Bangsa Minahasa

Setiap bangsa yang ingin mempertahankan jati dirinya, harus menghargai warisan suci tradisi dan budaya dari para leluhurnya; Kita (bangsa Minahasa) harus memelihara dan mempertahankan tradisi dan budaya bangsa Minahasa dengan segenap kemampuan dan semangat, karena semangat itu sendiri tidak lain mengandung tradisi dan budaya Minahasa. (Dr. Sam Ratulangi: Fikiran - 31 Mei 1930)

Saya tidak akan mempermasalahkan apakah keberadaan bangsa kami Minahasa disukai atau tidak, karena itu adalah permasalahan teoritis. Bagi saya dan bangsa saya Minahasa, sudah jelas, bahwa kami memiliki hak untuk eksis.
Jadi, tugas kami adalah bagaimana menjamin kelanjutan eksistensi bangsa Minahasa ini, dan sedapat mungkin memperkecil penetrasi asing. Kami berusaha untuk merumuskan suatu tujuan yang sesuai dengan kecenderungan-kecenderungan rakyat kami dalam menjalankan tugas tadi. Dan agar usaha-usaha kami itu dapat diterima dan dihargai, kita perlu mengenal hal-hal yang mendasarinya, yaitu: posisi Minahasa selama ini terhadap negara-negara sekitarnya.
("Het Minahassisch Ideaal" / Cita-cita Minahasa oleh DR. GSSJ Ratu Langie, ‘s-Gravenhage, Belanda - 28 Maart 1914)

Sabtu, 03 Januari 2009

In Memoriam Prof. DR. (H.C.) J.M.J. (Nun) Pantouw

In Memoriam
Prof. DR. (H.C.) Jan Maximilian Johan Pantouw(Nun)
Manado, 20 Januari 1925 - Manado, 24 Desember 2008
dalam usia 83 tahun.

Meninggal pada hari Rabu, 24 Desember 2008 pukul 10.50 WITA



Mayor TNI J.M.J. Pantouw


DR. (H.C.) Nun Pantouw

Anak almarhum, Berty, sedang berbicara dalam ibadah penghiburan, pada malam Natal.

Para eks pejuang Permesta di depan peti jenasah almarhum Nun Pantouw.
Terlihat antara lain: anak Berty, Wilson Buyung, Phill Sulu.

Bodewyn Grey Talumewo, Bode TalumewoBodewyn Grey Talumewo, Bode TalumewoBode Talumewo di samping peti jenasah alm. Nun Pantouw.

Jenasah alm. Nun Pantouw disemayamkan di rumah duka Winangun - Manado.

Wulan Pantouw di samping jenasah almarhum.

Keluarga alm. Nun Pantouw di depan jenasah.

Ibadah duka hari Sabtu, 27 Desember 2008: Jenasah alm. Nun Pantouw akan ditutup.

Jenasah alm. Nun Pantouw.

Keluarga alm. Nun Pantouw di depan jenasah.

Anak dari almarhum Nun, Berty sedang memberikan kata terakhir untuk pelepasan dari rumah duka di Winangun ke desa Kamangta.

Pemberangkatan jenasah dari rumah duka Winangun.

Jenasah almarhum disemayamkan di gedung gereja GMIM Kamangta.

Pemberangkatan jenasah dari gedung gereja GMIM Kamangta ke pekuburan.

Pemberangkatan jenasah dari gereja GMIM Kamangta.

Penguburan jenasah almarhum di pekuburan umum desa Kamangta, pada sore hari Sabtu, tanggal 27 Desember 2008.

Keluarga alm. Nun Pantouw di depankubur almarhum.




BIODATA J.M.J. PANTOW

BIODATA SINGKAT

* Nama : - PANTOW, Jan Maximilian Johan
* Nama Populer/Alias : - Noen (Nun) Pantow
* Tempat & Tgl Lahir : - Manado, 20 Januari 1925
* Asal Daerah : - Kamangta/Tombulu, tinggal di Kawangkoan Bawah-Amurang/Winangun
* Istri : - Jetty Macawalang

* Pendidikan Umum : - Eurpoese Lager School (ELS) di Manado
- Frater School di Tomohon
- Meer Utgrebreid Lager Onderwijs (MULO) di Tomohon
- Kato Kai In Yoseijo (Sekolah Tinggi AL Jepang) di Makassar
- SMA Darurat di Malang- Jawa Timur
* Pendidikan Militer : - Kursus Hukum Militer,Sekolah Organisatie, Strategie,& Taktiek yg diselenggarakan oleh Nederlandsche Militaire Missie (NMM) 1950-1952
- Kursus Asisten Militer Atase dibawah asuhan Prof.Dr. Mr.Schuurman

* Jabatan dalam Pergolakan : Komandan KDP-I ADREV PRRI di Maluku-Irian Barat
Assisten I/Bagian Intelejen KASAD ADREV (SUAD I)

Pengalaman Kerja / Kegiatan:
* 1944 : - Guru Futsu Kai In Yoseijo (Sekolah Pelayaran Tinggi Kaigun) di Banjarmasin
* 1945 : - Perwira kapal Kaigun Jepang
* 1945-1946 : - Kapten ALRI di Tegal, Yogyakarta (Des 1945-1946)
- Dinas di Divisi VI ALRI di Jawa Timur
* 1947 : - Dinas dalam Brigade XVI di Yogyakarta
* 1950-1952 : - Opsir penghubung (liaison) Bn. Worang yg ke Makassar dan Manado
- Asisten Kepala Staf Umum AD (KSUAD) TNI (pangkat Kapten) (1950)
- Kursus Hukum Militer, Organisasi, Strategi & Taktik Militer
- Hakim Perwira Militer APRIS
* 1953-1954 : - Kepala Staf Resimen Infanteri 26 Sunda Kecil (RI-26) di Denpasar
* 1954-1956 : - Asisten I (Intelegen) pada TT-VII/Wirabuana dgn pangkat Mayor
- dibebastugaskan dari dinas karena terlibat penyelundupan kopra
* 1956 : - Direktur Yayasan Kelapa Minahasa di Manado
- Direktur Eastern Produce Agencies, Ltd.
* 1957-1958 : - Kepala Seksi Finec Pemerintahan Militer Permesta utk Sulutteng
* 1958 - Direktur Perdagangan Luar Negeri untuk PRRI (Februari 1958)
- Komandan Komando Daerah Pertempuran I (KDP-I) PRRI untuk wilayah Maluku/Irian Barat
* 1959-1961 : - Assisten I/Intelejen Angkatan Darat Rev.(ADREV) PRRI (Jan 1959)
- Komandan KDM Minahasa RPI menggantikan DJ Somba (Juli 1961)
* 1961-1966 : - dipenjarakan/dikarantinakan oleh pihak Orde Lama di Rumah Tahanan Militer (RTM)
* 1974 : - Direktur PT Kamangta
- Direktur Utama/Pendiri PT.Kamangta Vegetable Oil,Ltd.(KVO) (2 Nov 1974)
- Direktur/Pendiri PT.Sulmair Makanan Ternak
* 1993 : - Komisaris Utama Bank Perkreditan Rakyat (BPR) PT Mapalus Raya Kamangen dari Yayasan Gema Mapalus Raya
* 1994 : - Mendapat penghargaan dari Institute of Industrial Engineers (IIE) sbg "Outstading Management Achievement Award of the Year 1994" dan "Industrial Engineers of the Year 1994"

* Alamat :
- Perumahan KVO: Kawangkoan Bawah, Amurang 95354, Minahasa, SULUT Telp.0431-21184
- PT KVO, Ltd. Head Office: Jl.Korengkeng No.36A, Manado Telp.0431-864924
- PT KVO Factory Site: Jl.Raya AKD, Kawangkoan Bawah, Amurang Telp. 0430-21100
- PT KVO Jakarta Branch: Wisma Antara Lt.16, Room 1608 Jl.Merdeka Selatan 17 Jakarta 10110 Telp. 021-3840716/17
- Winangun, Belakang P.T. United Tractors Tbk., Kec. Malalayang, Manado

Sumber : Majalah MaesaaN, dll

Lihat posting biodata yang saya publikasi di Permesta Information Online:
http://www.permesta.8m.net/tokoh/biodata_pantow.html


===================================================================
"Tabea Waya!
Bangsa besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawan, kisah dan kedudukan kaumnya di sepanjang masa!
Minahasa adalah bangsa yang basar!
Karena itu hargai akang torang pe Dotu-dotu deng samua yang dorang kase tinggal for torang!
Pakatuan wo pakalawiren!
Sa esa cita sumerar cita, sa cita sumerar esa cita! Kalu torang bersatu torang musti bapencar, biar lei torang bapencar torang tetap satu!
I Yayat U Santi!"
===================================================================

1 komentar:

  1. bode, salam kenal,
    bisa tolong kalau punya YM, ym saya di ID: hildarumambi@yahoo.com. saya ingin tahu banyak tentang Neo Permesta saat ini, bagaimana perkembangannya dan apa yg mereka lakukan sekarang?
    Saya seorang Minahasa dan tertarik untuk mengulas tentang Permesta dan sejarah Sulawesi..
    salam kenal :)

    BalasHapus