Bangsa Minahasa

Setiap bangsa yang ingin mempertahankan jati dirinya, harus menghargai warisan suci tradisi dan budaya dari para leluhurnya; Kita (bangsa Minahasa) harus memelihara dan mempertahankan tradisi dan budaya bangsa Minahasa dengan segenap kemampuan dan semangat, karena semangat itu sendiri tidak lain mengandung tradisi dan budaya Minahasa. (Dr. Sam Ratulangi: Fikiran - 31 Mei 1930)

Saya tidak akan mempermasalahkan apakah keberadaan bangsa kami Minahasa disukai atau tidak, karena itu adalah permasalahan teoritis. Bagi saya dan bangsa saya Minahasa, sudah jelas, bahwa kami memiliki hak untuk eksis.
Jadi, tugas kami adalah bagaimana menjamin kelanjutan eksistensi bangsa Minahasa ini, dan sedapat mungkin memperkecil penetrasi asing. Kami berusaha untuk merumuskan suatu tujuan yang sesuai dengan kecenderungan-kecenderungan rakyat kami dalam menjalankan tugas tadi. Dan agar usaha-usaha kami itu dapat diterima dan dihargai, kita perlu mengenal hal-hal yang mendasarinya, yaitu: posisi Minahasa selama ini terhadap negara-negara sekitarnya.
("Het Minahassisch Ideaal" / Cita-cita Minahasa oleh DR. GSSJ Ratu Langie, ‘s-Gravenhage, Belanda - 28 Maart 1914)

Selasa, 08 Desember 2009

Galeri Foto Manado: MANADO City, Collection from the others

Lukisan Fort Amsterdam & Teluk Manado pada abad ke-19.

Gezicht over Menado - pemandangan kota Manado 1875.

Jembatan Singkil Tahun 1905.

De rede van Menado, Noord-Celebes 1910.
Pelabuhan Manado/muara kuala Tondano.

Gereja Centrum/Protestansche Kerk in Manado 1910.

Busstation in de Manado - Stasion bus di Manado tahun 1924.

Paardenraces te Menado. In het midden resident H.J. Schmidt 1927.
Balap kuda di Manado tahun 1924. Tampak di tengah2 ada Residen ("gubernur" sekarang) H.J. Schmidt.

Kunjungan Gubernur Jenderal de Jonge September 1934.

Het ziekenhuis aan de Hospitaalweg.
Rumah Sakit Ratu Wilhelmina (ex RS Gunung Wenang) & jalan Rumah Sakit (di depan jl. Sudirman sekarang) tahun 1930an.

Fort Nieuw Amsterdam Bastion. Tempat penjagaan benteng Amsterdam 1930an.

Kota Manado tahun 1930

Een deel van de haven van Manado, met linksboven het havenkantoor annex politiepost 1930.
Pelabuhan Manado, di depan kantor pelabuhan & pos polisi.

De weg bij fort Nieuw Amsterdam - Jalan seputaran benteng New Amsterdam Manado tahun 1930.

Pelabuhan Manado & muara Tondano 1930an.

Kondisi kerusakan jembatan singkil setelahPerang Dunia II 1945.

Kantor darurat Manado - Gedung Pingkan Store yg darurat, habis dibombardir pesawat sekutu 1944. Gedung ini dipakai sebagai kantor darurat perusahaan2 setelah Perang Dunia II berakhir.

Pantai/Baai van Manado, Celebes Juli 1947.

Pusat kota Manado tahun 1949.

Luchtfoto van Manado 24 - 1 - 1949.
Foto udara Manado 24 Januari 1949 di Kampung Pondol/Jl Toar sekarang ini.

Pendaratan Batalyon Worang disambut di Manado tanggal 10 Mei 1950.

Demo di Manado mendukung Permesta tahun 1957.

Penduduk Manado pra-pergolakan PERMESTA merayakan HUT RI ke-12 di lapangan Sario tanggal 17 Agustus 1957.

Kantor Gubernur Sulut tahun 1960an yang dibangun oleh dana Permesta tahun 1957.
Kini telah berdiri Matahari Departement Store/KFC, depan Markas Korem 131/Santiago Manado.

Rumah dinas Gubernur Sulut di Bumi Beringin Manado tahun 1970an.

Bendar Manado, TKB tahun 1970an.

Taman Kesatuan Bangsa di Pasar 45 Manado 1970an.

Taman Kesatuan Bangsa di Pasar 45 Manado 1970an.

Gedung Minahasaraad di Jl Samrat Manado tahun 80an, saat jadi Kantor TNI-AL.

Monumen Dotu Lolong Lasut di TKB tahun 2008.

Lia sandiri depe keterangan di masing-masing nama file foto.


7 komentar:

  1. makasih bos beking dapa inga manado tahun 70an kita baru umur 4 tahun waktu itu, Terima kasih Tuhan engaku telah memberikan rahmatmu kepada kita semua amin

    BalasHapus
  2. Tabea..................

    Mohon info saudaraku, apakah ada info tentang sejarah kampung pondol di manado??......menurut cerita katanya pernah menjadi tempat pembuangan para pejuang dari jawa........

    Tks nd GBU.........

    BalasHapus
  3. Kota Manado yang kucintai..
    Kita nyanda mo lupa...
    Dari kita kacili sampe kita so basar,
    jaga pigi di kobong...
    Makang batata rubus, colo deng dabu2 adodo pe sadap skali...
    cari air nyanda dapa, cuma dapa cap tikus...
    Adodo pe mantab skali...Hehehehe....

    Dari Fordy Lembong..

    BalasHapus
  4. Majukan terus torang pe Kota Manado deng kota2 diseluruh SULUT...Supaya nyanda tatinggal deng daerah laeng..terutama deng pusat..!!!

    dari Fordy Lembong

    BalasHapus
  5. Mantap sekali. Supaya torang nyanda rupa kacang lupa depe kulit, nyong nyong dan nona nona Manado mari kase liat tu jago, bukan jago bakalae deng ba stel, mar jago dalam pembangunan!
    Mari torang kase maju tu Manado yang tercinta, supaya makin jaya dan diberkati, serta selalu tetap jadi dambaan rakyat Manado. jangan BAKU CUNGKIL, KALO CUNGKIL BUNGKIL KOPRA BOLEH, MUSTI BAKU TOLONG, rupa semboyan SAM RATULANGI.

    TUHAN MEMBERKATI

    BalasHapus
  6. Kita pernah tinggal di Manado 1997-1999, waktu itu diangkat sebagai PNS Pusat yang diperbantukan di Sulawesi Utara. Sekarang so bale ke Jogja, tp kita suka lihat foto2 Manado. Yang kita inga ada tulisan besar di Stasiun (Pasar 45) : Sitou Timou Tumou Tou ... kalo nyada salah (so lupa katu).
    Pakatuan Wo Pakalawiren

    BalasHapus