.

Kantor Gubernur Sulut tahun 1960an yang dibangun oleh dana Permesta tahun 1957.
Kini telah berdiri Matahari Departement Store/KFC, depan Markas Korem 131/Santiago Manado.

Rumah dinas Gubernur Sulut di Bumi Beringin Manado tahun 1970an.

Bendar Manado, TKB tahun 1970an.

Taman Kesatuan Bangsa di Pasar 45 Manado 1970an.

Taman Kesatuan Bangsa di Pasar 45 Manado 1970an.

Gedung Minahasaraad di Jl Samrat Manado tahun 80an, saat jadi Kantor TNI-AL.

Monumen Dotu Lolong Lasut di TKB tahun 2008.

Lia sandiri depe keterangan di masing-masing nama file foto.


Galeri Foto Minahasa: Peta Kota Manado tahun 1922

Peta Kota Manado tahun 1922

Peranan Kawanua/Tou Minahasa dalam Perang Kemerdekaan RI

PERANAN KAWANUA / TOU MINAHASA DALAM PERANG KEMERDEKAAN INDONESIA

Oleh Bodewyn Grey Talumewo


Manado - ©2006-2009


Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob RatuLangie (Sam Ratulangi)

Pahlawan Nasional Indonesia

TTL : Tondano, 5 November 1890

TTM : Jakarta, 30 Juni 1949

Ia adalah tokoh utama Minahasa abad ke-20. Merupakan orang Indonesia pertama yang meraih doktor dalam ilmu pasti dan alam. Menerbitkan majalah National Comentaren serta menjadi redakturnya tahun 1938-1942 yang terkenal, dan dengan tulisannya mempengaruhi golongan intelektual agar cinta tanah air. Pendiri partai Persatuan Minahasa lalu menjadi Sekretaris Minahasaraad. Saat menjadi anggota Volksraad (Dewan Rakyat Hindia-Belanda) mewakili Minahasa, ia sering mengucapkan pidato yang mengecam politik pemerintah Hindia Belanda. Karena sikap non-koperatifnya, ia ditangkap pemerintah Hindia-Belanda pada Januari 1941. Baru dibebaskan saat Jepang menduduki Indonesia.

Aktivitas politiknya semakin hebat menjelang dan sesudah kemerdekaan RI. Duduk sebagai anggota PPKI kemudian pada 18 Agustus 1945, kemudian diangkat jadi Gubernur pertama Provinsi Sulawesi di Makassar. Om Sam ditangkap Belanda dan dibuang ke Serui dan Biak Papua pada 5 April 1946. Tapi di tempat pembuangan ia melatih para kader nasionalis Papua. Pada Agustus 1948 ia dibebaskan dan kembali Yogya. Pada Desember 1948 ia dan para petinggi RI ditangkap saat Agresi Militer Belanda ke-2. Ia meninggal dunia karena sakit dengan status sebagai seorang tahanan musuh (Belanda).


Lambertus Nicodemus Palar

(Babe Palar / Nico Palar)

TTL : Rurukan – Tomohon, 5 Juni 1900
TTM : Jakarta,
13 Februari 1981

Setelah Perang Dunia II berakhir, menjadi anggota Parlemen Kerajaan Belanda Tweede Kamer di Fractie Social Demokratisch Arbeiders Party. Saat pecah perang antara tentara NICA Belanda dengan pejuang kemerdekaan RI, ia menuju Indonesia dan mengundurkan diri dari anggota Parlemen Belanda tahun 1947, lalu diangkat oleh Pemerintah RI menjadi Juru Bicara RI di PBB pada 1947-1950. Nico memperjuangkan kedaulatan Kemerdekaan Indonesia di depan Dewan Keamanan PBB. Tahun 1950-1953 diangkat jadi Wakil Tetap RI yang pertama sebagai Duta Besar Luar Biasa & Berkuasa Penuh (Dubes) untuk PBB. Tahun 1953-1956 diangkat menjadi Dubes RI untuk India. Tahun 1956 menjadi Dubes RI untuk Jerman Barat dan juga Uni Sovyet. Tahun 1957-1962 diangkat menjadi Dubes RI untuk Kanada. Tahun 1962-1964 diangkat untuk kedua kalinya sebagai Wakil Tetap Republik Indonesia di PBB sampai RI menarik diri dari keanggotaan PBB pada tahun 1964, kemudian tahun 1964-1967 menjadi Dubes RI untuk Amerika Serikat. Ditawari oleh universitas swasta di Amerika Serikat sebagai Guru Besar (Profesor) dan diterimanya serta mengajar selama beberapa tahun.


Mr. Alexander Andries Maramis (Alex)

TTL : Paniki Bawah – Manado, 20 Juni 1897

TTM : Jakarta , 31 Juli 1977

Tahun 1945 menjadi anggota BPUPKI kemudian menjadi PPKI dalam Panitia 9 dan menandatangani Piagam Djakarta yang kontroversial itu. Dalam Kabinet Presidensial Pertama ia jadi Menteri Negara Kabinet RI pertama antara 19 Agustus 25 September 1945, Menteri Keuangan kedua sejak 25 September 1945. Tahun 1947 dalam Kabinet ke-5 RI (Kabinet Amir Sjarifuddin I) sebagai Menteri Keuangan mewakili PNI. Tahun 1947-1948 dalam Kabinet ke-6 RI (Kabinet Amir II) juga sebagai Menteri Keuangan mewakili PNI. Tahun 1948-1949 dalam Kabinet Hatta Pertama (Presidentil Kabinet) jadi Menteri Keuangan. Tahun 1948-1949 saat Agresi Militer Belanda ke-2 duduk dalam Kabinet Darurat Pemerintah Darurat RI (PDRI) sebagai Menteri Luar Negeri. Tahun 1949, jadi Dubes di Filipina, lalu jadi Dubes di Jerman Barat 1953, terakhir jadi Dubes di Moskow 1955. Pensiun tahun 1958 dan menetap di Swiss.


Mr. Arnoldus Isaac Zacharias Mononutu (Arnold)

TTL : Manado, 4 Desember 1896
TTM : Jakarta, 5 September 1983

Dikenal anti-Belanda & buronan pemerintah kolonial. Jadi aktivis Jong Minahasa 1919-1920 & Jong Celebes 1927, partai Persatuan Minahasa 1927-1930. Pada 1947-1949 jadi Anggota Parlemen NIT (Ketua Fraksi Progresif). Memprakarsai dan memimpin Goodwill Mission Parlemen NIT ke Yogyakarta sebagai Ibukota Republik Indonesia Serikat (menyebabkan NIT bubar dan bergabung dengan NKRI). Pada bulan Desember 1949–1950 menjadi Menteri Penerangan Kabinet RIS (Pertama & Terakhir), tahun 1951-1952 menjadi Menteri Penerangan Kabinet Sukiman-Suwirjo, dilanjutkan tahun 1952-1953 sebagai Menteri Penerangan pada Kabinet Wilopo. Tahun 1953-1955 jadi Dubes RI di Beijing Cina, lalu 1956-1959 sebagai Anggota Konstituante RI. Jadi Rektor Universitas Hasanuddin 1960-65 dengan gelar Guru Besar (Profesor) & mendirikan beberapa fakultasnya. Jasanya yang terbesar dalam revolusi Indonesia adalah perang urat saraf dengan pegawai tinggi Hindia Belanda.


Arie Frederick Lasut

Pahlawan Nasional Indonesia

TTL : Kapataran – Tondano, 6 Juli 1918
TTM : Pakem – Yogyakarta, 7 Mei 1949

Jadi salah satu pimpinan laskar KRIS Yogya, sebagai Komandan Kompi Berdiri Sendiri dalam Brigade XVI/ KRU X. Pada 16 Maret 1946 dalam usianya ke-28 tahun, diserahi tugas sebagai Kepala Jawatan Tambang dan Geologi RI di Bandung. Waktu itu pihak Belanda ingin menguasai dokumen dan data tentang masalah pertambangan dan geologi di Indonesia. Arie diancam agar menyerahkan dokumen itu. Karena tidak berhasil, pihak Belanda mengubah taktik dengan membujuk dan menjanjikan pangkat tinggi serta gaji besar. Inipun tidak berhasil. Ia berpindah-pindah tempat, terakhir ke Yogya. Ketika Belanda menduduki Yogya tahun 1949, ia ditangkap dan dibawa ke desa Pakem di utara Yogya. Seregu tembak KNIL mengeksekusinya tanggal 7 Mei 1949.


Mayjen Hein Victor Worang (Kembi)

Komandan Batalyon Worang

TTL : Tountalete – Tonsea, 12 Maret 1919

TTM : Jakarta, 13 Februari 1982

Tahun 1945 Kembi Worang menjadi kepala pasukan dalam Pemuda RI Sulawesi (PRI-SAI). Pada Oktober 1945 PRI Barisan Istimewa dibentuk dengan pemimpin antara lain Worang. Pasukannya bertempur di Jawa Timur melawan Inggris dan NICA Belanda. Tahun 1949 ia memimpin batalyon sendiri (berpangkat Mayor). Pada Mei 1950 membantu Batalyon 3 Mei mencegah Sulut bergabung dengan NIT & pengaruh NICA. Bulan September 1950 pasukannya berangkat ke Ambon menumpas gerakan Republik Maluku Selatan. Tahun 1953-1954 membersihkan gerakan pemberontak Darul Islam DI/TII di Sulawesi Selatan.


Mayor Daniel Elias Mogot (Daan Mogot)

Pendiri / Direktur Pertama Akademi Militer Tangerang

TTL : Manado, 28 Desember 1928

TTM : Tangerang, 25 Januari 1946

Daan Mogot masuk PETA dengan memalsukan umurnya (14 tahun) tahun 1942, lalu jadi pelatih anggota PETA di Bali & Jakarta. Seusai Perang Dunia II, ia menjadi Komandan TKR di Jakarta berpangkat Mayor. Bulan November 1945 jadi pendiri dan Direktur Pertama Akademi Militer Tangerang (MAT) berusia 17 tahun. Gugur di Hutan Lengkong bersama 36 orang lainnya dalam pertempuran saat melucuti senjata tentara Jepang di tangsi mereka di hutan Lengkong – Tangerang.


Kolonel TNI Alexander Evert Kawilarang (Alex)

Panglima Divisi Siliwangi & Indonesia Timur

TTL : Meestercornelis Batavia, 23 Feb 1920

TTM : Jakarta, 6 Juni 2000

Pada 1945 jadi opsir penghubung dengan pasukan Inggris di Jakarta berpangkat Mayor (berusia 25 tahun). Menjadi Kepala Staf Resimen Bogor - Divisi II Jawa Barat berpangkat Letkol. Tahun 1946 jadi Komandan Resimen Infanteri Bogor. Sejak Agustus 1946-1947 jadi Komandan Brigade II/Suryakencana di Sukabumi – Bogor. Tahun 1948-1949 jadi Komandan Brigade I/Divisi Siliwangi, menjadi Komandan Sub Teritorium VII/Tapanuli. Pada 1949-1950 jadi Gubernur Militer Aceh & Sumatera Utara, lalu jadi Komandan Territorium I/Sumut berpangkat Kolonel (usia 29 tahun). Tahun 1950 jadi Panglima Tentara & Territorium I (TT-I)/Bukit Barisan di Medan. Sebagai Panglima Operasi Pasukan Ekspedisi di Indonesia Timur sejak 15 April 1950. Tahun 1950-1951 jadi Panglima Komando TT-VII/Indonesia Timur di Makassar. Tahun 1951-1956 menjadi Panglima Komando TT-III/Siliwangi di Bandung dan tahun 1956-1958 menjadi Atase Militer RI di Washington, DC. AS berpangkat Brigjen (lokal).


Kolonel Jacob Frederik Warouw (Joop)

Panglima TT-VII/Wirabuana

TTL : Batavia, 8 September 1917
TTM : Tombatu, Oktober 1960

Tahun 1945 menjadi Wakil Pimpinan Bagian Pasukan PERISAI (Pemuda RI Sulawesi) merangkap Kepala Barisan PRI Sulawesi (PERISAI) bulan Oktober 1945, lalu jadi salah satu Komandan Barisan Istimewa PERISAI. Tahun 1946 jadi Kepala Staf Divisi VI Tentara Laut RI (TLRI) di Lawang-Jawa Timur berpangkat Letkol (berumur 28 tahun). Pada 1946-1948 menjadi Wakil Komandan/Kepala Staf ALRI Pangkalan X di Situbondo Jatim (ex Divisi VI ALRI). Tahun 1948-1950 Komandan Brigade XVI di Yogyakarta. Tahun 1950-1952 sebagai Komandan Komando Pasukan (Kompas) B – Sulut & Maluku Utara di Manado, lalu jadi Komandan Kompas D – Maluku Selatan di Ambon, serta Komandan Kompas A – Sulsel di Makassar. Tahun 1952-1953 jadi Kepala Staf TT-VII/Indonesia Timur. Tahun 1954-1956 Panglima TT-VII/Wirabuana berpangkat Kolonel. Tahun 1956-1958 sebagai Atase Militer – Kedubes RI di Beijing Cina.


Letkol Herman Nicolas Ventje Sumual

Komandan KRIS Yogyakarta

TTL : Remboken/Minahasa, 11 Juni 1923

Tahun 1945-1948 jadi perwira penghubung KRIS di Jakarta. Setelah pindah di Yogyakarta, jadi Pucuk Pimpinan Laskar "KRIS" di sana. Jadi perwira Staf Brigade-XII (ex Laskar KRIS) di Yogya. Tahun 1948-1950 jadi Kepala Staf KRU-X (ex Brigade XII). Tahun 1948 jadi Kepala Staf Brigade-XVI (ex KRU-X) di Yogya. Tahun 1949 jadi Komandan SWK-103A/WK-III di Yogya. Dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta, sebagai Komandan SWK-103A/Yogyakarta Barat WK-III, memimpin serangan dari arah barat serta berhasil menyerang markas besar tentara Belanda (T-Brigade) di tengah kota Yogya. Menjadi perwira Komando Pasukan Sulut & Maluku di Manado, lalu menjadi Komandan Kompas B SU-MU di Manado (RI-24). Tahun 1952-1953 menjadi Kasi-I Inspektorat Infanteri AD di Bandung, tahun 1953-1956 menjadi Komandan Latihan & Inspektur Pendidikan di Bandung.


Robert Wolter Mongisidi (Bote)

Pahlawan Nasional Indonesia

TTL : Malalayang, 14 Februari 1925
TTM : Makassar, 5 September 1949

Tahun 1945 jadi Sekretaris LAPRIS (Laskar Pejuang Republik Indonesia Sulawesi) di bawah pimpinan Ranggong Daeng Romo. Dua kali tertangkap oleh NICA, pertama bulan Februari 1947, namun berhasil melarikan diri dari penjara. Oktober 1947 tertangkap lagi. Pahlawan Sulsel asal Bantik ini ditembak mati di hadapan regu tembak tentara NICA-KNIL dalam umur 24 tahun. Di dalam Alkitab yang dipegangnya ada kertas bertulis “Setia hingga terachir didalam kejakinan” tertanggal 5 September 1949.


Letkol Charles Choesoy Taulu (Chalie)

Pahlawan Peristiwa Merah Putih 1946

TTL : Kawangkoan, 20 Mei 1909
TTM : Jakarta, 20 Mei 1969

Setelah Jepang kalah perang, ia melanjutkan dinasnya di dalam KNIL pada tanggal 12 Oktober 1945 setelah Pemerintahan Sipil Hindia Belanda (NICA) mengambil alih kekuasaan. Saat itu ia berpangkat Furir di kesatuan KNIL Kompi VII di Manado. Pada 14 Februari 1946 menggerakkan anggota KNIL yang pro-RI untuk menguasai Tangsi KNIL di Teling Manado dan mengadakan kudeta. Pagi dan siang harinya diadakan perebutan kekuasaan di beberapa kota di Minahasa. Kemudian diangkat menjadi Komandan Tentara Republik Indonesia Sulawesi Utara (TRISU). Kekuasaan orang-orang Merah Putih ini hanya bertahan selama 25 hari hingga 11 Maret 1946 & NICA berkuasa kembali di Minahasa akibat pengkhianatan serta jebakan licik Belanda.


Bernard Wilhelm Lapian

Pahlawan Peristiwa Merah Putih 1946

TTL : Kawangkoan, 30 Juni 1892
TTM : Jakarta, 5 April 1977

Tahun 1933 jadi pendiri KGPM, sebuah gereja berpaham nasionalis. Jadi anggota Minahasaraad lalu Volksraad (Dewan Rakyat Hindia Belanda). Tahun 1945 jadi anggota Panitia Badan Persiapan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (BPPKI) di Tondano. Tahun 1945-1946 menjadi Kepala Distrik Manado. Dalam Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946 diangkat menjadi Kepala Pemerintahan Sipil Sulawesi Utara (Keresidenan Manado, meliputi Sulawesi Utara & Tengah). Tahun 1951-52 jadi Acting (pejabat) Gubernur Sulawesi di Makassar.


Letkol Adolf Gustaaf Lembong

TTL : Ongkau, Minsel,19 Oktober 1910

TTM : Bandung, 23 Januari 1950

Tahun 1943 ia pergi ke Filipina menjadi anggota pasukan sekutu ABDA (American, British, Dutch, Australia) berpangkat Letnan & bergerilya di hutan. Tahun 1947 dengan pangkat Kapten tentara sekutu menuju Jawa Timur & diserahkan kepada NICA lalu diturunkan pangkat jadi Letnan. Bergabung dengan Laskar KRIS. Tahun 1948 diangkat jadi Komandan Brigade XVI/Pasukan Seberang berpangkat Letkol. Ia sempat ditawan oleh Belanda di Ambarawa. Ia dipanggil Mabes TNI untuk menyusun rencana organisasi militer TNI karena ia berpengalaman di Filipina sebagai tentara sekutu untuk pendidikan setingkat kompi.Mendapat promosi untuk jadi Atase Militer RI di Filipina karena latar belakangnya saat Perang Dunia II di sana. Sebelum itu ia diangkat sebagai Kepala Bagian Pendidikan Militer TNI-AD di Bandung. Ia tak sempat memegang jabatan itu karena sekitar seribu tentara APRA pimpinan Westerling menyerbu Bandung dan membantai beliau saat berada di kantornya di Markas Staf Kwartier Siliwangi.


©Tomohon, 17-18 Agt 2006 & ©Manado, 5 Nov 2009 – Bodewyn Grey Talumewo

Daftar Kawanua Minahasa yang menjadi Jenderal TNI/Polri

DAFTAR KAWANUA MINAHASA YANG MENJADI JENDERAL TNI/POLRI (update)

Oleh Bodewyn Grey Talumewo


Manado - ©2006-2009

A

Andries, Brigjen Inf. Purn.TNI Purn. Hubertus Johanes –Korps Infanteri, Wagub Kalteng pertama, anggota DPR/MPR, pengurus KKK

Awuy, Laksamana Pertama Drs. Johnny E. – Dan Lantamal Jakarta, Bendahara pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Masa Bhakti 2001 - 2006