Bangsa Minahasa

Setiap bangsa yang ingin mempertahankan jati dirinya, harus menghargai warisan suci tradisi dan budaya dari para leluhurnya; Kita (bangsa Minahasa) harus memelihara dan mempertahankan tradisi dan budaya bangsa Minahasa dengan segenap kemampuan dan semangat, karena semangat itu sendiri tidak lain mengandung tradisi dan budaya Minahasa. (Dr. Sam Ratulangi: Fikiran - 31 Mei 1930)

Saya tidak akan mempermasalahkan apakah keberadaan bangsa kami Minahasa disukai atau tidak, karena itu adalah permasalahan teoritis. Bagi saya dan bangsa saya Minahasa, sudah jelas, bahwa kami memiliki hak untuk eksis.
Jadi, tugas kami adalah bagaimana menjamin kelanjutan eksistensi bangsa Minahasa ini, dan sedapat mungkin memperkecil penetrasi asing. Kami berusaha untuk merumuskan suatu tujuan yang sesuai dengan kecenderungan-kecenderungan rakyat kami dalam menjalankan tugas tadi. Dan agar usaha-usaha kami itu dapat diterima dan dihargai, kita perlu mengenal hal-hal yang mendasarinya, yaitu: posisi Minahasa selama ini terhadap negara-negara sekitarnya.
("Het Minahassisch Ideaal" / Cita-cita Minahasa oleh DR. GSSJ Ratu Langie, ‘s-Gravenhage, Belanda - 28 Maart 1914)

Jumat, 27 Maret 2009

Suku-Bangsa Minahasa

Bangsa Minahasa terdiri dari empat suku/etnis/sub-etnis besar sebagai etnis utama, yaitu
- Tountemboan,
- Tombulu,
- Toulour/Tondano,
- Tonsea.

Kemudian bnergabung suku-suku yang berdiam di selatan Minahasa seperti:
- Tonsawang,
- Ratahan-Pasan (Pasan Wangko),
- Ponosakan.
Terakhir suku Bantik sebagai suku pendatang dari Sulawesi Tengah.
Pada saat ini, etnis Babontehu diterima sebagai suku/sub-etnis Minahasa bersama-sama dengan orang-orang Borgo.


Sub-etnis Tombulu berpusat di Tomohon yang mendiami daerah Kota Tomohon, kecamatan Tombariri, kecamatan Pineleng dan kecamatan Tombulu, kecamatan Wori, Likupang Barat dan Kota Manado. Sub-etnis merupakan pakasaan Tombulu yang memiliki delapan walak, yaitu Tomohon/Tou Muung, Sarongsong, Tombariri, Kakaskasen, Ares, Kalawat Atas, Kalawat Wawa (Klabat di Bawah) di Paniki, Likupang.

Sub-etnis Tountemboan berkedudukan di Minahasa bagian Selatan yang mendiami daerah Langowan, Tompaso, Kawangkoan, Sonder, Tareran, Tumpaan, Amurang, dan daerah di sepanjang kuala Ranoyapo yaitu di daerah Motoling, Kumelembuai, Ranoyapo, Tompaso Baru, Modoinding, Tenga dan Sinonsayang. Suku ini berasal dari Pakasaan Tompakewa yang terdiri dari walak Tompaso, Langowan, Tombasian, Rumoong, Tongkimbut atas atau Kawangkoan dan Tongkimbut bawah atau Sonder.

Sub-etnis Tondano atau Toulour, mendiami daerah sekeliling Danau Tondano sampai di pantai Timur Minahasa (Tondano pante) yaitu daerah Tondano, Kombi, Eris, Lembean Timur, Kakas, Remboken. Pakasaan Toulour terbagi atas dua walak yaitu Tondano Toulimambot di bagian barat dan Tondano Touliang di bagian barat.

Sub-etnis Tonsea, berada di Minahasa bagian Utara yang dahulu berada di bawah walak Tonsea. Daerah suku ini meliputi daerah Airmadidi, Kauditan, Kema, Bitung, Tatelu, Talawaan, Likupang Timur.
Sub-etnis Tonsawang, berada di daerah administratif kecamatan Tombatu dan Touluaan. Leluhur dari puak ini datang dari pulau kecil Mayu dan Tafure di selat Maluku yang mendarat di Atep (Tondano pante) kemudian beralih ke Tompaso kemudian beralih ke tempat sekarang. Mereka menyebut sub-etnisnya sebagai orang Toundano.

Sub-etnis Ratahan, berada di sekitar kota Ratahan. Sub-etnis Ratahan atau Pasan, atau Pasan-Ratahan atau disebut juga Bentenan. Sub-etnis Ratahan berada di kampung-kampung Ratahan/Tosuraya, Wioi, Wiau, Wongkai, Rasi, Molompar, Wawali, Minanga dan Bentenan, sub-etnis Pasan berada di kampung Towuntu, Liwutung, Tolambukan dan Watulinei.

Sub-etnis Ponosakan berada di kecamatan Belang dan kecamatan Ratatotok yaitu di kampung Belang, Basaan, Ratatotok dan Tumbak serta sebagian kampung Watuliney dan Tababo. Suku ini merupakan satu-satunya sub-etnis di Minahasa yang beragama Islam.

Sub-etnis Bantik berada di daerah sekitar Manado yaitu di barat daya Manado seperti Malalayang dan Kalasei dan sebelah utara Manado seperti Buha, Bengkol, Talawaan Bantik, Bailang, Molas, Meras serta Tanamon di kecamatan Sinonsayang Minsel. Suku ini berlainan sekali bahasa, adat kebiasaan dan roman muka dari suku-suku lain di Minahasa. Suku ini berasal dari Sulawesi Tengah, kemudian bermukim di Bolaang Mongondow. Kemudian mereka datang di Minahasa sebagai tentara bantuan Bolmong untuk memerangi suku-suku Minahasa. Ketika tentara Bolmong dikalahkan di Maadon, Lilang (Kema) maka suku ini menetap di sekitar teluk Manado. Sampai tahun 1850 mereka diam-diam membayar upeti kepada raja Bolmong. Mereka diejek sebagai budak-budak Bolmong.

Sub-etnis Babontehu berada di kepulauan sebelah barat laut Minahasa. Dahulu sub-etnis ini berada di bawah satu kerajaan tersendiri bernama Kerajaan Manado yang berpusat di pulau Manado tua. Orang Babontehu terkenal sebagai pelaut yang ulung. Kepala mereka disebut kolano (raja). Karena dikalahkan Kerajaan Bolaang Mongondow, mereka terusir dari sana dan menetap di kepulauan Sangihe.

Ada juga beberapa kelompok kecil yang telah lama berasimilasi dengan orang Minahasa sehingga mereka dianggap sebagai bagian dari Minahasa. Orang Borgo dulunya adalah serdadu sipil masa VOC dan Hindia Belanda, merupakan campuran orang Eropa, Afrika Selatan, Asia dan lain-lain dengan Minahasa. Orang Jawa Tondano (Jaton) yang menetap di timur laut Tondano merupakan campuran dari bangsa Jawa pengikut Pangeran Diponegoro dan Kyai Modjo yang kawin dengan gadis-gadis Minahasa.


Koleksi www.bode-talumewo.blogspot.com

===================================================================
"Tabea Waya!
Bangsa besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawan, kisah dan kedudukan kaumnya di sepanjang masa!
Minahasa adalah bangsa yang basar!
Karena itu hargai akang torang pe Dotu-dotu deng samua yang dorang kase tinggal for torang!
Pakatuan wo pakalawiren!
Sa esa cita sumerar cita, sa cita sumerar esa cita! Kalu torang bersatu torang musti bapencar, biar lei torang bapencar torang tetap satu!
I Yayat U Santi!"
===================================================================

6 komentar:

  1. for kita cuma ada 7 suku: Tontemboan, Tonsawang, Tondano, Tombulu, Bantik, Tonsea, Ratahan

    Ponosakan bukang minahasa,
    shit u ponosakan, jaton!!!

    BalasHapus
  2. having faith in Yeshua is part of minahasa, ponosakan+jaton if they're believing in Yeshua they are part of minahasa, maar if they follow other faith(worship arab pagan god allah ta'aala) by then they are not part of minahasa!

    BalasHapus
  3. Wooooiiiiiiii!!!!!!!!! Pakasaan Ponosakan itu masih Minahasa! biar bagimana pun, dorang masih torang pe sudara, masih keturunan Opo Toar deng Opo Lumimuut!!! Bedanya dorang yang karna dekat dengan Bolmong jadi dorang sempat di-Islamkan oleh Kerajaan Bolaang Mongondow sebelum sempat dijamah Spanyol & Belanda!!!!! sebelum itu drg sama rupa trg!!! Sama-sama menyembah Opo Empung!!! Kita lei suka klo Minahasa murni Kristen samua!!!!! mar tau diri jadi orang!!!!! Klo Jaton sudah jo!!!! orang luar lei mar sombong!!!!!!!! Bekeng kotor Tondano jo drg!!!!!

    BalasHapus
  4. Kita kira bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai perbedaan. Jati diri ke-Minahasa-an itu tidak terletak pada agama atau wilayah geografis, melainkan pada spiritnya. Kalo torang pe sudara-sudara di Jaton so lebe tau bicara Bahasa Tondano dari ngoni ini, masih dorang yang lebe Toudano - dan lebe Minahasa - dari ngoni. Kalu boleh kase tunjung tu identitas kalu bapos komentar yang 'beking malo' bagini. Tabea.

    BalasHapus
  5. kita orang tombulu..
    mata'u pe tumombulu aku..

    for kita orang darah ASLI/MURNI Minahasa yg keturunan To'ar Lumimu'ut nda ada campuran dari bangsa laeng cuma 4: Tombulu, Tontemboan, Tonsea n Tondano..

    MiTra pe orang2 so campuran.. so nda darah Asli Toar Lumimu'ut..

    4 Subsuku ini (Tombulu, Tontemboan, Tonsea, Tondano) masih baku mangarti bahasa.. kata2 byk sama.. mar yang laeng so banya depe beda.. so nda asli To'ar Lumimu'ut dorang..

    BalasHapus
  6. cuma 4 suku ini yang asli datang dari Mongol..
    (Tombulu, Tonsea, Tondano, Tontemboan)..

    laeng deri itu so nda asli..

    4 suku ini pe bahasa sbnarnya kwa satu, cuma beda dialek n logat/aksen.. krna depe grammar masih sama..

    4 suku ini yang masih banyak kesamaan:
    bahasa, muka, kulit, budaya, agama terutama..

    hidup tou Mina'esa!!!

    Kita peleng esa!!
    Cita waya esa!!

    BalasHapus