Bangsa Minahasa

Setiap bangsa yang ingin mempertahankan jati dirinya, harus menghargai warisan suci tradisi dan budaya dari para leluhurnya; Kita (bangsa Minahasa) harus memelihara dan mempertahankan tradisi dan budaya bangsa Minahasa dengan segenap kemampuan dan semangat, karena semangat itu sendiri tidak lain mengandung tradisi dan budaya Minahasa. (Dr. Sam Ratulangi: Fikiran - 31 Mei 1930)

Saya tidak akan mempermasalahkan apakah keberadaan bangsa kami Minahasa disukai atau tidak, karena itu adalah permasalahan teoritis. Bagi saya dan bangsa saya Minahasa, sudah jelas, bahwa kami memiliki hak untuk eksis.
Jadi, tugas kami adalah bagaimana menjamin kelanjutan eksistensi bangsa Minahasa ini, dan sedapat mungkin memperkecil penetrasi asing. Kami berusaha untuk merumuskan suatu tujuan yang sesuai dengan kecenderungan-kecenderungan rakyat kami dalam menjalankan tugas tadi. Dan agar usaha-usaha kami itu dapat diterima dan dihargai, kita perlu mengenal hal-hal yang mendasarinya, yaitu: posisi Minahasa selama ini terhadap negara-negara sekitarnya.
("Het Minahassisch Ideaal" / Cita-cita Minahasa oleh DR. GSSJ Ratu Langie, ‘s-Gravenhage, Belanda - 28 Maart 1914)

Rabu, 04 Februari 2009

Galeri Foto Minahasa: KGPM Selayang Pandang

Rumah di kampung Wakan - Minsel, tempat dilaksanakannya ibadah pertama dari Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM), tanggal 29 Oktober 1933.

Bode Talumewo di depan kubur guru Josef Ulrich Mangowal di Talikuran - Sonder, pendiri dan ketuan dari Pangkal Setia, organ pendiri KGPM.

Dr. Sam Ratulangi turut andil dalam pendirian KGPM.
Dr. Roland Tumbelaka, sebagai salah satu pendiri/penganjur Pangkal Setia, anggota Indische-Kerk, pendiri KGPM, juga pendiri Partai Persatuan Minahasa tahun 1927 bersama-sama dengan Dr. Sam Ratulangi.

Bode Talumewo di belakang kubur dari Dr. Roland Tumbelaka di pekuburan umum Bitung - Amurang.

Para tokoh Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946: Letkol Ch.Ch. Taulu & B.W. Lapian.

Pucuk Pimpinan KGPM: B.W. Lapian, R.E.S. Bujung, Gembala Andries Sengkey, Gembala Teddy Batasina.

Pucuk Pimpinan KGPM: Nona S.K. Pandean.

Pucuk Pimpinan KGPM: R.E.S. Bujung.

Guru Jan G. Mangindaan dan istrinya (1960an).
Letkol TNI Purn. Charlie Choezj Taulu.

Youth KGPM - Pemuda CTC di muka Tugu Lapian-Taulu di Kawangkoan (2008).

Klik di foto for mo dapa depe ukuran basar, ato:
Klik kanan di foto kong pilih sub-menu "Save Target As" ato "Save Link As" ato "Save Linked Content As"

===================================================================
"Tabea Waya!
Bangsa besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawan, kisah dan kedudukan kaumnya di sepanjang masa!
Minahasa adalah bangsa yang basar!
Karena itu hargai akang torang pe Dotu-dotu deng samua yang dorang kase tinggal for torang!
Pakatuan wo pakalawiren!
Sa esa cita sumerar cita, sa cita sumerar esa cita! Kalu torang bersatu torang musti bapencar, biar lei torang bapencar torang tetap satu!
I Yayat U Santi!"
===================================================================

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar