Bangsa Minahasa

Setiap bangsa yang ingin mempertahankan jati dirinya, harus menghargai warisan suci tradisi dan budaya dari para leluhurnya; Kita (bangsa Minahasa) harus memelihara dan mempertahankan tradisi dan budaya bangsa Minahasa dengan segenap kemampuan dan semangat, karena semangat itu sendiri tidak lain mengandung tradisi dan budaya Minahasa. (Dr. Sam Ratulangi: Fikiran - 31 Mei 1930)

Saya tidak akan mempermasalahkan apakah keberadaan bangsa kami Minahasa disukai atau tidak, karena itu adalah permasalahan teoritis. Bagi saya dan bangsa saya Minahasa, sudah jelas, bahwa kami memiliki hak untuk eksis.
Jadi, tugas kami adalah bagaimana menjamin kelanjutan eksistensi bangsa Minahasa ini, dan sedapat mungkin memperkecil penetrasi asing. Kami berusaha untuk merumuskan suatu tujuan yang sesuai dengan kecenderungan-kecenderungan rakyat kami dalam menjalankan tugas tadi. Dan agar usaha-usaha kami itu dapat diterima dan dihargai, kita perlu mengenal hal-hal yang mendasarinya, yaitu: posisi Minahasa selama ini terhadap negara-negara sekitarnya.
("Het Minahassisch Ideaal" / Cita-cita Minahasa oleh DR. GSSJ Ratu Langie, ‘s-Gravenhage, Belanda - 28 Maart 1914)

Senin, 15 Juni 2009

Galeri Foto Minahasa: HUT Pekabaran Injil & Pendidikan Kristen GMIM 12 Juni 1831

Puing-puing kubur zendeling Lammert Lammers di pekuburan umum Kema, 30 Juli 2008.

Kubur zendeling Frans Hartig di pekuburan umum Kema, 30 Juli 2008.

Zendeling J.F. Riedel & J.G. Schwarz
12 Juni 1831.
Keduanya orang Jerman (bukang orang Blanda kasiang!!!!)

J.F. Riedel - Rasul Tondano.

Kubur zendeling J.F. Riedel & H.W. Nooij di Toulimambot - Tondano.

Rumah & gereja
zendeling J.G. Schwarz di Langoan tahun 1847.
Tampak Schwarz bersama keluarga sedang keluar dari dalam rumah.

Kubur zendeling J.G. Schwarz di Langowan, Mei 2006.

zendeling Ds. Nicolaas Philip Wilken
Zendeling (penginjil) di Tomohon.

kubur Nicolaus Ph. Wilken di Talete I Tomohon.
Koleksi Demsi.

Pendeta Ds. Jan Louwerier. Pendeta resort Tomohon awal abad XX.

zendeling S.D. van der Velde van Cappellen, zendeling te Amoerang.


Kubur Ds. Eduard W.G. Graafland di Bitung - Amurang.
Anak dari Ds. Nicolaas Graafland.

Rumah zendeling K.T. Herrmann di Buyungon - Amurang tahun 1847.
Tampak K.T. Herrmann baru keluar dari rumahnya.
Sekarang kompleks SD GMIM/Markas Polisi Militer Amurang.

Kubur zendeling Karl Traugott Herrmann di pekuburan Ranoiapo - Amurang.


Rumah
zendeling Siebold Ulfers di Kumelembuai - Minsel.

Ds. Johann Albert Traugott Schwarz (Anak dari zendeling J.G. Schwarz).
Pendeta di jemaat Sonder, Kawangkoan, dll.
Ahli bahasa Tountemboan.


zendeling di Airmadidi.

Gereja Protestan di Tomohon abad ke-19.
Gereja Sion Tomohon sekarang ini terletak di belakang gedung gereja tersebut.


Gereja di Lalumpei Tondano sekitar tahun 1855.
Sumber: MNZG 1855-7.

Gereja Centrum Manado tahun 1910.

Gereja Protestan Langowan tempo doeloe (Sekarang GMIM Centrum Schwarz Langowan).

Gereja Protestan Tondano tahun 1930.

Gereja Protestan Tondano tahun 1945 dibom sekutu di Liningaan.


Gereja Immanuel Bahu tahun 1930-an.

Gereja Protestan (Sion) Tomohon pada saat berdirinya GMIM tahun 1934.

Gereja Protestan Sion Tomohon tahun 1934.

Seluruh pendeta & penolong-injil GMIM beserta Ketua Sinode Ds. G.P. Locher
berfoto di depan Gereja Sion tahun 1941.


Rumah Sakit ’Bethesda' di Kamasi Tomohon waktu Pergolakan Permesta tahun 1958.
Eks
Kantor Sinode pertama kali.

Ketua Sinode GMIM pertama Ds. Ernst A.A. de Vreede (1934-1935).

Ketua Sinode GMIM ke-4: Ds. G.P. Locher (1941-1942).

Koleksi www.bode-talumewo.blogspot.com

===================================================================
"Tabea Waya!
Bangsa besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawan, kisah dan kedudukan kaumnya di sepanjang masa!
Minahasa adalah bangsa yang basar!
Karena itu hargai akang torang pe Dotu-dotu deng samua yang dorang kase tinggal for torang!
Pakatuan wo pakalawiren!
Sa esa cita sumerar cita, sa cita sumerar esa cita! Kalu torang bersatu torang musti bapencar, biar lei torang bapencar torang tetap satu!
I Yayat U Santi!"
===================================================================

1 komentar:

  1. Salut atas perhatian yang begitu besar terhadap sejarah.... Herteg

    BalasHapus