Bangsa Minahasa

Setiap bangsa yang ingin mempertahankan jati dirinya, harus menghargai warisan suci tradisi dan budaya dari para leluhurnya; Kita (bangsa Minahasa) harus memelihara dan mempertahankan tradisi dan budaya bangsa Minahasa dengan segenap kemampuan dan semangat, karena semangat itu sendiri tidak lain mengandung tradisi dan budaya Minahasa. (Dr. Sam Ratulangi: Fikiran - 31 Mei 1930)

Saya tidak akan mempermasalahkan apakah keberadaan bangsa kami Minahasa disukai atau tidak, karena itu adalah permasalahan teoritis. Bagi saya dan bangsa saya Minahasa, sudah jelas, bahwa kami memiliki hak untuk eksis.
Jadi, tugas kami adalah bagaimana menjamin kelanjutan eksistensi bangsa Minahasa ini, dan sedapat mungkin memperkecil penetrasi asing. Kami berusaha untuk merumuskan suatu tujuan yang sesuai dengan kecenderungan-kecenderungan rakyat kami dalam menjalankan tugas tadi. Dan agar usaha-usaha kami itu dapat diterima dan dihargai, kita perlu mengenal hal-hal yang mendasarinya, yaitu: posisi Minahasa selama ini terhadap negara-negara sekitarnya.
("Het Minahassisch Ideaal" / Cita-cita Minahasa oleh DR. GSSJ Ratu Langie, ‘s-Gravenhage, Belanda - 28 Maart 1914)

Rabu, 17 Desember 2008

Daftar Kepala Walak/Distrik Minahasa Abad ke-19 Menurut Keterangan Pensiunan Majoor A.B. Waworuntu tahun 1888

DAFTAR KEPALA DISTRIK MINAHASA ABAD KE-19 MENURUT KETERANGAN PENSIUNAN MAYOOR A.B. WAWORUNTU 1888


Sahaja jang bertanda dibawah ini, A.B. Waworoentoe, majoor toewah deri district Sonder, menjatakan dalam soeatoe daftar dibawah ini, Kapala2 district Minahassa galar Majoor ataoe Hm besar jang ada pegang parentah didalam satoe district dengan anaknja, ataoe dengan soedaranja, ataoe anaknja mantoe, ataoe iparnja, ataoe kamanakannja samantara tahoen 1840 sampai tahon ini 1888, ija itoe:

Nama2 deri

Katerangan perkoelawargaan marika ito

District

Kapala district

Hm Kadoewa

Ares

B.H. Lasut

J.B. Lasut

O.A. Lasut

S.B. Lasut


J.B. Lasut

O.A. Lasut

S.B. Lasut

W.B. Lasut

soedara

soedara

kamanakan

soedara

Klabat di Bawah

J.L. Manopo

J. Manopo


K. Manopo

J. Manopo

H.A. Sompih

soedara

Anak

Ipar

Bantik

Kapoegoe


M. Kapoegoe

Anak

Kakaskassen

K. Parengkoean

F. Parengkoean

W.L. Parengkoean

P.F. Parengkoean


F. Parengkoean

W.L. Parengkoean

P.F. Parengkoean

Ch. Parengkoean

soedara

soedara

soedara

kamanakan

Tombariri

J. Andries

S. Andries

J.M. Parera


S. Andries

B. Andries

J.M. Parera

N. Andries

soedara

soedara

Ipar

kamanakan

Tonsea

D. Rotinsulu

O.J. Pelengkahu

J.H. Pelengkahu


L. Rotinsulu

M. Dolalo[...]

[...]

[...]

[...]

Anak

[...]

[...]

[...]

[...]

Klabat di atas

P. Enoch

S. Rotinsulu

E. Rotinsulu


B. Enoch

E. Rotinsulu

J. Rotinsulu

Anak

Anak

soedara

Licupang

P. Kalengkongan

L. Kalengkongan

A.B. Kalengkongan

H. Kalengkongan


L. Kalengkongan

A.B. Kalengkongan

H. Kalengkongan

. Kalengkongan

Anak

soedara

kamanakan

kamanakan

Tondano Tooelian

D. Ratumbuisan

J. Gerungan


J. Wenzen

J. Gerungan

Anak mantoe

Anak mantoe

-

Tondano Tooelimambot

H.J. Supit

A.J. Kawilarang


A.J. Kawilarang

A. Supit

Anak mantoe

Ipar

Rembokken

E.P. Mogot

W. Endoh

N.E. Mogot


kamanakan

Anak

Kakas

J. Inkiriwang

D. Inkiriwang


D. Inkiriwang

P. Sumaikoe

Anak

Anak bersoedara

Langowan

B.T. Sigar


L.B. Sigar

Anak

Tomohon

Ngantung

R. Ngantung

L. Wenas

H. Wenas


R. Ngantung

L. Wenas

H. Wenas

P. Wenas

Anak

Paman

Anak

Soedara

[Sa]rongsong

H.C. Wawotoentoe

Z. Waworoentoe

Z. Waworoentoe

A.B. Waworoentoe

J. Waworoentoe


Anak

soedara

soedara

[Sonder]

H.W. Dotulong

[AB. Waworoentoe

AL. Waworoentoe]

S. Dotulong

A.L. Waworoentoe

EWJ. Waworoentoe (wakil)

kamanakan

Anak

soedara


Kawangkoan

A. Warokka

D. Mamboh

H.A. Warokka


D. Mamboh

H.A. Warokka

J.A. Warokka

Anak mantoe

Ipar

soedara

Tompasso

J. Sondak

W. Sondak

L. Sondak

C.W. Sondak


W. Sondak

L. Sondak

C.W. Sondak

. Sondak

soedara

kamanakan

anak bersoedara

anak bersoedara

Tombassian

B. Tambajong

L. Tambajong

P.B. Tambajong


L. Tambajong

J. Tambajong

P.B. Tambajong

J. Tumbelaka

soedara

kamanakan

Anak

Anak bersoedara

Romoön

M. Runtuwene

J.M. Runtuwene


. Runtuwene

J.M. Runtuwene

A.M. Runtuwene

soedara

Anak

soedara

Passan Ratahan

. Marinka

D. Marinka

E. Sahelangi


D. Marinka

W. Marinka

. Rambi

M. Rambi

Anak

kamanakan

Ipar

Anak bersoedara

Ponosakan

Golo Sumbala

Oesman Sumbala


Oesman Sumbala

Oeteng

Anak

Ipar


Adapoen dihoeloe deri pada tahon 1840 ada banja[k] Kapala2 district Minahassa pegang parentah dalam so[eatoe ...] district ada berKoelawarga seperti tertoelis dalam daf[tar] diatas ini, akan tetapi saja tiada toelis lagi, Karen[a] apa soedah tertoelis diatas sampai pada menjata[kan ...] bahoewa toean2 Bangsawan Resident waktoe ito[e ...] baik demikijen, sopaja segala peratoran Goebern[ement ...] jang bidjaksana, boleh berdjalan dengan [...]. Karena djika Kapala[2 Dis]trict dan Hm [Kadoewa] tiada berkoelawarga, terbanjak timboel pembentjanaän dan fitna didalam district, sehingga segala peratoran goena orang2 pendoedoek district dan Goebernement djadi terlamboeran.

Adapoen barang kali ada barang kasangkaän bahoewa manakala Kapala2 berkoelawarga pegang parentah bersesama gampang boewat segala kadjahatan (KNOEI) apa2, tipoe-daja, anijaja, poetar balik harta benda orang didalam district, seperti lain2kapala district dihoeloe deri 40 tahon jang laloe, jang belom dapat pengadjaran baik didalam ini, draas2 Goebernement dan Genooschap, hingga tiada takot dan tiada tahoe maksoed jang baik deri Goebernement. Itoelah pada sekarang ini kapala2 tiada berani boeat itoe, oleh karena:

1a Takot hoekoeman Allah Taälah, jang Kawasa mengoetoki padanja, sampei pada anak2 tjoetjoenja toeron temoeronnja.

2a Takot hoekoemannja Goebernement jang dapat menghoekoemkan terboewang Kalain tanah dan negri, lagipon anak2 tjoetjoe temoeronnja tiada dapat djawatan deri Goebernement.-

3a Takot anak2 bala Minahassa lain deri pada 30 tahon jang laloe sedang banjak soeolah dapat pengadjaran baik didalam midras2 ataoe deri lain2 orang jang tahoe titah Goebernement jang boleh ataoe tiada boleh diboewat oleh Kapala2 district, Hm2 Kadoewa, dan Hm2 toewah dan lain2 pendjawat Goebernement,- dan

4a Takot mata2 gelap deri toewan2 pemarentah deri pada fihak Goebernement.


Sonder pada 19 hb Februari 1888.

Jang menjatakan,

(A. B. Waworoentoes)

Majoor toewah district Sonder.


Keterangan:

- Tanda [...] berarti tulisan hilang karena naskah/kertas telah rusak (sobek). Tulisan yang berada di antara tanda tersebut merupakan tambahan dari penyalin (berdasarkan data/dokumen yang aktual).

- Ada beberapa kesalahan dalam daftar ini. Misalnya di Langowan disebutkan hanya Majoor B.T. Sigar. Padahal masih ada beberapa Kepala Distrik di masa itu, misalnya Tendap Saerang (1841-1847), B.T. Sigar 1848-1870), L.R. Sigar (1870-1884), N.Pande-Iroot (1884-1891).

a
===================================================================
"Tabea Waya!
Bangsa besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawan, kisah dan kedudukan kaumnya di sepanjang masa!
Minahasa adalah bangsa yang basar!
Karena itu hargai akang torang pe Dotu-dotu deng samua yang dorang kase tinggal for torang!
Pakatuan wo pakalawiren!
Sa esa cita sumerar cita, sa cita sumerar esa cita! Kalu torang bersatu torang musti bapencar, biar lei torang bapencar torang tetap satu!
I Yayat U Santi!"
===================================================================

1 komentar: