Bangsa Minahasa

Setiap bangsa yang ingin mempertahankan jati dirinya, harus menghargai warisan suci tradisi dan budaya dari para leluhurnya; Kita (bangsa Minahasa) harus memelihara dan mempertahankan tradisi dan budaya bangsa Minahasa dengan segenap kemampuan dan semangat, karena semangat itu sendiri tidak lain mengandung tradisi dan budaya Minahasa. (Dr. Sam Ratulangi: Fikiran - 31 Mei 1930)

Saya tidak akan mempermasalahkan apakah keberadaan bangsa kami Minahasa disukai atau tidak, karena itu adalah permasalahan teoritis. Bagi saya dan bangsa saya Minahasa, sudah jelas, bahwa kami memiliki hak untuk eksis.
Jadi, tugas kami adalah bagaimana menjamin kelanjutan eksistensi bangsa Minahasa ini, dan sedapat mungkin memperkecil penetrasi asing. Kami berusaha untuk merumuskan suatu tujuan yang sesuai dengan kecenderungan-kecenderungan rakyat kami dalam menjalankan tugas tadi. Dan agar usaha-usaha kami itu dapat diterima dan dihargai, kita perlu mengenal hal-hal yang mendasarinya, yaitu: posisi Minahasa selama ini terhadap negara-negara sekitarnya.
("Het Minahassisch Ideaal" / Cita-cita Minahasa oleh DR. GSSJ Ratu Langie, ‘s-Gravenhage, Belanda - 28 Maart 1914)

Jumat, 13 Februari 2009

Galeri Foto Minahasa: Slagbom/silsilah Lukas J. Palar hingga Opo Tololiu Tua


Slagbom/silsilah keluarga Mayor Lukas J. Palar dari Opo Tololiu Tua.

Mayor Lukas J. Palar
Pahlawan Permesta.


Pada mulanya sebelum Permesta bergolak dengan perang bersenjata, Batalyon 719 telah ada di Sulawesi Tengah. Batalyon ini terdiri dari 4 kompi. Pada waktu Permesta meletus, pasukan Batalyon 719 turut membantu Operasi Djakarta II dipimpin Letkol D.J. Somba, yang akan memukul dan menyerbu Jakarta dari arah Indonesia Timur. Satu kompi yang menyeleweng adalah kompi pimpinan Kapten Frans Karangan. ketiga kompi lainnya ikut Permesta.

Memang sebelumnya, Bn. 719 berada di bawah garis komando Sektor II/Resimen Team Pertempuran (RTP) "Anoa" yang mencakup daerah Sulawesi Tengah, bermarkas di Palu sejak November 1957, dengan Komandan Resimen adalah Mayor Jan Wellem (Dee) Gerungan. Inti pasukan RTP "Anoa" adalah Batalyon 719 di bawah komando Mayor Lukas J. Palar. RTP ini dilantik oleh Komandan RTP Ular Hitam Mayor Dolf Runturambi di Palu atas nama Panglima KDM-SUT.

Bn. 719 di bawah komando Mayor Lukas J. Palar di Sulawesi Tengah yang terdiri dari 2 kompi yang dipimpin Mayor Palar sendiri serta sebuah kompi pimpinan Kapten Frans Karangan asal Toraja tidak begitu pasti kedudukannya di bawah KDM-SUT. Batalyon 719 dipecah menjadi Batalyon "Q" dan "R" dari kedua kompi tersebut, kemudian disusul Bn. "N" & "U". Batalyon Q dipimpin Mayor Lukas J. Palar/Frans Karepouan, sedangkan Batalyon R dimpimpin Kapten Frans Karangan. Namun Kapten Karangan ini membelot dan tidak ikut PRRI/Permesta.

Komandan Batalyon Palar, Mayor Lukas Palar bersama pasukan pengawalnya gugur di perairan Poso dalam pertempuran "Operasi Djakarta II", ketika sedang menyeberangi teluk dengan motorboat, disergap dan ditenggelamkan pesawat tempur AURI. Setelah pasukan Palar terpencar-pencar, sebagian mengikuti pasukan Dee Gerungan masuk hutan Sulteng, & sebagian lagi menggabungkan diri dengan satuan-satuan Resimen Ular Hitam. Serta Bn. Q sendiri sebagai pasukan cadangan KSAD.

Sisa-sisa Bn. 719 datang mendarat darurat di Belang tanggal 7/9 Agustus 1958 dengan membajak MV Norse Lady yang memuat bahan suplai/logistik untuk Tentara Pusat tanggal 17 Agustus 1958.

Itulah kisah seorang pahlawan KRIS (Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi) di Jawa, satu-satunya perwira Permesta (setingkat batalyon) yang tewas di tangan pasukan Tentara Pusat.


Selamat jalan Mayor Lukas J. Palar.
Namamu akan selalu diingat!


FreeServers SIALAN!!! Pe pelit do' mo link tu file!

Klik di foto for mo dapa depe ukuran basar, ato:
Klik kanan di foto kong pilih sub-menu "Save Target As" ato "Save Link As" ato "Save Linked Content As"

Koleksi www.bode-talumewo.blogspot.com

===================================================================
"Tabea Waya!
Bangsa besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawan, kisah dan kedudukan kaumnya di sepanjang masa!
Minahasa adalah bangsa yang basar!
Karena itu hargai akang torang pe Dotu-dotu deng samua yang dorang kase tinggal for torang!
Pakatuan wo pakalawiren!
Sa esa cita sumerar cita, sa cita sumerar esa cita! Kalu torang bersatu torang musti bapencar, biar lei torang bapencar torang tetap satu!
I Yayat U Santi!"
===================================================================

1 komentar: